Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 68 Ada apa dengan Jason


__ADS_3

****Hai jumpa lagi dengan author,jika berkenan kasih bintang 5 ya teman-teman****.


Simon sampai di kantor dengan wajah yang cerah,dari turun mobil tak henti-henti mulutnya bersiul mengeluarkan lagu yang gembiranya.


Sesekali Simon menebarkan senyumnya kepada karyawan yang menyapanya.


"Lebar sekali senyumnya pak Simon?" tanya satpam perusahaan yang sudah sangat dikenal Simon.


"Hari yang indah ." kata Simon dengan masih tersenyum.


Kebalikannya dengan Simon,seraut wajah yang datar tanpa senyum terlihat keluar dari lift khusus petinggi perusahaan.Dan tak ada yang berani menyapanya,ketika Jason melintas didepan para karyawan.Karyawan hanya menundukkan kepalanya tanda hormat.


Jason bukanlah boss yang temperamental,tapi ia memang boss yang disiplin tinggi.


Jason memakai jaket kulit dan wajahnya yang datar tanpa ekspresi keluar dari gedung perusahaannya,ditangannya ada helm yang selama ini menemani jika dia mengendarai vesva jadulnya.


"He..bro,mau kemana..?" tanya Simon,ketika mereka bertemu di lobby.


"Mau ketemu client.." jawab Jason.


"kenapa bawa helm..?"tanya Simon.


"Hari ini gw mau naik motor..!" ucap Jason.


"Naik vesva butut lagi?" tanya Simon.


"Tidak...!"hari ini gw mau naik tunggangan baru..." kata Jason.


"Ada yang gw belum tahu..?" Simon heran.


Jason berjalan keluar menuju parkir khusus,dan disana terlihat ada motor balap berwarna hitam.


"Loe beli motor ini..?"Simon kaget,karena dia tahu bahwa motor ini baru masuk di showroomnya.


"Ya..!" tidak mungkin gw curi.." kata Jason.


"Loe beli ditempat gw kan..?" tanya Simon.


"Ya..lah,biar tambah kaya loe.."


"Tidak loe beli juga,gw kaya.." balas Simon tidak mau kalah.


"Terus gw perlu ikut..?" tanya Simon.


"Loe asisten gw kan..?" balik tanya Jason kepada Simon.


"Ya..!"gw naik apa..?"Simon pikir tidak mungkin rasanya duduk diboncengan motor Jason.


"Naik mobil loe sendiri,jangan katakan loe sudah bangkrut.Akibat pulang-pergi Jepang-Indonesia." kata Jason,kemudian mengegas motornya meninggalkan Simon yang masih berdiri diparkiran.


"Dasar..!" main tinggal saja." gerutu Simon,kemudian dia berjalan menuju mobilnya terparkir.


Β 


🌹🌹🌹🌹


Β 


"Maya..!" Dina gembira menyambut kedatangan sahabatnya Dina.


Selama ini Maya tinggal di Malaysia,karena Badi yang dulu menjadi asistennya Johandy.Sekarang menjadi kepala,di anak cabang perusahaannya Johandy di Malaysia.


"Mana suami loe..?" tanya Dina,ketika dilihatnya Maya datang sendiri.


"Setelah antar gw,dia langsung menemui suami loe dikantor." kata Maya.


"Mana Jesy dan Rendy?" Dina menanyakan anak-anak Maya.


"Mereka lagi ke mall,dari bandara mereka langsung ke mall.Tidak tahu mau beli apa." kata Maya mengenai kedua anaknya.


"Jason mana..?" tanya Maya.


"Jam segini masih di kantor." kata Dina.


"Melisa..?" tanya Maya lagi.


"Melisa kerja di Jepang."


"Aneh banget anak loe,bapaknya perusahaannya dimana-dimana.Anaknya kerja di perusahaan orang lain." kata Maya mengenai Melisa.


"Biar cari pengalaman Maya." kata Dina.


"Bagus juga sih..!" tapi anak loe cewek,tega loe izinin kerja jauh begitu."


"Dari kecil dah biasa jauh,gw juga dulu jauh dari keluarga." kata Dina.

__ADS_1


"Tidak biasanya loe ikut suami kemana-mana?" tanya Dina.


"Mau cari sekolah buat Jesy.." kata Maya.


"Melisa dulu Sekolah Nusa Bangsa kan..?" tanya Maya tentang sekolah asrama Melisa dahulu.


"Ya,mau loe masukkan asrama?"


"Ya.." jawab Maya.


"Jesy mau..?" tanya Dina.


"Dia yang minta." jawab Maya.


"Kenapa tidak tinggal disini saja daripada di asrama?" tanya Dina.


"Dia mau di asrama,karena dia pernah dengar cerita Melisa waktu tinggal di asrama."


Ketika mereka sedang asyik berbicara,terdengar suara orang bicara dan tawa yang keras dari luar.


"Kak Jason,ayo temani Jesy.." rengek Jesy dan lengannya memegang lengan Jason,dan dibelakang seorang remaja mengikuti Jason dan Jesy.


"Jesy..!jangan ganggu kak Jason." ingatkan Maya pada putrinya.


"Sini salam tante Dina." panggilnya pada kedua anaknya Jesy dan Rendy.


"Baru sebentar tidak ketemu,ternyata sudah besar ya.." kata Dina mengenai Jesy dan Rendy.


"Tan...,kak Jason jahat.." adu Jesy kepada Dina.


Jason hanya mesem saja,mendengar dirinya dikatakan jahat oleh Jesy.


"Apa jahatnya kak Jason..?" tanya Dina.


"Tidak mau temani Jesy jalan-jalan." kata Jesy.


"Bukan kak Jason tidak mau temani,tapi hari ini tidak bisa." kata Jason,kemudian dia bangkit dari duduknya.


"Kakak mau kemana..?" tanya Jesy,saat dilihatnya Jason bangkit dari duduknya.


"Mau mandi,mau ikut..?" goda Jason,karena saat Jesy kecil sebelum pindah ke Malaysia.Jason sangat suka menggoda Jesy yang sewaktu kecil tubuhnya makmur.


"Ogah..lihat orang tua mandi." balas Jesy dengan cemberut.


"Jesy..!" Maya menegur Jesy.


"Bye...bye..gembul." sebelum pergi ke kamarnya,Jason menyempatkan menarik hidung bangir Jesy.Membuat Jesy makin cemberut.


"Aw....awas kak Jason ya,putus hidung Jesy.." dumel Jesy sembari mengelus hidungnya yang ditarik Jason tadi.


Maya dan Dina tertawa melihat kelakuan Jason dan Jesy,sedangkan Rendy duduk dengan santainya sibuk dengan handphonenya.Sifat Rendy sama dengan papanya Badi yang selalu menunjukkan muka serius.


"May..! anak loe Rendy mirip suami loe ya.."


"Banget.." kekeh Maya.


"Kenapa loe bisa kecantol asistennya mas Jo?"


"Tidak ada yang mau dengan gw,loe juga jodoh-jodohin gw dengannya."


"Loe bahagia dengannya kan..?" tanya Dina pada sahabatnya tersebut.


"Bahagialah..!"kalau tidak bahagia tidak mungkin ada dua anak itu." tunjuk Maya kearah dua anaknya.


"Dan loe,akur aja dengan suami loe?" tanya Maya.


"akur,mana ada pelakor dekat.Biar gw cungkil bola matanya." ancam Dina.


Kedua sahabat saling bercerita dan tertawa mengenang masa lalu mereka.


Β 


🌼🌼🌼


Β 


Hari ini Jesy berhasil mengajak Jason menemaninya keluar berjalan-jalan,tidak hanya berdua Jesy juga mengajak Simon dan adiknya Rendy untuk keluar dari kamarnya.


"Kak jason,traktir kita makan itu ya" Jesy menunjuk kesalah satu restoran yang terkenal,di mall tersebut.


"Ok.."


Kemudian mereka masuk kedalam,dan mencari tempat yang tidak terlalu ramai.


Sambil menunggu pesanan mereka datang,Jesy menanyakan tentang Melisa pada Simon.

__ADS_1


"Kak Simon,kapan sih kak Melisa balik?" tanya Jesy kepada Simon.


"Tahun depan." kata Simon.


"Tidak kangen kak..?"


"Kalau kangen,tinggal pesan tiket lalu terbang.." jawab Simon.


"Kak Simon bucin...!" Jesy menertawakan Simon.


"Kalau kak Jason siapa pacarnya?" tanya Jesy pada Jason,yang sedari tadi asyik dengan handphonenya seperti Rendy.


"Jason sih...jomblo abadi.." ledek Simon.


"Loe sih lakunya sama adik gw aja,heran gw apa yang dilihatnya..." balas Jason.


"Bagaimana Jesy,kalau Jesy saja dengan kak Jason." usul Simon,membuat Jason memberikan delikan yang tajam kepadanya.


"No....!" Jesy masih muda,masakan dengan kak Jason.." tolak Jesy dengan cepat.


"He...kakak baru berumur 24 tahun ya,siapa bilang kakak tua." kata Jason,karena dibilang tua oleh Jesy.


"Jesy yang bilang kakak tua." ledek Jesy.


"Awas..." Jason memberikan ancaman kepada Jesy.


"Tidak takut..." balas Jesy.


"Jangan berkelahi terus,ntar kalian jodoh.." lerai Simon.


"Ogah..dengan orang tua." lagi-lagi Jesy meledek Jason.


"Lihat nanti bocah gembul.." keluar ledekan Jason ketika Jesy kecil.


"Siapa yang gembul..!?"semprot Jesy sembari mendelikkan matanya.


Perdebatan mereka terhenti ketika seorang gadis membawa pesanan mereka.


"Rose..!" Simon dan Jason terkejut ketika Rose yang mengantarkan pesanan mereka.


"Hai kak..." Rose meletakkan pesanan mereka ke masing -masing orang.


"Sudah lama tak jumpa ya Rose?"kata Simon.


"Ya kak sibuk,Melisa sebelum berangkat ke Jepang sudah ngajak temu.Tapi Rose sibuk dengan perkuliahan." kata Rose,sesekali dia melirik Jason yang sudah dengan lahap menyantap pesanannya.


" Sepertinya enak punya kakak,bagi..." Jesy meminta Jason menyuapkan makanan milik Jason ke mulutnya.


Jason menuruti keinginan Jesy,dan dia menyuapkan sesendok kemulut Jesy.


"Enak kak..." kata Jesy.


"Tu punya Rendy dan Simon tidak mau coba,biar tambah gembul.." Jason kembali mengusilin Jesy.


"Jesy ngak gembul ya.."


"Gembul.."


"Rendy kakak gembul?" tanyanya pada Rendy yang sedari tadi banyak diam beda dengan Jesy yang suka berbicara.


"Sekarang sih tidak kak,tapi jika kakak tidak nahan nafsu makan.Bisa gendut lagi." ucap Rendy dengan santainya.


"Rendy....!" Jesy memberikan cubitan dilengannya Rendy.


Simon tersadar ketika dilihatnya Rose memandang kearah Jesy yang begitu manjanya dengan Jason.


"Rose kenalkan,ini Jesy dan Rendy." Simon mengenalkan Jesy dan Rendy.


"hai kak.." sapa Rendy dan melanjutkan makannya lagi.


"Saya Jesy kak..." kata Jesy mengenalkan dirinya.


"Selamat makan ya,Rose kebelakang dulu masih sibuk." kata Rose kemudian kembali kedapur.


"Kak Jason,kak Rose cantik.Kenapa tidak kak Jason jadikan pacar?" tanya Jesy.


"Kak Jason mau nunggu Jesy gede aja." jawab Jason santai.


Jesy menjadi terbatuk mendengar perkataan Jason,dan Simon dan Rendy tertawa melihat Jesy memuncratkan makanannya ketika mendengar ucapan Jason.


"No...!"Jesy bilang No....tetap no.."


**Bersambung ya.


kasih bintang 5 ya kakak trims.

__ADS_1


Happy reading ya.πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹**


__ADS_2