Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
epi 68. Galau.


__ADS_3

**Hai...hai jumpai lagi dengan author ni dalam karya kubawa pergi cintaku.


cinta itu bisa pergi dan bisa juga kembali kepada orang yang sedang menunggunya.


Terimakasih kepada readers yang sudah memberikan vote,like.comment n rate.


Happy reading ya**.


"Maya,besok kalian jadi balik ke Malaysia?" tanya Dina pada sahabatnya Maya.


"Ya,padahal gw masih kangen dengan Indonesia." kata Maya.


"Biar saja papa balik dengan Rendy ma.." kata Jesy.


"Siapa yang akan mengurus laki-laki dua itu,biar kacau nanti rumah di buat papa dan Rendy." jawab Maya.


"Dina,sebelum Jesy masuk asrama.Biar dia tinggal disini ya?"


"Ya,sudah gw bilang.Biar Jesy sekolah dari sini tidak usah masuk asrama,tapi loe tidak izinkan.."


"Bukan tidak diizinkan,tapi memang anaknya mau sendiri masuk asrama." kata Maya.


"Jesy emang ingin masuk asrama tante,kak Melisa cerita katanya seru tinggal di asrama." cerita Jesy.


"Di asrama,semua dilakukan serba sendiri.Apa nanti Jesy mampu?" tanya Dina kepada Jesy.


"Mampu..!" seru Jesy dengan bersemangat.


"Baru satu hari saja nanti sudah nangis minta dijemput.." ucap Jason yang baru saja tiba dari kantor.


"Kak Jason,jangan anggap remeh Jesy.Ayo kita taruhan,jika Jesy tahan satu bulan tinggal di asrama.KakJason harus traktir Jesy.dan jika Jesy yang kalah.kak Jason bisa minta apa saja,tapi jangan yang mahal-mahal maklum Jesy masih anak sekolahan." kata Jesy kepada Jason.


Jason mendekat bibirnya ketelinga Jesy,dan membisikan sesuatu ketelinganya.


"Aw.....!" teriakan Jesy mengagetkan Maya dan Dina yang sedang berbincang.


"Jesy..!" ada apa ngagetkan mama saja." kata Maya.


"Jason,jangan ganggu Jesy." ingatkan Dina pada Jason yang tertawa begitu mendengar teriakan Jesy.


"Kak Jason jahat tante.." adu Jesy kepada Dina.


"Jason kamu suka kali jahilin Jesy." kata Maya.


"Habisnya Jesy lucu tan...!"


"Emang Jesy badut...!" omelan Jesy keluar dari bibirnya yang manyun.


Tiba-tiba seorang pelayan masuk kedalam rumah,memberitahukan ada tamu yang datang.


"Mba Yanti..!" sapa Dina ketika dilihatnya Yanti datang bersama Rose.

__ADS_1


Dina mengenalkan mba Yanti kepada Maya dan Jesy.


"May,mba Yanti tetangga gw waktu tinggal di Semarang." kata Dina pada Maya.


"Mba Yanti dan mas Dika selalu bantu gw dulu." kata Dina lagi.


"Terimakasih mba telah jaga teman gw ini diwaktu dia susah." kata Maya kepada Yanti.


"Dina sudah saya anggap adik." ucap Yanti.


"Kak Rose sini duduk dekat Jesy." Jesy memanggil Rose duduk dekat dengannya.


"Kak Rose sudah kuliah ya.?" tanya Jesy kepada Rose.


"Ya,kalau Jesy..?" tanya Rose.


"Jesy masih mau masuk SMA ." kata Jesy.


"Rose bagaimana perkuliahannya?" tanya Dina.


"Lancar tante,sebentar lagi Rose akan praktek kelapangan." beritahu Rose tentang perkuliahannya.


"Sebentar lagi tamat,sudah bisa dapat menantu mba Yanti."kata Dina.


"Menantu...!" pacar aja Rose tidak punya." kata Yanti.


"Bagaimana kita jodohkan Jason dengan Rose..!"usul dari Dina mengagetkan Jason.


"Mommy tidak melucu Jason,mommy serius."ucap mommynya.


"Ya tante,kak Jason jodohkan dengan kak Rose saja.." Jesy kesenangan mendengar usul dari tante Dinanya,karena Jesy merasa jika Jason dekat dengan seorang gadis.Maka dia akan terhindar dari keisengan Jason selama ini.


"Bagaimana menurut mba Yanti?" tanya Dina pada Yanti.


"Terserah dengan anaknya saja." jawab Yanti memandang wajah Rose yang tersipu malu.


"Menurut loe bagaimana Maya...?" Dina juga menanyakan pendapat Maya.


"Cocok,Rose cantik dan Jason ganteng.Pasangan yang klop." kata Maya sambil tersenyum.


"yea....semua setuju,akhirnya kak Jason tidak jomblo lagi." Jesy berteriak dengan senang sambil bangkit dari duduknya,sepertinya Jesy mendapatkan hadiah sehingga meloncat kegirangan.


"He...gembul diam,duduk sini..." Jason menarik Jesy sehingga Jesy jatuh keatas kepangkuan Jason.


"Kak Jason..!" Jesy kaget ketika jatuh keatas pangkuan Jason,tapi Jason tidak perduli.Dia malah mengejek Jesy.


"Gembul,berat kali badanmu.Sudah bisa diet ini." Jason terus memeluk Jesy sehingga Jesy sulit untuk bangkit dari pangkuan Jason.


"Kakak...!" Jesy mencubit lengan Jason,sehingga pelukan Jason di pinggangnya terlepas.


Rose kaget melihat kelakuan Jason dan Jesy didepan mereka,sedangkan Dina dan Maya biasa saja.Karena sedari kecil Jason dan Melisa sangat menjaga Jesy dan Rendy.

__ADS_1


"Tidak ada sopannya kedua orang ini,mesti diajar sopan santun dulu.Dasar anak orang kaya main peluk dan pangku anak orang." batin Rose.


"Tante Dina,kak Jason terus bilang Jesy gembul.." adunya pada Dina.


"Jason,Jesy jangan dibilang gembul.." ingatkan Dina.


"Emang gembul." ucap Jason lagi,sebelum dia bangkit dari duduknya.


"Jason,antar nanti Rose dan mba Yanti." Dina berusaha mendekatkan Jason dan Rose.


"Maaf mom,Jason banyak kerjaan." elak Jason untuk mengantar Rose,karena dia tahu rencana mommynya untuk mendekatkan dirinya dengan Rose.


"Tidak apa-apa Dina,kami bisa pesan mobil online saja.Tadi kami kesini juga naik itu." kata Yanti,sedangkan Rose ada sedikit kecewa karena Jason menolak untuk mengantarnya dan bunda pulang.Di hati Rose sudah ada rasa suka kepada Jason,sejak bertemu di bioskop waktu itu.


"Maaf tante.." Jason juga meminta maaf pada Yanti,karena dia tak mau menyinggung tetangganya yang dulu sering ikut menjaganya.


"Tidak apa-apa Jason,tante tahu kamu pasti sibuk." kata tante Yanti pada Jason.


Kemudian Jason meninggalkan ruang keluarganya,menuju ruang kerja Daddynya.


"Jesy,kamu dekat ya dengan keluarga ini?" Rose menanyakannya tentang kedekatannya dengan keluarga Dina.


"Ya kak,Jesy dan Rendy sedari kecil sudah dekat dengan kak Melisa dan Kak Jason." kata Jesy.


"Siapa Rendy..?" tanya Rose kepada Jesy.


"Adik Jesy,tadi pergi ikut papa ke kantor."


"Walaupun kalian sudah dekat dari kecil,tapi tidak sepantasnya kalian pelukan dan pangkuan didepan umum."dengan suara yang pelan Rose mengingatkan Jesy mengenai jatuhnya dia diatas pangkuan Jason akibat tarikan Jason tadi.


Mendengar ucapan dari bibir Rose,Jesy kaget dan terdiam.Karena selama ini dia tak menyadari bahwa akan ada orang yang akan memperingatkannya,Karena Jesy menganggap bahwa Jason kakaknya.


"Kami sudah biasa dengan kak Jason segitu akrabnya kak Rose."


"Itu dulu,sekarang kamu sudah besar.Bagaimana perasaan kekasih Jason melihat ada gadis yang bermanja-manja dengan pacarnya,apa nanti tidak akan timbul salah paham." kata Rose.


"Maaf kak,Jesy tidak kepikiran sampai kesitu.." jawab Jesy lirih.


"Kamu harus pikirkan itu." Rose dengan santai mengatakan itu semua,dia tak menyadari atau tidak perduli ada hati yang terganggu dengan perkataannya tadi.


"Apa aku terlalu dekat dengan keluarga ini dan Kak Jason." batin Jesy bergejolak,dia galau mengingat percakapannya dengan Rose barusan.


Sedangkan Rose dengan cueknya memainkan game diponselnya.


ย 


**Bersambung


ย 


Beribu-ribu terimakasih author ucapkan atas partisipasi readers kesayangan yang sudah mengikuti cerita ini,dengan memberikan vote,rate,dan like๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


Happpy reading ya**.


__ADS_2