
***jumpai lagi ,apakabar semua semoga dalam keadaan sehat...
Β
happy reading guys***
Β
Setelah mendapatkan izin dari Johandy untuk keluar dari kamar.
Dina melangkahkan kakinya keluar dari kamar,pertama tama dia bingung ingin kemana karena dia belum tahu seluk beluk rumah ini.
Ketika dia bingung ingin kemana,seorang pelayan melintas di depan.
" permisi..." sapa Dina pada pelayan tersebut.
" ya nyonya..." jawab pelayan tersebut dengan sopan.
" dimana saya bisa menemukan tuan Johandy...?" Dina menanyakan keberadaan Johandy.
" tuan tadi berangkat ke kota nyonya..." kata pelayan tersebut
Kemudian Dina melihat kepala pelayan datang mendekat ke arahnya.
" nyonya saya telah menyediakan teh dan cemilan di taman,mari saya tunjukkan arahnya..." kata kepala pelayan tersebut
Dina mengikuti langkah kepala pelayan tersebut,ketika sampai ketempat yang di tuju.
Dina melihat taman yang begitu indah yang ditumbuhi beraneka macam bunga,membuat taman itu semakin indah dan semerbak harum bunga
" indah sekali..." tutur Dina.
" ya nyonya ,tuan menyuruh tukang kebun untuk menanam bunga rose dan anggrek..." terang kepala pelayan.
" ternyata dia masih ingat bunga kesukaan ku..." batin Dina.
__ADS_1
" tuan kapan pulang...?" tanya Dina sembari melangkahkan kakinya ke arah bunga rose berwarna kuning dan menundukkan kepalanya lalu mencium bunga tersebut.
" tidak tentu nyonya,jika sibuk bisa tidak balik ke villa..." terang kepala pelayan.
" jadi ada kemungkinan dia tak balik...?"tanya Dina lagi.
" karena nyonya ada di sini,tuan pasti kembali nyonya..." kata kepala pelayan
Dina duduk dan mengambil cemilan yang tertata di atas meja di depannya
" saya permisi nyonya..." ucap kepala pelayan.
" silakan pak ,saya akan di sini dulu menikmati kecantikan bunga bunga ini..." kata Dina.
" silakan nyonya..." kata kepala pelayan yang kemudian pergi meninggalkan Dina duduk sendiri.
Dalam kesendiriannya, tiba-tiba ingatan Dina melintas di pikirannya.
Ketika sore dia sering bersama Jason ke taman untuk bermain,karena taman di dekat rumahnya dahulu di waktu sore tempat anak anak bermain dan Jason sangat suka.
" ah Jason...mommy rindu..." guman dina yang tak terasa air matanya telah menetes.
Karena terlalu larut dalam lamunannya,dia tak mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya.
Dina tiba tiba terkejut ketika dia diangkat,dan dia jadi duduk di pangkuan seorang.
" ah...turunkan...!" pekik Dina kaget, ketika ada yang mengangkatnya dan memangkunya.
Dina menolehkan kepalanya kearah orang yang memangkunya.
" mas Jo..." pekik Dina ketika dilihatnya Johandy yang memangkunya.
" kenapa honey rindu sama mas...?" tanya Johandy.
" siapa yang rindu..." seru Dina.
__ADS_1
" tadi katanya ada yang nanya-nanya tentang mas..." Johandy dengan menggoda Dina.
" ih...ge...er ,siapa yang nanya..." elak Dina.
" istri tersayank mas katanya..." Johandy semakin senang menggoda Dina ketika dilihatnya pipi Dina bersemu merah.
" Dina ngak nanya kok..." elak Dina lagi.
" nga ngaku ya,siap-siap dapat hukuman..." ancam Johandy.
Kemudian johandy menarik tengkuk Dina dan menyapukan bibirnya ke Bibir Dina.
Tetapi Dina tersadar dan mendorong Johandy untuk melepaskan itu semua.
" mas ada orang...!" seru Dina sembari mendorong johandy.
Dina berusaha untuk bangkit dari pangkuan Johandy.tetapi Johandy menahannya untuk pergi.
" mas cukup mas..." ucap Dina yang merasa jengkel,karena Johandy terus memeluknya.
" mas stop ada yang lihat..." ingatkan Dina.
"ok mas akan berhenti,sedang apa honey disini sendiri?" tanya Johandy ketika dilihatnya Dina berada sendirian ditaman.
"Lihat bungalah mas,emang ditaman mau mandi," jawab Dina dengan juteknya.
"Mulut istri mas tersayang ini makin pintar ya," kata Johandy sembari mencubit pipi Dina dengan gemasnya.
"Mas sakit tahu.!" seru Dina,karena merasakan sakit akibat cubitan yang dilakukan Johandy.
"Maaf...maaf!" habisnya mas gemas banget lihat pipi chubey honey," gurau Johandy.
Β
***bersambung
__ADS_1
Β
happy reading ππππ***