
***hai friends virus corona masih merajalela
***mari kita menjaga diri masing masing
dengan cara isolasi diri dan jauhin keramaian...
and jangan lupa mampir ke cerita gw friends***...
Tak terasa sudah hampir dua minggu Dina kehilangan Jason,tapi belum ada perkembangan dalam menemukan keberadaan Jason.
" Apa sih kesulitannya untuk mencari anak kecil..." batin Dina.
" non ini alat alatnya..." Nana menyerahkan alat berkebun yang di minta Dina tadi.
" ayo mba Nana kita kerja..." seru Dina dengan bersemangat.
" non ini panas lo,entar gosong tu badan..." ujar mba Nana.
" biar aja mba,kalau di rumah terus bisa gila gw..." kata Dina yang sedang menggunting bunga mawar yang sudah layu.
Mendengar perkataan Dina,mba Nana menatapnya dengan mimik muka yang sedih dan kasihan.
" Moga ini semua cepat berlalu non Dina..." batin Nana ,dengan memandang kearah istri majikannya itu.
" ayo mba Nana jangan bengong aja, mba mau tahu ada tu ayam tetangga Dina mati gara gara kebanyakan bengong..." gurau Dina.
" ah yang betul non,masakan ada ayam bengong..." ucap Nana penasaran.
Melihat mba Nana dengan polos bertanya,membuat Dina tak dapat menahan tawa.
" non Dina ngerjain Nana ya..." kata Nana yang baru tersadar bahwa ia digoda Dina.
__ADS_1
Dina dan Nana tertawa,mereka tak sadar ada sepasang mata yang memandanginnya sedari tadi.
" maafkan mas Dina,mas tidak akan membuat kalian jauh dari sisi mas lagi." guman Johandy.
" mba Nana cari pot untuk anggrek,biar kita kembangkan bunga anggreknya.."
" baik non..."
Tak lama kemudian,mba Nana membawa pot untuk mengembangkan bunga anggrek.
" ini non cukup..." ujar mba Nana menunjukkan pot bunga yang di bawanya tadi.
Mereka dengan asyiknya mengerjakan pemindahan anakan bunga anggrek,sehingga tak mendengar langkah kaki yang mendekat.
" asyik sekali honey,lagi apa...?; sapa Johandy.
Dina tak merespon pertanyaan Johandy,begitu juga dengan mba Nana hanya menundukkan kepalanya. Ketika di lihatnya majikannya datang mendekat.
" honey...." sapa Johandy lagi.
" mas lihat kami lagi apa...?" tanya Dina balik.
" nah mas dah tahu untuk apa tanya..." ujar Dina tetap meneruskan pekerjaannya.
Mendengar perkataan Dina membuat Johandy menjadi gemas.
kemudian Johandy mendekat kearah Dina dan memeluknya dari belakang.
" mas apa-apaan sih..." ujar Dina.
" mulut kamu makin nakal ya..." kata Johandy.
mba Nana yang melihat kemesraan Johandy kepada Dina menjadi malu untuk melihatnya.
" non saya masuk dulu ya..." ujar mba Nana dengan cepat meninggalkan taman.
__ADS_1
" mba Nana kita belum selesai..." cegah Dina agar mba Nana tidak meninggalkan mereka.
tapi mba Nana tetap melanjutkan langkah kakinya.dia tak mau mendapatkan teguran dari Johandy.
" tu...kan gara gara mas,kabur mba Nana..."
" lagian untuk apa panas-panasan,sudah ada tukang kebun tinggal perintah..." kata Johandy.
" bosan di kamar terus ,ngak ada yang bisa dikerjakan..." ucap Dina.
" mas lepasin, Dina masih sibuk..."
" oke..." johandy melepaskan pelukannya
" mas ngak kerja...?" tanya Dina.
" mas nga perlu tiap hari ke kantor,ada Badi yang menghandel semua urusan kantor.."
" Silvia di mana sekarang mas...?" tanya Dina tiba tiba.
" mana mas tahu...."
" he...kenapa tanya Silvia...?" selidik Johandy.
" nga iseng aja ,Dina heran aja kenapa mas Badi yang ikut mas Jo kemana mana sekarang.Dulu Silvia seperti banyangan mas Jo..." ejek Dina.
" dua tahun yang lalu Silvia mengundurkan diri..." terang Johandy.
Mendengar Silvia mengundurkan diri,Dina menjadi penasaran.
" kenapa dia mundur..." batin Dina.
***bersambung dolo
__ADS_1
happy reading ya***......