
Terimakasih atas vote,comment,like and ratenya ya.
Hari ini seperti biasanya,Simon mampir dulu ke usaha bengkelnya,walaupun masih bersekala kecil tapi bengkelnya sudah ada cabang di tiga wilayah.
"Om,cepetan benarin motor dedek ya." suara seorang gadis memecah keheningan bengkel tersebut.
"Rose,pelan dikit suaranya.Boss lagi diatas." suara seorang lelaki pekerja bengkel kepada Rose,yang sudah sangat mengenal Rose.
"Pantesan sepi serasa dimakam,rupanya boss lagi ninjau.Apa bang Jaka kerja apa main-main." sindir Rose kepada orang yang bernama Jaka.
"Hus...!" Jaka menyuruh Rose untuk diam.
"Rose,motor mu ini sudah bisa pensiun.Ususnya aja sudah bergantungan begini." kata Jaka kepada Rose.
Jaka menghentikan bicaranya,ketika dia mendengar langkah kaki turun dari lantai atas.
"Jaka..!" panggil orang tersebut.
Jaka menoleh kearah orang yang memanggilnya,begitu juga Rose.Orang yang memanggil Jaka juga kaget melihat keberadaan Rose dibengkelnya.
"Rose..!" sapa Simon.
"Kak Simon..!" balik sapa Rose.
"Kenapa kesini?" tanya Simon,ketika dilihatnya keberadaan Rose dibengkelnya.
"Ini kak,Rose mau berenang." jawab Rose usil,Jaka dan Simon tertawa mendengar jawaban Rose.
"Kak Simon ini,kalau orang ke bengkel ya sudah pasti untuk memperbaiki kendaraannya." jelaskan Rose.
"Ya,kakak salah.Apa rusaknya Jaka?" Simon menanyakan tentang kerusakan motornya Rose.
"Ini boss,motornya sudah butut.Sudah seharusnya masuk mesium." beritahu Jaka.
"Bang Jaka,motor Rose masih muda ya.Enak aja mau di musiumkan." ujar Rose.
"Lihat ni,ususnya aja sudah bergelantungan.Mirip usus sundel bolong." Jaka menggoyang-goyangkan wayar sepeda motor Rose.
Simon tertawa mendengar Jaka menyamakan wayar sepeda motor Rose dengan usus sundel bolong,sedangkan Rose hanya menampilkan wajah juteknya.
"Ya ni Rose,dah bisa ganti yang baru.Biaya perbaikannya saja bisa dapat sepeda motor baru." kata Simon sembari melirik Rose.
"Uang Rose belum cukup belinya." katanya Rose.
"Uang muka sepeda motor sekarang murah." kata Simon lagi.
"Rose,bawa sepeda motor yang sudah hancur begini berbahaya." Jaka juga ikut mempengaruhi agar Rose mau mengganti sepeda motornya.
"Begini saja Rose,ayo kita ke showroom.Rose lihat disana mana yang suka kakak bantu uruskan." kata Simon.
"Tenang aja Rose,itu showroom boss.Tidak mungkin tertipu." kata Jaka kepada Rose yang masih bimbang.
"Kak Simon ada showroom juga,ih..kaya juga kakak ya." puji Rose,membuat Simon tersenyum kecil.
Kak Simon sudah ganteng,kaya dan baik lagi.Tidak seperti teman kakak itu arogan,sombong." lanjut Rose memuji Simon dan mengejek Jason.
"Rose belum kenal Jason,kalau sudah kenal luar dalam.Pasti Rose bakalan kesengsem." ingatkan Simon.
"Hih....kak Simon bisa saja..!"
"Bagaimana,kita showroom ya?" tanya Simon pada Rose yang masih juga bimbang.
__ADS_1
"Kak Simon tidak kerja,nanti big boss marah." kata Rose.
"Tidak marah,big boss sudah jinak dengan kakak." kata Simon.
"Ayo ya,kak Simon.Rose bilang dengan big boss,emang big boss macan sudah jinak."
"Setengah macan." sahut Simon dengan mengatakan Jason setengah macan.
"Ayo kita berangkat." ajak Simon pada Rose,agar pergi ke showroom untuk melihat sepeda motor yang diinginkan Rose.
ย
๐ผ๐ผ๐ผ
ย
"Kakak sudah lama kenal big boss?" tanya Rose,ketika didalam mobil menuju tempat yang dituju mereka.
"Dari sekolah menengah sampai kuliah,dan kerja di perusahaannya." jawab Simon.
"O...o...!"
"Katanya rumah kalian dulu bertetangga,saat tinggal di Malang?" tanya Simon.
"Ya kata bunda,tapi Rose belum lahir saat itu." beritahu Rose.
"Pantes Rose tidak kenal Jason ya."
"Kami bertetangga saat itu,menurut ceritanya bunda.Jason masih umur belum 2 tahun,dia juga tidak ingat bunda."
"Ya juga ya."
"Bagaimana kuliahnya?" tanya Simon mengenai perkuliahan Rose.
"Selesai nanti,mau jadi petani ya?"
"Rose ingin mempunyai perkebunan bunga." cerita Rose.
"Sesuai dengan nama, Rose." kata Simon.
"Rose ingin suatu saat,bisa menciptakan spesies bunga baru." Rose mengungkapkan impiannya.
"Seperti apa,bunga bangkai tapi tidak bau busuk." goda Simon.
Hih...kak Simon,Rose serius tahu."
"Ok maaf.....!" semoga impiannya Rose terwujud." ucap Simon.
"Amin..!"
Simon memperlambat jalan kendaraannya dan kemudian berhenti di showroom sepeda motor yang cukup besar.
"Ini showroom sepeda motor usaha kak Simon?" tanya Rose,ketika dilihatnya banyak merek sepeda motor dari tipe yang kecil sampai yang besar.
"Yup...." Simon mengiyakan pertanyaan Rose.
"Ternyata kak Simon cukup tajir..!" kata Rose sambil tertawa.
"Kenapa,mau jadi pacar kakak?" tanya Simon kepada Rose .
"Ogah,kakak sudah tua.Rose masih muda." tolak Rose.
__ADS_1
"Hih....!" kakak masih muda,keren.Tajir seperti kata Rose tadi." Simon terus menggoda Rose yang terus melihat macam-macam jenis sepeda motor.
"Rose tidak mau cari pacar tajir." kata Rose.
"Kenapa..?" semua cewek suka dengan cowok tajir." Simon heran dengan perkataan Rose.
"Cowok tajir,apalagi keren.Semua playboy,pacarnya ditiap tempat ada.Kalau dijajarkan mungkin dari sini sampai istana Merdeka." Rose berkata dengan serius.
"Tapi kak Simon belum pernah punya pacar." kata Simon lagi.
Rose membalikkan tubuhnya menghadap Simon,dan menatap Simon dengan rasa tidak percaya mendengar perkataan Simon.
"Kenapa kak Simon belum pernah punya pacar." mata Rose menyelidiki Simon dengan teliti.
"Apa kak Simon...." Rose tak meneruskan perkataannya.
"No....!" kak Simon normal,jangan Rose kira kak Simon penyuka sesama jenis." ucap Simon dengan cepat,ketika dia mengetahui bahwa Rose mengira Simon ada kelainan.
Rose tertawa,ketika melihat raut wajah Simon yang terkejut karena dikiranya ada kelainan.
"Idih kak Simon,pucat tu wajah.Rose hanya bercanda kak,Rose yakin kak Simon bukan tu..tu...." tawa Rose pecah.
"Dasar kamu..." Simon menyentil kening Rose,membuat Rose meringis.
"Kak,sepertinya Rose mau yang itu.Tapi jangan mahal-mahal ya,bujet Rose minim." beritahu Rose.
"Tidak,untuk calon mamanya anak kak Simon.Kakak kasih discount special." kata Simon.
"Kak Simon jago merayu ya."
Simon hanya tertawa mendengar ucapan Rose,ntah kenapa Simon sangat senang menggoda Rose.Mungkin karena dia tidak mempunyai adik,sehingga dia merasa Rose seperti adiknya sendiri.
๐๐๐
Setibanya di kantor,Simon langsung menuju ke ruangan Jason.
"Kemana aja,jam segini baru sampai kantor." Jason menunjukkan jam yang berada diatas meja kerjanya.
"Sory bro,gw tadi ngantar Rose cari sepeda motor." beritahu Simon kepada Jason.
"Sejak kapan elu akrab dengannya?" tanya Jason.
"Sejak hari ini,tadi tu gw jumpa Rose dibengkel.Sepeda motornya rusak,terus gw bilang tu sepeda motornya sudah tidak layak jalan.Dan gw sarankan biar dia beli baru,kemudian gw bawa ke showroom.Makanya gw telat masuk kantor." cerita Simon.
"potong gaji,elu telat 2 jam masuk kantor." kata Jason.
"Waduh bro,telat 2 jam aja potong gaji."
"Atau elu pindah ke Aussie,seperti kata Daddy waktu itu." Jason mengingatkan Simon akan niat Daddynya memindahkannya kekantor di Aussie.
"No....!" seru Simon.
"Enak aja,lagi mau pdkt dengan Rose." gumannya.
"Apa elu bilang?" tanya Simon yang tidak mendengar jelas apa yang diucapkan Simon.
"Nothing boss."
"Sudah sana,urus ini proyek baru." Jason menyerahkan file proyek baru kepada Simon untuk dipelajarinya.
**Lanjutโ๏ธโ๏ธโ๏ธ
__ADS_1
Jika berkenan berikan vote,like n ratenya ya trims ya teman-teman yang sudah mau mampir.
Happy reading ya๐๐๐**