
ππPanah cupid sudah menghampiri Jason,apakah Jesy juga ππ
"Kak kita kemana,lewat hutan-hutan.Apa ada mall dihutan begini?" Jesy melihat sekelilingnya pohon pinus yang berjajar rapi disepanjang jalan.
"Sabar gembul.." kata Jason.
"Kak Jason ini,sebut Jesy gembul terus." protes Jesy,Jason melihat dari kaca spion bibir Jesy sudah manyun.
"Itu panggilan sayang.." kata Jason.
Jesy mencubit perut Jason,sehingga mengaduh.
"Aduh..bul,sakit.." kata Jason.
"Cubit gitu saja kakak kesakitan,lemah sekali tubuh kak Jason." ejekan diberikan Jesy kepada Jason.
"Itu mobil kak Simon.."terlihat mobil Simon berada didepan mereka.
"Ya.." jawab Jason.
"Lambat sekali kak Simon bawa kendaraannya." Jesy heran,karena sudah lama mereka berangkat.Dan mereka masih dapat mengejarnya.
"Itu enaknya naik sepeda motor,tidak terjebak macet." kata Jason.
"Ya,bisa cepat.."kata Jesy.
"Dan bisa dapat pelukan gratis." kekeh Jason.
"Hih.."
Jason membawa kendaraannya melewati mobil Simon,dan Jesy melambaikan tangannya.
"Mereka cepat juga,padahal kita duluan." kata Simon.
"Kak Simon bawa mobil seperti naik sepeda saja,ngebut kak." kata Melisa menyemangati Simon agar mempercepat laju kendaraannya.
"Untuk apa cepat-cepat,kita menikmati perjalanan ini." Simon tetap santai membawa mobilnya.
"Kak Simon tahu,bahwa kak Jason menyukai Jesy..?" pertanyaan Melisa membuat Simon kaget.
"Jason menyukai Jesy?"sebenarnya kakak juga sudah curiga." kata Simon.
"Waktu ulang tahun Jesy,Mel tanya kepada kak Jason."
Β
**Flashback on**
Β
"Kak,Mel ingin tanya.Kakak harus jujur?" Melisa mendekati Jsson yang sedang duduk sambil memainkan handphonenya,tapi matanya sesekali melihat kearah Jesy.
"Apa..?" tanya Jason.
"Kakak,suka dengan Jesy..?" Jason tidak terkejut dengan pertanyaan Melisa.
"Ya." jawab Jason dengan tegas.
"Suka kakak sebagai adik atau sebagai pria dan wanita.?"tanya Melisa lagi.
"Untuk apa sebagai adik,kakak sudah ada kamu.Dan akan tambah satu lagi,sepertinya punya adik sudah cukup." kata Jason.
"Kakak suka Jesy sebagai wanita,tapi Jesy masih kecil kak.Masih 16 tahun." kata Melisa lagi.
"Tidak selamanya kecilkan." kata Jason.
"Kakak serius,jangan permainkan perasaan Jesy.Mel marah nanti."
"Kakak serius,kamu dukung kan jika kakak dengan Jesy?" tanya Jason pada Melisa.
"Dukunglah,Mel sudah kenal Jesy sejak kecil." jawab Melisa gembira.
__ADS_1
"Terus kenapa Mel,dekatkan kakak dengan Rose?" tanya Jason.
"Melisa dengar kakak mau dijodohkan dengan Rose oleh mommy,Melisa kira kakak menyukainya." kata Melisa.
"Awalnya ada perasaan sedikit suka pada diri Rose,tapi makin kesini ada perasaan yang aneh setiap berada di dekatnya.Tapi kemunculan Jesy kesini,membuat kakak berasa nyaman dekat dengan Jesy." Jason menceritakan perasaannya terhadap Jesy dan Rose.
Β
**Flashback end**
Β
"Tak disangka Jason terperangkap gadis abg." kekeh Simon menertawakan Jason.
"Mel suka jika Jesy bisa menerima perasaan kak Jason,kita sudah mengenal Jesy lama." kata Melisa.
"Kenapa selama ini seperti Melisa berusaha mendekatkan Rose dengan Jason?" tanya Simon.
"Karena Mel kira kak Jason menyukai Rose,tapi ternyata tidak.sebenarnya Mel kurang begitu suka dengan sifat Rose,sepertinya dia suka memaksakan kehendaknya sendiri." cerita Melisa.
"Tapi sama kakak dia biasa saja." kata Simon mengenai Rose.
Percakapan mereka terhenti,ketika mereka memasuki halaman tempat peristirahatan yang dituju mereka.Dan dilihatnya Jesy tertawa senang karena yang pertama tiba ditempat.
"Yea...kami menang,kak Simon dan kak Melisa kalah..!"Jesy berteriak kesenangan.
"Itu karena kami menikmati pemandangan,makanya kami jalan dengan pelan-pelan saja." jawab Simon tak mau kalah.
"Sudah..ayo angkat barangnya." Jason menuju bagasi mobil Simon,dan mulai mengangkat barang-barang yang mereka bawa.
"Banyak sekali barangnya?" melihat banyaknya barang yang dibawa Jesy heran.
"Kita tiga hari disini,liburan." kata Jason.
"Jesy tidak bawa baju untuk menginap." kata Jesy.
"Tenang,kak Mel sudah membawakan perlengkapan Jesy."jawab Melisa.
"Ya gembul.." goda Jason.
"Jahat semua ya,apa tidak seram malam-malam disini kak?" Jesy merinding melihat ke sekitar tempat peristirahatan.
"Tenang tidak ada hewan buas disini,cuma ada setan." kata Simon.
"Kakak..!" Jesy langsung berlari memeluk Melisa,dia melewati Jason yang berada disampingnya.
"Aduh Jesy,kenapa kakak yang dipeluk.Ada kak Jason tu disamping." kata Melisa untuk mengoda Jesy.
"Hih kak Jason rajanya setan.." ledek Jesy.
"Apa kau bilang gembul..!" Jason mengejar Jesy,sehingga Jesy bersembunyi dibelakang Melisa.
"Maaf kak Jason.." teriak Jesy setelah dia tertangkap Jason,dan Jason mencubit kedua pipinya.
"Kak Jason,pipi Jesy luka ini ya.Awas ya kalau pipi Jesy cedera." Jesy mengusap pipinya bekas cubitan Jason.
Β
πππ
Β
"Dina apa kabar,selamat ya atas kehamilannya.Mba ingin hamil tidak terkabul." ucap mba Yanti datang bersama Rose,untuk mengunjungi Dina karena mendengar Dina hamil anak ketiga.
"Baik saja mba,mba Yanti sendiri bagaimana?"tanya Dina.
"Baik Dina.." jawab mba Yanti.
"Rose bagaimana,sehat juga kan?" sehat tante.
"Kenapa sepi Dina,pada kemana yang lain." tanya Yanti,karena tidak melihat keberadaan anak dan suaminya Dina.
__ADS_1
"Mas Jo lagi diruangan kerjanya,sedangkan anak-anak pergi tadi liburan." kata Dina.
"Rose,tadi kalau datang lebih cepat bisa ikut dengan mereka." kata Dina.
"Kemana mereka pergi tante?" tanya Rose.
"Ketempat peristirahatan,Jason ada beli tanah dan di bangunnya tempat peristirahatan.Tapi tante tidak tahu lokasinya pasnya dimana." kata Dina.
"Untuk apa aku ikut kesini,mereka tak ada,lebih baik tadi ketempat Lisa,menemui Michael." batinnya Rose ngedumel karena tidak menemui Jason dan Melisa dirumah.
Dina dan Yanti asik bercerita,sedangkan Rose memainkan handphonenya sambil menyesali kedatangannya kesini.
Β
πππ
Β
Jason dan Simon membuat api unggun,karena udara sudah dingin.Dan sekitar tempat peristirahatan yang tadi masih terang sekarang mulai beranjak gelap dan mulai terdengar suara binatang malam.
"Seram sekali sini,kak Mel bagaimana ini Jesy belum mandi?" Jesy sedari tadi sibuk ikut Jason mancing,sehingga lupa untuk mandi.
"Ayo kak temanin Jesy dulu..?" Jesy minta ditemanin Melisa mandi.
"Ayo kakak temanin." timbul niat Jason menganggu Jesy lagi.
"Hih..ogah ya.." tolak Jesy.
"Kakak temanin,kakak diluar.Jesy mandi didalam,ini otak mikir yang lain saja." kata Jason.
"No..ayo kak." Jesy menarik lengan Melisa untuk menemaninya mandi.
Setelah selesai mandi,Jesy dan Melisa keluar dan dilihatnya diatas meja sudah tertata rapi makanan.
"Tahu aja ya kita-kita lagi lapar." kata Melisa dan mengambil jagung bakar yang masih hangat.Jesy juga mengambil jagung bakar dan mengambil tempat duduk disebelah Melisa.
Ketika Jason datang,Melisa memberikan kode dengan bangkit dari duduknya.Dan Jason duduk ditempat Melisa duduk tadi.Sedangkan Jesy tak menyadari bahwa Melisa tidak berada di dekatnya lagi.
"Jangan banyak-banyak makan jagung."ingatkan Jason.
"Wow..!" sejak kapan kakak duduk sini?" kaget Jesy mendengar suara Jason disisinya.
"Sejak tadi,rakus sekali makannya.Sampai tidak tahu orangnya sudah ganti." kata Jason,dan tangannya mengambil sisa jagung yang menempel disudut bibir Jesy.
"Makannya seperti anak bayi,belepotan." kata Jason lagi.
"Laper.." jawab Jesy.
"Makan nasi,jangan jagung saja.Nanti sakit perut." Jason bangkit dari duduknya dan mengambil sepiring nasi,dan memberikannya pada Jesy.
"Terimakasih kak."Jesy mengambilnya dan mulai menyuap nasi kemulutnya.
"Suap.." Jason meminta Jesy menyuapkan nasi kemulutnya.
"Makan sendiri kak." Jesy menolak untuk menyuapkan nasi kemulutnya.
"Tangan kakak capek tadi,bawa motor."
"Ayo Jesy suap Jason,nanti sakit Jason gawat.Disini jauh dari rumah sakit." bujuk Simon.
"Ayo Jesy jangan malu-malu." Melisa ikutan menyemangati Jesy untuk menyuapin Jason.
Dengan malu-malu Jesy memberikan suapan kepada Jason.
"Hem...enak.." ucap Jason.
**Bersambung
Hai kakak cantik like,vote n rate ya.biar semangat untuk up ππ
Happy reading ya**
__ADS_1