
**Hai jumpa dengan Jason and Simon disini ya.
Happy reading ya friends**.
"Simon kenapa apinya belum ada baranya?" tanya Jason ketika dilihatnya Simon kesulitan menghidupkan api.
"Dulu kau tidak pernah ikut kemping?" tanya Jason,ketika dilihatnya hasil kerja Simon.
"Ngak.." jawab Simon.
"ini hasil pancingan gw,sedangkan elu disuruh hidupkan api aj belum jadi-jadi dari tadi." kata Jason kepada Simon.
"Kenapa ngak beli makan siap saji saja,dari pada mancing dulu baru makan." ucap Simon.
"Sekali-kali nikmati hidup dialam,makan yang masih fresh.Jangan makan siap saji terus dimakan,nggak sehat." beritahukan Jason.
"Ya Dokter Jason Dirgantara." sahut Simon.
"Kenapa ngak jadi dokter aja elu." sambung Simon lagi.
"Kalau gw jadi dokter,siapa penerus Daddy di perusahaan." kata Jason.
"Bilang ama Daddy dan mommy elu,buat adek lagi." kekeh Simon.
"Mama elu aja suruh buat adek buat elu."
"Bibitnya dari mana,elu suruh mama gw cari papa baru buat gw." kata Jason.
"Mama elu masih muda."
"Ogah,papa gw ngak tergantikan." ucap Simon.
"Nih makan,masih fresh ikannya." Jason menyerahkan ikan yang sudah dipanggangnya kepada Simon.
Dengan lahap Simon makan ikan bakarnya tanpa berbicara sedikitpun.
"Enakkan?" tanya Jason,saat dilihatnya Simon lahap makan ikannya.
"Lumayan." sahut Simon.
"Kemarin gw jumpa dengan cewek jutek yang di bandara." beritahukan Jason kepada Simon.
"Dimana?" tanya Simon.
__ADS_1
"Di restoran,dia anak teman mommy." beritahukan Jason.
"Siapa namanya?"
"Ngak tanya." kata Jason.
"Elu ngak kenalan dengannya?" Simon tanya.
"Ngak."
"Kenapa."
"Ngak penting gw rasa,kenapa elu tanya.Jangan bilang elu jatuh cinta pada pandangan pertama." ledek Jason.
"Cewek jutek begitu,ogah gw." kata Simon.
"Ntar kesengsem ." ledek Jason.
"elu aja ." Simon balik meledek Jason.
"Gw mau cari yang dewasa." kata Jason.
"Tante..tante maksudmu?"
"Dewasa dah tentu seperti mommymu Jason." kekeh Simon.
Jason jengkel melihat Simon sehingga melemparkan kepala ikan kepada Simon.
"Hih...!" main lempar aja,emang gw kucing." kata Simon ketika kepala ikan nemplok di celana jeansnya.
Drrt...drrt...
Jason mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk ke ponselnya.
"Balik,mommy nyuruh kita kerumah." beritahukan Jason isi pesan yang diterimanya.
"Gw juga ikut?" tanya Simon.
"Ya,elu ngak mau.Ntar kupecat jadi asisten dan kukirim ke Aussie ." ancam Jason.
"Ya boss,kejam banget ancamanmu." kata Simon.
ย
__ADS_1
๐๐๐
ย
Setibanya dikediamannya,Jason langsung disambut dengan wajah cemberut mommynya.
"Ini anak kalau ngak disuruh datang,tidak nonggol mukanya." gerutu mommynya,sedangkan Daddynya hanya tertawa melihat Jason di omelin mommynya.
"Dari mana kalian ?" tanya Daddynya,ketika dilihatnya Jason datang mengendarai vesvanya.
"Dari pondok Dad." jawab Jason.
"Naik vesva ke pondok,bonceng Simon.Ngak capek?" tanya Daddynya dengan heran.
"Ngak Dad,asyik..!" seru Jason pada Daddynya.
"Simon ngak capek?" tanya Daddynya pada Simon.
"Bukan capek lagi om,pinggang dan bokong kebas om." adu Simon.
"Sekali-kali Daddy dan mommy naik sepeda motor,jangan naik mobil aja." kata Jason pada mommynya.
"Hih ogah mommy,bahaya naik motor." ujar mommy.
Tiba-tiba maid menghampiri Dina dan mengatakan orang yang dinanti sudah tiba.
Dina berjalan keluar untuk menyambut tamunya,dan membawa tamunya keruangan keluarga.Dimana Johandy Jason dan Simon berbincang-bincang.
"Mas,ini mba Yanti dan mas Dika." Dina mengenalkan tamunya pada Johandy.
Johandy menyambut tamunya dengan hangat,karena Dina sudah menceritakan bahwa Dika dan Yanti sangat membantunya ketika dia pergi dahulu.
"ini putri saya." Dika mengenalkan Rose pada Johandy.
"Ini putra saya Jason." kata Johandy mengenalkan Jason.
"Dan ini sahabatnya,Simon..." sambung Johandy mengenalkan Simon.
ย
***Bersambung***
ย
__ADS_1