
Hai....🖐️✋biar author semangat✍️nya tap like,n ratenya ya.❤️ readers.
Happy reading all.
Malam semakin larut,tapi mereka belum merasakan kantuk.Mereka masih asik bercerita dan tertawa bersama,hal ini telah lama tidak dilakukan Jason.
Selama ini Jason terlalu larut dengan pekerjaannya,sehingga dia melupakan bahwa dia perlu waktu untuk menenangkan pikirannya dari kesibukan tugas kantor yang menumpuk.
"Kak Simon,ayo temanin Mel kedalam?"kata Melisa kepada Simon.
"Ngapain,sini saja.Kalau mau kekamar mandi minta ditemani Jesy ya." jawab Simon.
"Hih...kak Simon ini,ngak ngerti banget sih..!" Melisa gemas melihat Simon duduk dengan santainya .
Melisa menarik lengan Simon,dan memberikan tanda agar meninggalkan Jason dengan Jesy berdua.
"Oh..." aku temanin Melisa dulu ya." Melisa dan Simon beranjak masuk kedalam.
"He..kak Mel,kenapa Jesy ditinggalkan.Kak Jason ayo masuk,dingin di luar?" Jesy ingin mengikuti Melisa,tapi Jason menahannya.
"Sebentar lagi,mereka juga akan keluar lagi." Jason memegang tangan Jesy,membuat Jesy grogi.
"Kak lepaskan tangannya,seperti mau nyeberang saja pegangan tangan." kata Jesy.
"Emang kakak mau nyeberang,tapi bukan nyeberang jalan.Kakak mau nyeberang kehati Jesy💘."ucapan Jason yang puitis membuat Jesy bengong.(hea..😀gombalan Jason).
"Kak Jason,kakak kemasukan jin ya." Jesy tidak pernah mendengar Jason mengatakan kalimat seperti tadi.
"Ya,jin cinta.." kata Jason.
"A...a..jin cinta,jin apa itu.Apa jin baru." Jesy berbicara dengan dirinya sendiri.
"Kak jin cinta tidak ada,yang ada dewa cinta yaitu cupid." kata Jesy.
"Kalau begitu kakak kena panah cupid,sehingga kakak tergila-gila dengan seorang gadis."
"Siapa kak,mau Jesy comblangin.Tapi harus ada bayarannya." senyum Jesy muncul dari bibirnya.
"Tidak usah,kakak bisa sendiri." tolak Jason,dan Jason mengeluarkan kotak kecil dari saku jaketnya.
Jason berdiri didepan Jesy,dan membawa Jesy untuk bangkit dan berhadapan dengannya.
"Ini kado ulang tahun dari kakak" Jason menyerahkan kotak tersebut kepada Jesy.
"Katanya lupa..?" ucap Jesy dan matanya memandang kotak kecil tersebut.
"Kakak tidak pernah lupa,dengan ulang tahun si gembul ini." Jason menyerahkan kotak itu kepada Jesy.
"Kenapa..? tidak mau." Jason melihat Jesy belum mengulurkan tangannya untuk menerima kadonya.
"Kalau tidak mau,biar kakak kasih ke orang lain saja." Jason ingin memasukan kadonya kesakunya kembali.
"He..milik Jesy ini." Jesy menyambar kado tersebut dengan gembiranya.
Jason tertawa melihat Jesy menyambar kadonya,karena takut diberikan pada orang lain.
"Kak boleh Jesy buka?" mata Jesy berbinar melihat kado yang berada ditangannya.
"Bukalah,kakak ingin tahu apa Jesy suka dengan kadonya." kata Jason.
__ADS_1
Jesy membuka kado tersebut dengan hati-hati,dia berdebar-debar apa yang ada dalam kotak tersebut.
"Kak Jason..!" serunya dengan gembiranya,karena melihat liontin dua hati yang dilihatnya di toko perhiasan.Isi dari kotak tersebut.
"Suka..?" tanya Jason kepada Jesy.
"Suka...suka sekali.." Jesy memandang liontin itu dengan perasaan senang sekali.
"Sini kakak pasangkan." Jason mengeluarkan liontin dari kotaknya,dan memasangkannya keleher Jesy
"Terimakasih kak." Jesy mengelus liontin pemberian Jason.
"Hanya terimakasih saja..?" tanya Jason.
"Terus kakak mau apa..?" kedua bola mata Jesy memandang Jason,untuk mendengar apa yang diinginkan Jason.
"Pelukan..?" kata Jason.
"Hih kak Jason genit ya..!" seru Jesy ketika mendengar Jason meminta pelukan darinya.
"Ayolah pelukan sebentar saja." pujuk Jason.
"Ogah..sana peluk pohon pinus itu." kata Jesy yang masih mengagumi liontinnya.
"Dasar gembul tidak peka,salahku juga kenapa sukanya dengan abg." batin Jason.
"Gembul.." panggil Jason.
"Ya kak.."Jesy menoleh kearah Jason,dan Jesy melihat Jason menatap kearah belakangnya.
"Ada apa kak..?" suara Jesy pelan bertanya kepada Jason.
Dengan cepat Jesy menubruk Jason dan memeluk Jason dengan eratnya.
"Tenang,diam saja dulu dalam pelukan kakak." seringai muncul dalam senyuman Jason,dan dua pasang mata turut mengintai mereka dari jendela tempat peristirahatan.
"Sudah pergi kak..?" tanya Jesy yang masih ketakutan.
"Belum,binatangnya masih nyantai disitu.Diam saja nanti jika kita bergerak,kita akan diterkamnya." kata Jason sambil memeluk Jesy.
"Kak,Jesy belum mau mati kak,Jesy masih 16 tahun kemarin." kata Jesy dengan masih memeluk Jason.
"Kak ngapain binatangnya lama disitu?" tanya Jesy yang penasaran kenapa binatangnya tidak pergi juga.
"Bintangnya lagi berpelukan seperti kita ini." kata Jason sambil tersenyum.
"Kak Jason ngerjain Jesy ya?" tanya Jesy dan melepaskan pelukannya.
Jason tertawa karena berhasil mendapatkan pelukan dari Jesy.
"Kakak ini,Jesy ketakutan ya..!" Jesy mendaratkan jemarinya untuk mencubit Jason,tapi Jason menghindarinya.
"Tadi kakak minta pelukan tidak mau,malah suruh kakak peluk pohon." kata Jason.
"kakak jahat,ambil kesempatan dalam ketakutan Jesy." gerutu Jesy.
"Maaf ya.." Jason mendekati Jesy dan meminta maaf karena telah membuat Jesy ketakutan.
__ADS_1
"Kakak mau apa lagi..?" Jesy melihat Jason mendekatinya dan berdiri dihadapannya dan memegang bahunya.
"Maaf." Jason mendekatkan bibirnya kekening Jesy dan memberikan kecupan dikening Jesy dengan lembutnya.
"Kak.." Jesy kaget menerima ciuman dari Jason untuk kedua kalinya.
"Kakak menyukaimu." mata Jason menatap mata Jesy dengan lekatnya.
"Jesy juga suka kakak." balas Jesy.
"Suka kakak bukan sebagai adik." kata Jason dan tangannya menangkup kedua pipi Jesy.
Mata Jesy membesar begitu mendengar Jason menyukainya bukan sebagai adik.
"Sebagai apa..?" pelan suara Jesy menanyakannya pada Jason.
"Sebagai pria dan wanita,kakak menyukai Jesy sebagai bakal kekasih." kata Jason.
Jesy terdiam dan menundukkan kepalanya.,dia tak menyangka Jason menyukainya.
"Lihat kakak.." Jason memegang dagu Jesy untuk melihatnya.
"Tapi..." Jesy ragu untuk mengeluarkan apa yang ingin dikatanya.
"Tapi apa,katakan saja.Kakak tidak akan marah." kata Jason untuk Jesy meneruskan ucapannya.
"Kakak sudah dijodohkan dengan kak Rose." ucap Jesy pelan.
"Itu kan percakapan sekilas saja,kakak tidak menanggapi itu serius." kata Jason mengenai perjodohan yang diucapkan mommynya.
"Tapi Jesy masih 16 tahun kak."
"Kalau 16 tahun tidak boleh jatuh cinta.?"
"Cinta tidak mengenal usia,kakak sanggup menunggu Jesy tamat SMA.Asal jangan tamat kuliah saja,kakak keburu tua." gurau Jason,untuk membuat Jesy menjadi rilex karena Jason tahu Jesy tegang mendengar pernyataannya.
"Jesy bingung.." ucap Jesy.
"Kak Jason beri Jesy waktu untuk berpikir,tapi kakak tidak mau mendengar penolakan." kata Jason.
"Kakak ini percuma beri waktu Jesy berpikir,ujung-ujungnya harus menerima juga.kak Jason tidak mau mendengar penolakan " bibir Jesy cemberut.
"Makanya jawab saja sekarang,tidak usah berpikir lagi.Apa kurangnya kakak ini,sudah ganteng dan lumayan tajir juga." puji dirinya sendiri Jason.
"Kak Jason muji diri sendiri." ledek Jesy.
"Terima...terima...terima.." suara Melisa dan Simon terdengar keluar mendekati Jason dan Jesy berada.
"Ayo Jesy terima kak Jason..!"ucap Melisa agar Jesy menerima Jason.
"Ayo Jesy,terima Jason.Biar tidak karatan dia." kata Simon dengan semangatnya.
"Buset.." ucap Jason kepada Simon karena meledeknya sudah karatan.
**Bersambung**
Jesy bingung untuk **menjawabnya,ayo para Reader bantu Jesy untuk menentukan pilihan.
a.terima
__ADS_1
b.tolak.
Happy reading**..