
**Hai readers jumpa lagi ya,tetap semangat dalam menjalankan aktifitas,masih jaga jarak.
Happy reading ya readers**.
Sudah dua hari Jesy berada di kediaman Dirgantara,hari ini kejutan diberikan oleh keluarganya.
Selama dua hari,Jason tidak seperti biasanya yang selalu mengganggunya.Sekarang dia mendiamkan Jesy membuat Jesy bertanya -tanya dalam hatinya.
"Kak Jason kenapa mendiamkan Jesy ya,apa dia marah karena Jesy menolak membantu memilihkan kado waktu itu?" pertanyaan berkecamuk dalam benaknya.
Melisa yang melihat Jesy termenung dari tadi,memberikannya kejutan.Sehingga Jesy berteriak kaget.
"Kak Mel,kaget Jesy.Lihat jantung Jesy dug..dug..." ujar Jesy.
"Ngelamun terus dari tadi,mikirin apa.ayo...mikirin cowok ya." godaan diberikan Melisa kepada Jesy.
"Hih..siapa yang mikirin cowok." elak Jesy.
"Hi..adik kak Mel sudah gede ya,udah mikir cowok.Awas kak Mel adukan dengan bodyguardnya." ucap Melisa.
"Siapa bodyguard Jesy?" tanya Jesy pada Melisa.
"Kak Jason,siapa lagi bodyguardmu.Yang selalu standby jika dibutuhkan." kekeh Melisa.
"Kak Mel ya,suka sekali goda Jesy.." Jesy tersipu malu,karena ledekan Melisa.
"Lagi apa kalian berdua,suara kalian sampai depan?" mommynya baru datang bersama Daddynya.
"Biasa mom,ngegosip.." jawab Melisa.
"Bagaimama adek Mel,didalam sini." tanya Melisa .
"Adikmu sehat,sepertinya adikmu baby boy." ucap Daddynya dengan gembiranya.
Dina masih tetap belum bisa menerima kenyataan,bahwa dia hamil lagi.
"Mom,kenapa sih..." Melisa melihat mommynya termenung.
"Mommy sudah tua,masakan ngendong baby lagi." kata Dina.
"Tan..siapa bilang tua,umur bisa tua.Tapi wajah tante masih abg." kata Jesy.
"Sayang mulutmu manis sekali,mirip mamamu." kata Dina kepada Jesy.
"betul mom,apa kata Jesy.Mommy tidak seperti umur 40 an." Melisa juga memuji mommynya.
"Ya kan Dad,mommy masih jadi mommy hot?" tanya Melisa pada Daddynya.
"Ya.mommy masih jadi mommy yang hot." puji Johandy,membuat Dina jengkel.
"Anak sama suami sama saja." gerutunya.
"Mel,pergi beli roti keju.Mommy ingin cheese bread."kata Dina kepada Melisa.
"Asiyap boss."
Kemudian Melisa dan Jesy pergi membeli cheese bread,yang diinginkannya mommynya."
Setibanya disana,Melisa dan Jesy asik memilih cake yang ingin mereka beli.
"Kita beli blubery sepertinya enak itu." Melisa menunjukkan cake kecil yang di atasnya ada cream bluberynya.
"Jangan blubery semua kak,kak Jason alergi blubery." Jesy mengingat Melisa.
"Kak Jason yang enak-enak malah alergi." kata Melisa.
Jesy tertawa mendengar perkataan Melisa.
Setelah selesai membeli cake,Melisa belum juga mau kembali.
__ADS_1
"Kak sudah jam 8,kita belum pulang.Nanti tante kecarian kak." kata Jesy,karena dilihatnya Melisa masih asik melihat-lihat baju.
"Tenang,tadi kakak sudah kasih kabar ke mommy.Kita jalan-jalan dulu." kata Melisa.
"Jesy cantik.." Melisa mempaskan baju ke tubuhnya.
"Bagus kak,tapi sepertinya warna biru lebih cakep kak." kata Jesy.
"Ok,kita ambil kembaran ya." Melisa membawa 2 potong baju ke meja kasir,dan membayarnya.
"Kita yang kembaran kak,kenapa tidak kakak dengan kak Simon saja?" tanya Jesy.
"Ide yang bagus Jesy,ayo kita cari baju couple." Melisa menarik tangan Jesy,dan mencari baju couple yang lucu.
"Ini lucu,Melisa menunjukkan sepasang kucing naik motor dan satu lagi sepasang kucing naik sepeda" Melisa kembali membawa baju tersebut kekasir.
Sudah,ayo kita pulang." kata Melisa.
Β
π πππ
Β
Setibanya dirumah,suasana kediaman Dirgantara sepi.Dan lampu banyak yang padam.
"Kenapa gelap kak,seram sekali." Jesy memeluk lengan Melisa dengan eratnya.
"Tenang,mungkin Daddy lupa bayar listrik ." kata Melisa.
"Kak,ayo keluar saja.Diluar lebih terang." Jesy menarik tangan Melisa untuk keluar.
"Panjang umurnya....panjang umurnya." suara lagu ulang tahun terdengar,dan dinyanyikan oleh orang yang sangat dirindukan oleh Jesy.Yaitu mamanya.
Lampu hidup kembali,dan Jesy melihat mamanya membawa kue yang dipenuhi lilin sebanyak 16 batang.
"Mama..!" Jesy berlari untuk memeluk mamanya.
Jesy berdoa dan kemudian meniup lilinnya,setelah selesai meniup lilin mata Jesy mengitari sekitarnya dia mencari papa dan adiknya.
"Papa dan Rendy tidak bisa ikut,Rendy tidak libur." Maya tahu apa yang dicari putrinya.
"Mama jahat ya dari tadi tidak nelpon,tidak mengucapkan ulang tahun pada Jesy.Ternyata mama ngerjain Jesy ya.." rajuk Jesy.
Sejak pagi tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun buatnya,Jason juga melupakannya.Sejak pagi Jason tidak terlihat keberadaannya,padahal ini hari sabtu yang biasanya Jason selalu dirumah.
"Ayo sayang potong kuenya." potongan pertama diberikannya pada sang mama.
"Thank you sayang.." mamanya memberikan kecupan dikedua pipi Jesy.
"Ayo potongan kedua kepada siapa." goda Melisa.
Jesy masih memegang sendoknya yang berisi cake ulang tahunnya,dia bingung mau diberikan pada siapa.Karena papa dan adiknya tidak ada,dalam kebingungan tiba-tiba saja sendoknya ada yang menarik dan memakannya.
"Kak Jason..!" teriak Jesy,ketika melihat Jason sudah memakan kue tersebut.
"Lama kali berpikirnya gembul,basi nanti kuenya." kata Jason.
Melihat kelakuan Jason orang-orang yang berada diruangan tersebut tertawa.
"Mana mungkin basi kakak..!" Jesy gemas karena cake dimakan Jason tanpa permisi.
"Sudah jangan ribut.."lerai Dina.
"Jesy,ini kado dari om dan tante ya." Dina memberikan kotak yang dibungkus kertas kado yang unik.
"Boleh buka..?" tanya Jesy,dia tak sabar ingin membuka kado tersebut.
"Bukalah.." kata Dina.
__ADS_1
"Jesy membuka kotak tersebut dengan hati-hati takut akan merusak bungkusnya.
Jesy sangat senang menerima kado tersebut berupa kotak music,Dina tahu Jesy suka mengumpulkan kotak music.
"Jesy suka tante,terimakasih.." Jesy mencium pipi Dina.
Melisa memberikan Jesy baju yang dibelinya tadi saat pergi bersama,sedangkan Simon memberikan Jesy tas.
"Kak Jason mana...?" Jesy mengadahkan tangannya menunggu kado dari Jason.
"Maaf kakak lupa,kakak sibuk jadi lupa mempersiapkan kado ." kata Jason.
"Kakak pelit ya,ulang tahun Jesy kakak lupakan." Jesy meninggalkan Jason menuju ketempat mamanya.
"Jason,kamu ini ya.Bisa-bisanya melupakan ulang tahunnya." kata Dina.
"Tidak apa Dina,Jason sibuk." kata Maya.
"Gembul,besok kita pergi beli ya.Suka hati mau milih apa pun juga." kata Jason.
"Betul ya jangan bohong."
"Ya,tidak bohong."
Wajah Jesy kembali cerah,dan menikmati kegembiraan bersama orang-orang yang disayanginya.
Β
πππ
Β
Seperti yang dijanjikan,Jason membawa pergi Jesy untuk mrmbeli kadonya.
Mereka pergi tidak hanya berdua,Simon dan Melisa juga ikut bersama mereka.
"Pakai ini." Jason menyerahkan helm kepada jesy.
"Kita naik apa kak?" Jesy menerima helm yang diberikan Jason dan memakainya.
"Naik motor,maukan?" tanya Jason.
"Mau.." Jesy memakai helmnya.
"Kak Simon naik apa..?"
"Mereka naik mobil,mereka sudah duluan."
"Ayo naik.." kata Jason.
Jesy naik dan duduk agak jauh dengan Jason.
"Dah siap..?" tanya Jason.
"Dah.." jawab Jesy.
"Pegangan,nanti jatuh." Jason membawa motornya dengan kencang,tiba-tiba Jason mengerem mendadak.Membuat Jesy terdorong kedepan dan membentur punggung Jason,dan tangannya langsung memeluk pinggang Jason dengan erat.
Jason tersenyum telah berhasil membuat Jesy memeluknya.
"Kak kita kemana sih?" Jesy heran melihat Jason membawa motornya kearah luar kota.
"Kakak ingin menculikmu." gurau Jason.
"Hih kakak bohong,katanya mau beli kado." seraut wajah cemberut terlihat dari kaca spion motor.
"Nanti kita beli disana." Jason mengelus tangan Jesy yang memeluk pinggangnya.
Β
__ADS_1
**Bersambung**
Β