Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 86. Jesy ngambek


__ADS_3

Salam jumpa readers,jumpa lagi dengan author yang suka halu sehingga tertulis cerita ini.


Happy reading😘😘😘


Setelah peristiwa itu,tiba-tiba keluarga Dika dan Yanti pulang mendadak meninggalkan villa.Dina dan Maya yang tidak mengetahui tentang rencana busuk Rose,berusaha untuk mencegah niat mba Yanti dan mas Dika pulang duluan.Tapi mba Yanti mengatakan bahwa Rose dapat panggilan wawancara kerja,makanya mereka harus segera kembali lebih awal.


"Rose dapat panggilan wawancara kerja Dina." kata Yanti,ketika Dina menanyakan alasan mereka pulang.


Alasan Rose mengajak ayah dan pulang duluan,tetapi yang sebenarnya.


 Flashback on


 


Tanpa sepengetahuan siapapun,om Sam menemui Rose yang dilihatnya sedang duduk sendirian melamun ditepi pantai.


"Rose,kenapa sendiri disini?" sapa om Sam.


"Rose suka suasana sini om." jawab Rose,sesekali tangannya mengambil batu dan melemparkannya.


"Jangan panggil om,panggil saja opa seperti yang lain." kata om Sam.


Baik opa."jawab Rose.


"Rose,opa langsung saja.Opa tidak bisa basa-basi,opa tahu perbuatan kamu terhadap Melisa dan Jesy.Opa tidak sangka otak kecilmu ini menyimpan rencana jahat."Perkataan om Sam membuat Rose kaget dan tubuhnya bergetar.


"Opa tidak memberitahukan kejahatanmu ini kepada orangtuamu,karena opa kasihan melihatnya."lanjut om Sam.


"Tapi jika kau masih berani menganggu cucu-cucuku,opa tidak tahu hal apa yang akan menunggumu." setelah mengatakan itu om Sam mengusap pujuk kepala Rose dan kemudian meninggalkan Rose yang cukup terkejut mendapatkan ancaman dari om Sam.


Rose masih duduk dipantai dan tubuhnya masih gemetar,karena selama ini dia tidak pernah menerima teguran seperti yang diberikan om Sam.


 


🥀🥀Flashback off🥀🥀


 


🍂🍃🍃🍂.


 


"Jesy,tunggu..!" Jason mengejar Jesy yang berusaha untuk menghindarinya sejak tadi pagi.


"Jesy tidak mau bicara dengan kak Jason,kenapa Jesy yang harus menikah muda dengan kak Jason.Jesy baru 16 tahun,5 bulan lagi baru Jesy merayakan sweet seventen." Jesy terus ngedumel sambil menyusuri pantai tanpa tentu arah,sehingga dia sampai dipantai vila sebelah.


"Oh....apa yang sedang mereka lakukan?" mata Jesy melotot,ketika melihat sepasang pria dan wanita yang sedang bergumul dipasir.


Jason dengan cepat menarik Jesy dan menutup matanya agar tidak dapat melihat adegan tersebut.


"Ayo kita kembali." tangan Jason masih menutup mata Jesy dan membalikkan tubuhnya.


"Kak Jason lepaskan,ada tontonan gratis." Jesy berusaha melepaskan tutupan tangan Jason pada matanya,tetapi tangan Jason lebih kuat.


"Hih anak kecil..." Jason menyeret tangan Jesy untuk meninggalkan lokasi.


"Kalau Jesy anak kecil,kenapa kakak mau menikahi Jesy." kata Jesy kepada Jason.


"Jesy,kakak hanya mengikuti perintah Daddy." kata Jason.


"Tolak kak..!" seru Jesy.


"Aku tidak bisa menolaknya." monolog Jason.

__ADS_1


Jason memendam rapat-rapat alasannya mengikuti perintah Daddynya untuk menikahi Jesy.


 


***Flashback on**


 


"Dad,tunggu Jesy tamat SMA baru menikah." usaha Jason untuk mengagalkan rencana Daddynya.


"Daddy takut nanti Rose terus mencelakakannya." kata Daddynya.


"Apa dia masih berani?" tanya Jason.


"Kita tidak tahu,kita harus menjaga keselamatan Jesy dan Melisa.Jika Jesy sudah menikah denganmu,kamu bisa menjaganya."


"Dan Simon bisa melindungi Melisa " sambung Daddynya lagi.


"Aku tak ingin apa yang pernah terjadi pada Dina akibat kegilaan Silvia dulu, menimpa Melisa dan Jesy." batin Johandy.


 


Flashback off.


 


🌺🌺🌺


 


"Ma,Jesy belum mau menikah.Jesy masih ingin sekolah."rengek Jesy kepada mamanya.


"Mama tidak bisa menolak keinginan om Jo,dia ingin melindungi namamu dan nama baik papamu." kata Maya.


"Jesy,papa juga ingin kau menikah dengan Jason.Seperti keinginan om Jo." ucapan papanya membuat Jesy terdiam,dan kemudian dia beralih kearah adiknya Rendy.


"Maaf kak,Rendy tidak bisa membantumu.Kenapa kakak kedapatan tidur dengan Kak Jason." ucapan Rendy membuat Jesy jengkel kepada Rendy.


"Dasar,bukannya bantu.Malah perkataanmu buat kakak sedih." mata Jesy melotot menatap wajah adiknya yang tertawa menatapnya.


Dengan menghentak-hentakan langkahnya,Jesy meninggalkan mama dan papa.


Ketika Jesy sudah meninggalkan kedua orangtuanya dan Rendy adiknya,Maya berusaha untuk membujuk suaminya untuk membatalkan pernikahan dini Jesy.


"Pernikahan ini untuk melindungi Jesy." kata Badi.


"Melindungi Jesy dari apa?" tanya Maya.


Badi menceritakan semua peristiwa yang menimpa Melisa dan Jesy,dari awal sampai akhir.


"Sudah tidak waras anak itu,apa salah Jesy dan Melisa padanya.Mereka juga belum kenal lama dengannya,bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka pergi bersama."dengan emosi Maya bercerita kepada suaminya.


"Kenapa tidak kita laporkan pada polisi?"


"Jika kita lapor polisi,bagaimana perasaan kedua orangtuanya.Begitu mengetahui sifat anaknya yang sebenarnya." kata Badi.


"Betapa teganya dia berbuat begitu pada Melisa dan Jesy!" emosi Maya.


"Pada hal Dina begitu menyukainya,sampai-sampai dia ingin menjodohkan Jason dan Rose." kata Maya.


"Makanya Johandy berinisiatif untuk menikahkan Jason dan Jesy,untuk melindungi Jesy dan melindungi Jason juga." kata Badi.


"Aku juga mendukung niat Dina untuk menjodohkan Jason dengan Rose."

__ADS_1


"Kita harus menceritakan ini pada Dina,agar dia tidak kena tipu daya wajah cantik Rose." kata Maya.


"Kita tidak dapat melakukannya,jasa Yanti dan Dika membantu Dina dulu cukup besar." ucap Badi.


"Jadi kita harus menutupi kejahatannya,bagaimana jika dia mengulangi kembali.Sedangkan kita jauh dari Jesy." ada rasa takut dalam suara Maya.


"Makanya Johandy ingin menikahkannya,Jason ternyata menyukai Jesy.Putri kita jatuh ketangan yang benar." kata Badi.


"Bagaimana kalau kita bawa saja Jesy pulang,Maya takut anak itu akan menyakiti putri kita."


"Tenang Maya,tidak ada apapun atau siapapun yang akan menyentuh Jesy.Apalagi dia akan masuk menjadi keluarga Dirgantara,kau tahu bagaimana Johandy melindungi keluarganya.Kau lupa kasus Silvia ." ingatkan Badi pada kasus Silvia yang berusaha mengusik Dina.


"Kita harus mendukung Jason menikahi Jesy." sambung Badi lagi.


 


🍃🍃🍃🍃


 


Sekembalinya dari liburan divila,Jesy tidak mau kembali bersama satu mobil dengan Jason seperti datangnya.Walaupun dipujuk Jesy tetap tidak mau,dia terus naik dimana adiknya Rendy duduk.


"Kak sana,sudah ditunggu kak Jason." kata Rendy,ketika dilihatnya Jason berdiri menunggu Jesy disamping mobilnya.


"Bodo." jawab jutek Jesy.


"Kak,wajah kakak tidak cocok menampilkan wajah jutek begitu." ledek Rendy.


Mendapatkan ledekan Rendy,Jesy gemas dan kemudian dia menarik kedua pipi adiknya tersebut.


"Kak Jason.." mata Rendy menatap lurus kebelakang Jesy.


"Kau kira kakak takut kau sebut namanya." Jesy belum melepaskan cubitannya.


"Benar,dibelakang kakak ada kak Jason." Rendy memberikan kode dengan matanya.


Jesy menoleh kebelakangnya,dan melihat Jason menundukkan kepalanya untuk masuk kedalam mobil.


"Aw...!" Jesy kaget melihat wajah Jason pas didepan matanya.


"Ayo pindah mobil." suara Jason datar.


"Tidak mau.." tolak Jesy.


"Pindah..!"suara Jason tegas.


"Oh..mulai melawan ya" Jason mengangkat Jesy dengan tiba-tiba,membuat pandangan mata beralih menatap Jason yang mengangkat Jesy.


"Kak Jason turunkan Jesy." ronta Jesy.


Jason terus diam dan meletakkan Jesy dibangku depan,dan memasangkan seat beal Jesy.kemudian dia menutup pintu tanpa berkata sedikitpun.


"Sampai jumpa dirumah." katanya pada mommy dan Daddynya.


Jason menjalankan kendaraannya meninggalkan vila,sedangkan Jesy disampingnya menampilkan raut muka yang cemberut.


 


***Bersambung


 


Happy reading ya all***

__ADS_1


__ADS_2