
vote kalau ada poin,kasih like,rate gratis ya readers.
Happy reading guys..
Suasana gembira terjadi di acara baby shower Dina,Johandy meluapkan kegembiraannya dengan keberadaan ditengah-tengah orang yang disayanginya.
Kegembiraan Dina semakin lengkap dengan kehadiran om Sam yang didatang langsung dari Canada oleh Johandy.
"Om." Dina memeluk omnya yang telah lama tidak ditemuinya.
"Om,mau tambah cucu ini." kekeh om Sam.
"Om sebentar lagi mau tambah cicit." kata Johandy.
"Apa..!"siapa yang ingin membuat om menjadi tua?" tanyanya,dan matanya memandang Jason dan Melisa secara bergantian.
"Belum opa,kami belum ingin membuat opa menjadi tua." kata Melisa.
Tawa keras keluar dari mulut om Sam.
"Cucu yang pengertian." kata om Sam.
Acara terus berlangsung dengan gembira dan tawa riang.
"Jesy ayo kita jalan-jalan ke pantai." Rose mengajak Jesy kepantai.
"Ayo kak.." jawab Jesy karena sedari tadi dia sudah sangat ingin ke pantai.
Saat berjalan-jalan dipantai,Rose menanyakan suatu hal pada Jesy.
"Jesy,kau ada hubungan dengan Jason?" selidik Rose.
"Tidak kak.." Jesy menolak mengakui dia ada hubungan dengan Jason.
Rose tidak percaya dengan jawaban Jesy,karena dia memperhatikan interaksi antara Jason dan Jesy yang terlihat mesra.
"Kamu tidak bohongkan?" tanya Rose lagi.
"Tidak kak." jawab Jesy.
"Teman kakak,David suka denganmu Jesy.." kata Rose.
Jesy terkejut mendengar perkataan Rose yang mengatakan David temannya menyukai dirinya.
"Untuk saat ini Jesy masih ingin fokus sekolah kak." kata Jesy.
"Baguslah,ayo kita balik."Rose mengajak balik Jesy ke villa.
Setibanya divilla,Jason yang melihat kembali dari pantai langsung mendekati Jesy.
"Dari mana..?" tanya Jason pada Jesy.
"Dari pantai kak." jawab Jesy.
"Kalau pergi itu bilang ya,kakak tadi cari-cari tidak ada yang tahu Jesy kemana."
"Maaf kak Jason,Rose yang mengajak Jesy ke pantai." kata Rose.
"Sudah sore begini,bahaya kepantai.Lain kali hati-hati." Jason menarik tangan Jesy untuk masuk kedalam villa.
__ADS_1
Rose memandang kepergian Jesy dan Jason dengan pandangan yang aneh,entah apa yang ada dibenaknya.
"Katanya tidak ada hubungan,Jesy tidak kelihatan sebentar sudah kecarian." guman Rose dan matanya terus memandang kearah Jason dan Jesy.
"He kemana saja kalian?" tanya Simon yang sibuk dengan panggangannya.
"Ini mencari Jesy.." kata Jason.
"Kak Simon,sudah bisa dimakan?" tanya Jesy setelah melihat daging yang dipanggang Simon menggugah seleranya.
"Ini untuk Jesy." David meletakkan sepiring daging panggang dihadapan Jesy.
"Terimakasih kak David,tahu saja lambung Jesy sudah minta diisi."Jesy memasukan pontongan daging kedalam mulutnya.
"Jesy,suap.." Lagi-lagi Jason minta disuap Jesy.
"Kak Jason makan sendiri,ini punya Jesy ya." Jesy menolak memberikan dagingnya kepada Jason.
"Pelit sekali ya,sayank kakak ini." bisik Jason,sehingga tidak ada yang mendengar.Hanya ada sepasang mata yang mengamati mereka berdua.
"His kak Jason,jauhan dikit.Nanti orang heran lihat kita."
"Kenapa khawatir,kita tidak melakukan perbuatan tercela.Kita hanya sedang jatuh cinta." kata Jason kepada Jesy yang masih belum mau mengungkapkan hubungan mereka ke publik.
"Pelan dikit bicaranya."ucap Jesy dengan perasaan cemas ada yang akan mengetahui hubungan mereka ini.
"Tenang,om Badi dan tante Maya pasti akan setuju." Jason menenangkan Jesy.
Sepasang mata terus memperhatikan Jason dan Melisa,dan ada sepasang mata juga yang memperhatikan orang yang sedang memandang Jason.Orang itu terus memperhatikan gerak-gerik Rose yang tidak wajar menurutnya.
"Aku harus memperhatikan gadis tersebut,aku merasa dia akan melakukan sesuatu." batin orang tersebut.
Hari semakin larut,Dina dan Jo sudah masuk kedalam kamar,begitu juga dengan orangtua Jesy.Ayah-bunda Rose,dan om Sam sudah mengikuti jejak Dina dan Jo.
Simon menghampiri Jason dengan membawa laptopnya.
"Bro,ada client yang ingin membahas suatu proyek di Papua." kata Simon.
"Kau tidak bilang,kita lagi off pekerjaan." kata Jason.
"Sudah bilang bro,tapi ini urgent katanya." kata Simon lagi.
"Kak Simon dan kak David ini,waktu santai begini jangan bawa pekerjaan." ucap Melisa.
"Kekasih hatimu ini.." omel Jason.
"Dimana kita akan lakukan vidio call?"tanya Jason.
"Dalam kamar saja ya." kata Simon.
"Jesy,kalau sudah ngantuk masuk kamar ya." kata Jason,dan tangannya tidak lupa menarik hidung bangir Jesy.
"Hih..putus hidung Jesy.." ucap Jesy.
"Mel,jangan lama-lama diudara terbuka.Nanti masuk angin." ingatkan Simon sebelum beranjak meninggalkan mereka.
"David,kau sudah tamat kuliah?" tanya Melisa.
"Sudah,sekarang lagi bantu-bantu di rumah sakit." kata David.
__ADS_1
"Kak David dokter?" tanya Jesy.
"Bukan,mana mampu otak untuk jadi dokter." kekeh David.
"Jadi apa dirumah sakit?" tanya Melisa.
"Bantu dibagian manajemen." jawab David.
"Rose mana tidak kelihatan?" tanya Melisa yang tidak melihat keberadaan Rose.
"Katanya tadi mau kedapur,mau buat yang anget-anget untuk badan." kata Simon.
"Ini minuman hangat untuk mengatasi udara dingin." Rose datang dengan membawa nampan yang berisi empat cangkir wedang jahe.
Masing-masing menerima wedang Jahe,yang dibuat Rose dan meminumnya secara pelan-pelan karena masih panas.
"Enak.." kata Melisa yang sudah menghabiskan wedang jahenya.
"Hangat ya kak Mel,tidak dingin lagi." ucap Jesy juga.
Setelah meminumnya selama 10 menit,tiba-tiba Melisa dan Jesy tidak sadarkan diri.Jesy dan Melisa seperti orang pingsan.
"Kenapa dengan mereka?" David panik,melihat keadaan Melisa dan Jesy yang pingsan tiba-tiba.
"Mel...Jesy..." David menepuk-nepuk pipi Jesy dan Melisa secara bergantian,tapi tidak ada respon dari keduanya.
"Tenang,mereka hanya tidur nyenyak.Seperti sleeping beauty menunggu pangeran membangunkannya." ucap Rose dengan santainya.
"Ini semua perbuatanmu Rose?" tuduh David.
"Aku hanya ingin membuat permaianan kecil dengan anak-anak orang kaya ini,mereka tidak akan tersakiti." kata Jesy dengan dingin.
"Mereka tidak ada salah denganmu Rose." ingatkan David.
"Ada,kenapa mereka terlahir dikeluarga yang bahagia...!"serunya.
"Sudah bantu aku bawa mereka." Rose berusaha menyeret Jesy dan David mengangkat Melisa.
Jesy dibaringkan Rose dikamar dekat kamar Johandy dan Dina.Dan Melisa di kamar dekat om Sam.
Dikamar tersebut sudah ada pria menunggu dengan bertelanjang dada sedang duduk dikursi yang ada dikamar tersebut.
"Rose jangan lakukan itu semua.!" seru David,ketika melihat dua pria berada dalam kamar Melisa dan Jesy.
"Tenang,besok pagi orangtua mereka akan kaget melihat kelakuan anak-anak manis mereka."kekeh Rose sambil berjalan keluar kamar Jesy,yang tidur seperti mayat hidup.
"Diam kau David,kau ini temanku atau teman mereka." Rose keluar dari kamarnya Jesy,dengan bersiul-siul kecil.
"Kau sudah kelewatan Rose,aku akan menghentikanmu." ucap David dan memikirkan apa yang harus dilakukannya.
**Bersambung
Cuplikan epi selanjutnya:
"kalian harus menikah"
"bukan ini yang ingin kudengar" Rose
__ADS_1
terkejut mendengar ultimatum Johandy.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️