Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Season 2.Kembali.


__ADS_3

Jumpa lagi dengan anak -anaknya mommy Dina and Daddy Jo ya.


"Kak Simon!" suara seorang gadis terdengar dengan terbukanya pintu ruang kerjanya Simon.


"He...anak nakal,akhirnya pulang juga!" Simon terlihat senang melihat kemunculan gadis tersebut diruang kerjanya.


"Kak Simon,rindu tidak dengan Melisa?" tanya Melisa dengan manjanya dan memeluk lengan Simon.


"Hem...bagaimana ya." Simon pura-pura berpikir.


"Kakak...!" teriak Melisa.


"Ya,kakak rindu dengan gadis nakal ini." Simon menarik hidung bangir Melisa.


"Melisa senang."


Cup...cup...


Melisa memberikan ciuman dipipi Simon kiri dan kanan,membuat Simon menjadi salah tingkah dengan keberanian Melisa.


"Hei Melisa,ini yang dipelajari di Inggris.Cium orang sembarang." kata Simon.


'Melisa kan cium kak Simon,bukan sembarang orang." jawab Melisa.


"Kapan tiba di Indonesia?" tanya Simon pada Melisa.


"Baru sampai,tu koper Melisa di lobby." kata Melisa.


"Dari Bandara langsung kekantor?" tanya Simon.


"Ya,rindu dengan kak Simon.Kakak sih ngak mau mengunjungi Melisa."


"Kakak sibuk,itu gara-gara kak Jason si workaholic." kata Simon.


Simon membawa Melisa duduk di sofa,,dan Melisa terus memeluk lengan Simon.


"Mel,lepasin dulu tangan kakak." pinta Simon pada Melisa.


"Tidak,Melisa masih rindu." Melisa menolak untuk melepaskan pelukannya.


"Kak,Melisa mau menikah.." beritahu Melisa tiba-tiba kepada Simon,membuat Simon kaget.


"Dengan siapa..!?"tanya Simon dengan ekspresi kaget,begitu mendengar Melisa mengatakan ingin menikah.


"Dengan kak Simon,masakan dengan kak Jason." kata Melisa dengan tersenyum lebar.


Begitu mendengar bahwa Melisa ingin menikah dengannya,Simon menjadi kaget lagi.


"Lama-lama aku akan terkena serangan jantung,menghadapi Melisa." batin Simon.


"Tidak bisa..!" Simon menolak keinginan Melisa untuk menikah dengannya.


"Kenapa,kak Simon dah janji.saat Melisa tamat kuliah,kakak akan menikahi Melisa." ingatkan Melisa.


"Itu janji pada anak kecil,yang merengek terus." kata Simon.


"Tidak bisa,kak Simon harus memenuhi janji itu.Janji adalah hutang." kata Melisa.


"Bagaimana kalau menikahnya 5 tahun lagi,sekarang Melisa kerja dulu." kata Simon.


"Tidak mau,Melisa ngak mau kerja.Melisa mau jadi ibu rumah tangga saja,nunggu Kak Simon pulang kerja." Melisa menghayalkan semua itu terjadi,membuat dia tersenyum sendiri.


"He..melamunin apa itu,jangan yang mesum ya..!" seru Simon dan kemudian menyentil kening Melisa,membuat lamunan Melisa terputus.


"Aduh kak Simon,kdrt ini ya."


"Sudah sana pulang,tante dan om pastinya sudah menunggu."


"Mommy dam Daddy tidak tahu,Melisa akan pulang."


"Dasar anak nakal,ayo kak Simon mau keruangan kak Jason."


"Ayo,Melisa sudah kangen dengan kakak tanpan Melisa." Melisa menarik lengannya Simon,menuju ruangannya Jason.


ย 

__ADS_1


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


ย 


"Hai bro,siapa yang dibelakangku ini."


Melisa bersembunyi dibelakang tubuh Simon yang tinggi besar,sehingga pandangan Jason terhalang.


"Mana gw tahu,elu kira gw cenayang.dapat melihat tembus badanmu." jawab Jason.


"Tebak,siapa..?" suruh Simon agar Jason menebaknya.


"Mungkin tukang bersih-bersih.." jawab Jason asal.


"Kak Jason,tega ya.bilang adeknya yang cantik begini sebagai tukang bersih-bersih." Melisa keluar dari belakangnya Simon,dia merajuk dibilang sebagai tukang bersih-bersih.


"Ingat pulang juga.." tegur Jason.


"Kak Jason..!" Melisa berlari dan langsung memeluk kakaknya dengan erat.


"Kenapa pulang,kami kira sudah lupa untuk pulang." kata Jason pada adiknya Melisa.


"Idih kakak,jumpa adiknya bukannya ditanya kabarnya bagaimana." ujar Melisa.


"Dimana kau temukan dia ini?" tanya Jason kepada Simon.


"Di selokan..!" jawab Simon sambil tertawa.


"Emang Melisa sampah." kata Melisa dan matanya mendelik ke Simon,mendapatkan delikan dari Melisa Simon hanya tertawa.Sedari dulu dia paling suka menjahilin Melisa,sehingga mereka menjadi akrab.


ย 


๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–


ย 


"Mommy...!" suara Melisa memenuhi ruang keluarganya,setibanya dia dirumahnya.


Mommy dan Daddynya terkejut melihat kepulangan Melisa tanpa pemberitahuan.


"Kenapa pulang tidak bilang-tiba." kata Daddynya.


"Surprise Dad.."


"Mommy tidak dipeluk."


"Mommy Melisa yang seksi dan cakep." Melisa memeluk mommy dan mencium pipi mommynya.


"Daddy tidak dikasih ciuman tadi?" kata Daddynya.


"Daddy,nanti mommy saja yang beri ciuman ya." goda Melisa pada mommy dan Daddynya.


"ini anak,kelamaan di luar jadi nakal bicaranya ya." kata mommynya.


"Dimana kalian ketemu Melisa?" tanya Daddy kepada Jason dan Simon.


"Simon yang menemukannya Dad." kata Jason.


"Menemukan..!" he..ini Melisa bukan barang." kata Melisa dan bibirnya manyun.


"Dari bandara tadi Melisa langsung menuju kantor kak Simon." kata Melisa.


"Kenapa tidak langsung pulang?" tanya mommynya.


"Melisa merasakan rindu yang sangat menyiksa,makanya langsung melihat Kak Simon." ucap Melisa dengan berpuitis.


"Jadi hanya rindu dengan Simon,sama Daddy dan mommy tidak."


"Rindu sih tapi lebih berat rindu ke kak Simon." jawab Melisa dengan santainya.


"Dasar.."


ย 


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ

__ADS_1


ย 


"ayo dong kak,cepatan jalannya..!" seru Melisa kepada Jason dan Simon yang mengikutinya dari belakangnya.


"Pelan aja dek,filmnya belum mulai." kata Jason kepada Melisa yang jalan dengan tergesa-gesa.


"Nanti tiketnya habis kak,fillm ini katanya seru."


"Habis hari ini besok kan ada lagi." kata Simon.


"Simon belikan tiketnya,gw ke toilet dulu." kata Simon kemudian berjalan ke arah toilet.


"Kak nanti belikan popcorn dan minuman ya." pintanya pada Jason.


"Yup.." jawab Jason singkat.


"Tidak seru,hari ini pemutaran perdana diseluruh gedung bioskop,kalau besok dah basi."


"Kak Simon..!" suara orang memanggil Simon.


"Hai Rose,nonton juga?" sapa Simon.


"Ya kak.." jawab Rose.


"Dengan siapa Rose?"


"Dengan teman kampus kak." jawab Rose.


"Kak Simon dengan siapa?"


"Oh ya kenalkan ini Melisa,adik Jason." Simon mengenal Melisa kepada Rose.


"Hai Melisa.."


"Hai Rose.." balas Melisa.


"Kita nonton bareng aja yok." ajak Melisa.


"Rose sudah janji dengan teman-teman,itu mereka datang." tunjuk Rose kearah 3 orang gadis yang berjalan kearahnya.


Kemudian Rose berpamitan dengan Melisa dan Simon untuk bergabung dengan teman-temannya.


Sekembalinya dari toilet,Jason bertemu dengan Rose ketika hendak membeli popcorn.


"Hei kak Jason." sapa Rose.


"Nonton juga?" tanya Jason pada Rose.


"Ya kak."


"Dengan siapa?"


"ini kak dengan teman kuliah." beritahu Rose.


"Ini popcorn dan minuman,sudah dibayar ya." kata Jason pada Rose dan temannya.


Teman-teman Rose kesenangan ditraktir popcorn dan minuman,maklum semua teman Rose anak kost yang uang jajannya terbatas.


"Keren banget Rose." puji temannya mengenai Jason.


"Gebetan Rose?" tanya Santi.


"Hus...teman bunda orang tuanya,orang gendongan bukan jodoh kita-kita." kata Rose dan diliriknya Jason yang berdiri di sisi adiknya.


"Emang kalau sultan,tidak bisa jadi jodoh kita?" tanya Lusi.


"Tidak...!" kita ini rakyat jelata,ya sama rakyat jelata." teman-teman tertawa mendengar Rose mengumpamakan dirinya sebagai rakyat jelata.


Tak disadari Rose,ada sepasang mata yang sesekali melirik kearahnya.


ย 


**lanjut๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰**


ย 

__ADS_1


__ADS_2