
Ada yang masih mau nunggu Melisa,apakah hanya Simon yang menunggu kepulangan cintanya.
"Sudah simon,ayo kita kembali." Jason menarik lengan Simon yang masih berdiri dibandara,Simon masih berdiri mematung.Dia mengharapkan Melisa muncul tiba-tiba didepannya.
"Ayo..jangan harap Melisa muncul dan membatalkan keberangkatannya.Hal itu hanya ada di film saja." kata Jason.
"Tunggu sebentar,mungkin saja itu terjadi." Simon tetap berdiri menunggu,sampai pintu keberangkatan sepi dari orang-orang.
"Dah..Melisa sudah berangkat,kalau kalian jodoh pasti akan bersama lagi." hibur Jason pada sahabatnya tersebut.
"Elu tidak sedih,adikmu pergi jauh?" tanya Simon pada Jason.
"Sudah biasa kami pisah,lagi pula jepang-Indonesia dekat.." kata Jason.
"Bulan depan ada perjalanan bisnis ke Jepang." kata Jason.
"Gw saja yang pergi ya bro..!" Simon mengharapkan dia disuruh pergi oleh Jason ke Jepang.
"Kita lihat nanti." Jason meninggalkan Simon.
"Please bro..! kasihani adik ipar elu,baru ditinggalkan oleh kekasihnya." rengek Simon.
"Waktu dia dekat,elu sok jual mahal.Sekarang dia pergi,elu malah kecarian." kata Jason.
"Ayolah...bro,jangan kecewakan adik ipar elu ini." Simon terus merengek pada Jason seperti bocah kecil.
"Adek ipar,kapan Melisa nerima elu." sindir Jason,membuat wajah Jason ditekuk.
Β
ππππ
Β
Hampir sebulan sekali Simon selalu berangkat ke Jepang untuk menemui pujaan hatinya.
Dia tak perduli berapa biaya digelontorkannya untuk pergi ke Jepang,yang penting dia dapat menemui Melisa.
"Elu tidak capek,setiap bulan pergi ke Jepang?" tanya Jason kepada Simon yang baru saja tiba dari Jepang dalam rangka perjalanan bisnis dan sekaligus menemui Melisa.
"Tidak..!" gw senang aja,kepala gw pusing." kata Simon.
"Ada pemuda Jepang mendekati Melisa." beritahu Simon kepada Jason.
__ADS_1
"Siapa...?"
"Rekan kerjanya." kata Simon.
"Elu khawatir,Melisa pindah kelain hati?" tanya Jason.
"Yup...!"
"Elu harus percaya dengan Melisa." kata Jason.
"Itu cowok mepet Melisa terus." cerita Simon.
"Mau elu bagaimana?"
"Gw mau temui om dan tante untuk melamar Melisa secara resmi,gw mau tunangan dengan Melisa.Biar Melisa tidak diganggu lagi dengan pemuda Jepang itu " Simon mengutarakan niatnya melamar Melisa.
"Elu sudah beritahukan niatmu pada Melisa?" tanya Jason.
"Belum,gw mau minta restu dulu dengan tante dan om.Baru gw bilang pada Melisa." kata Simon.
"Bagaimana menurutmu bro?" tanyanya pada Jason.
"Terserah elu,yang penting elu jangan menyakiti perasaan adik gw." ingatkan Jason.
Β
πππ
Β
Seperti yang diutarakannya pada Jason,Simon menemui mommy dan Daddy Melisa untuk meminta restu.
"Kalau om setuju saja,bagaimana dengan Melisa?" kata Daddynya Melisa.
"Bulan depan,saya akan ke Jepang lagi om." beritahu Simon tentang keberangkatan bulan depan ke Jepang.
"Simon,kamu tidak capek setiap bulan pergi ke Jepang terus selama 7 bulan ini?" tanya mommynya Melisa.
Simon hanya tertawa mendengarkan pertanyaan mommynya Melisa.
"Sudah jadi bucin mom." ledek Jason.
"Kenapa kamu buru-buru ingin melamar Melisa?" tanya Daddynya.
__ADS_1
"Ada saingan di Jepang Dad yang akan mendekatin Melisa." kata Jason.
"Oh...takut keduluan orang Jepang." ujar mommynya Jason dengan tersenyum.
"Jangan takut,Melisa itu cinta produk indonesia." kata Daddynya.
"Kalau mommy cinta produk campuran ya." kata Jason,karena Daddynya campuran Indonesia-jerman.
"Tidak,momny sebenarnya cinta produk indonesia.Tapi Daddymu itu terus mepet mommy,terpaksa mommy terima." kata Dina.
Daddynya tertawa mendengar cerita Dina,teringat dia bagaimana dia memaksa Dina untuk menikah dengannya.
Kemudian Johandy menceritakan tentang kisahnya dengan Dina,pertemuan pertamanya.Tapi dia tidak menceritakan tentang kepergian Dina karena ulah sahabatnya.
"Romantis sekali om." kata Simon setelah dia selesai menceritakan kisah cintanya dengan Dina.
"Satu yang harus kalian ingat,jangan ada rahasia diantara pasangan.Apa yang kalian ketahui tanya langsung,jangan dibuat kesimpulan sendiri." kata Johandy,kepada Jason dan Simon.
"Dan harus saling percaya,dan jangan langsung percaya apa yang dikatakan orang.Yang belum pasti kebenarannya." sambung Dina lagi,dia jadi ingat bagaimana dia dulu langsung percaya dengan orang.Tanpa menanyakan langsung pada Johandy.
"Bagaimana denganmu Son..?" tanya Johandy pada putranya.
"Bagaimana apanya Dad..?" balik tanya Jason pada Daddynya.
"Kehidupan percintaanmu son..!"kata Daddynya.
"Belum ada yang menarik Dad.." kata Jason.
"Bagaimana dengan Rose,sepertinya mommy dengar kalian pernah pergi nonton bersama?" tanya mommynya.
"Waktu itu bertemu tanpa sengaja mom,saat ini Jason masih ingin memajukan perusahaan dulu."
"Jangan kerja terus,nanti ketinggalan dari adikmu." ingatkan mommynya.
"Mom,Jason masih muda.Jason masih ingin memajukan perusahaan." kata Jason.
Β
**tamat episode ni ya**
Maaf yang kena prankππulah iseng author.
Cerita ini sudah akan berakhir,tunggu ya π
__ADS_1
Β