Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Season 2.Saling melirik.


__ADS_3

Bagi yang **berkenan,silakan berikan vote,rate b like ya.


terimakasih...


Happy reading teman-teman sesama pembaca dan penulis.


Happy kalian,happy penulis juga ya.


Setelah hampir** 2 jam dalam gedung bioskop,akhirnya selesai juga filmnya.


"Seru ya filmnya..!" kata Melisa,tapi tidak dengan Jason.Dia menanggapinya dengan biasa saja.


"Biasa saja." kata Jason dengan suara datar,dia malah asyik dengan benda kecil ditangannya.


"Kak Jason,lupakan sejenak masalah kantor." Melisa menggandeng kedua pria yang bersamanya,banyak orang yang memperhatikannya.Tapi Melisa biasa saja menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya.


Tiba dilobby,mereka menunggu mobil mereka datang,Simon melihat Rose berjalan keluar bersama dengan teman-temanya.


"Rose..!" panggil Simon.


Mendengar ada yang memanggil namanya,Rose menoleh kearah suara yang memanggilnya.Rose kemudian berbicara dengan temannya sebelum dia mendekati Simon.


"Pulang naik apa..?" tanya Simon pada Rose.


"Naik sepeda motor bareng teman kak ." kata Rose.


"Sudah malam,mari kami antar." Jason membuka suaranya,kemudian berjalan menuju mobilnya yang baru datang dibawa petugas parkir.


"Tapi Rose dengan teman kak." Rose menolak ikut dengan mobil Jason.


"Ayo Rose,kak Jason tidak bisa dibantah.Nanti kalau kita bantah keluar tanduknya." Melisa menarik tangannya Rose untuk masuk kedalam mobil yang berhenti tepat didepannya.


"Biar Rose bilang dulu pada teman Rose." Rose mendekati temannya,yang berdiri disamping sepeda motornya.


 


☘️☘️☘️☘️


 


"Rose,bagaimana film tadi seru ya?" tanya Melisa.


"Lumayan kak." jawab Rose.


"Rose jangan panggil kakak,gw tidak setua mereka ini." Melisa menolak dipanggil kakak oleh Rose.


"Emang Melisa belum tua Rose,tapi pikirannya yang ketuaan." ledek Simon,membuat Melisa memberikan cubitan dari jok belakang.


"Aduh Mel....!" Simon teriak kesakitan,akibat cubitan Melisa.


"Rasain..." suara Melisa dengan juteknya.


"Rose,suka nonton film?" tanya Simon kepada Rose.


"Rose tidak terlalu suka nonton dibioskop,ini saja karena teman Rose yang bujuk." kata Rose.


"Sepertinya kamu cocok dengan kak Jason." keluar dari mulut Melisa dengan spontannya,sehingga membuat Jason dan Rose menjadi kaget dengan kalimat Melisa barusan.


"Apaan sih dek..!" kata Jason.


"Mel...!" Rose memukul lengan Melisa dengan pelan.


"Betul Mel..!"mereka berdua jomblo." Simon bersemangat menjodohkan Jason dan Rose.


"Kalian berdua double." celetuk Jason.

__ADS_1


"Mel sudah punya kak Simon." tanpa ada rasa malu,Melisa memproklamirkan dirinya sudah memiliki Simon.


"Emang Simon mau denganmu dek,yang manja kebangetan." ledek Jason kepada adeknya.


"Maulah..!" ya kan kak Simon?" tanya Melisa.


"Ya...!" Simon mengiyakan pertanyaan Melisa.


"Simon terpaksa jawabnya dek."


"Rose,elu maukan dengan kakak gw.orangnya sih ganteng,tapi masih gantengan kak Simon sih.Tapi...ada tapinya ya...!" kak Jason itu pelit..." kata Melisa menggambarkan sosok Jason.


"Idih...apaan sih Mel...!" Rose malu,karena Melisa terus berusaha menjodohkan dirinya dengan Jason.


"Besok kita temu ya Rose,gw tidak banyak teman disini." kata Melisa.


"Temanmu waktu,sekolah asrama dulu kemana semua?" tanya Jason pada adeknya.


"Pada sudah kerja semua kak,tidak bisa diganggu.." kata Melisa.


"Makanya dek kerja juga,biar ada kesibukan." Jason menyarankan Melisa untuk bekerja.


"Kak Simon,Mel kerja dibengkel kakak aja ya?" tanyanya pada Simon.


"No....!"disana laki semua." Simon menolak keinginan Melisa kerja dibengkelnya.


"Mau kerja apa dibengkel Mel..?" tanya Rose,yang sedari tadi hanya sebagai pendengar.


"Sebagai nyonya boss." jawab Melisa ngekeh.


"Kakak kira kamu serius mau kerja bengkel dek." kata Jason.


"Kemana kami harus mengantarmu Rose?" Jason menanyakan alamat rumah Rose.


Rose menyebutkan alamat rumahnya,kepada Jason.


Rose menyebutkan nomor ponselnya kepada Melisa.


"Kak jason,ni nomor ponsel Rose simpan ya." Melisa mengirimkan nomor Rose kepada Jason.


Jason melirik Rose dari kaca spion depan mobil,mata mereka saling terserempak.Sehingga Rose mengalihkan pandangannya dari kaca spion.


"Kak Simon,tidak usah menyimpan nomor ponselnya Rose ya." Melisa enggan memberikan nomor ponselnya Rose kepada Simon.


"Kak Simon sudah punya nomornya." kata Simon.


"Kak Simon,mau selingkuh ya dari Melisa." tangan Melisa kembali mendarat dilengan Simon,sehingga Simon kembali berteriak.


"Aduh Mel...!" teriak Simon.


"Makanya jangan berani main mata dengan cewek lain." ancam Melisa.


"Diam kalian berdua berisik..!" Jason melerai Simon dan Melisa yang terus berdebat yang tak penting dirasa jason.


"Rose,nomor berapa rumah nya?" tanya Jason.


"Tu kak yang ada pohon mangga." kata Rose,dan Simon menghentikan mobilnya.


"Tidak mampir dulu kak?"


"Tidak usah Rose,sudah larut." jawab Melisa.


🌷🌷🌷🌷


"Aduh bro...!" pusing gw dengan adikmu." kata Simon,begitu masuk keruangan Jason.

__ADS_1


"Elu terlalu memanjakan dia." kata Jason,saat mendengar keluhan Simon.


"Bukan memanjakan bro,emang gw sayang dengan adek elu." kata Simon.


"Elu maksud sayang sebagai apa,sebagai adek atau sayang sebagai lawan jenis?" tanya Jason serius kepada Simon.


"itu gw belum tahu.." jawab Simon.


"Elu jangan kasih harapan,jika elu belum pasti dengan perasaaan elu sendiri."


"Jaga jarak dengan Melisa,biar dia tidak terlalu berharap." ingatkan Jason.


💔💔💔


Setelah pembicaraan dengan Jason,Simon mulai menjaga jarak dengan Melisa.Simon sudah jarak muncul dikediaman Melisa,dan jika ditanyakan Melisa.Simon memberikan alasan Sibuk.


"Kak Jason,kenapa sih.Kak Simon sibuk terus?" tanya Melisa,ketika sedang berkumpul bersama mommy dan Daddynya.


"Ya,biasanya Simon kesini terus." mommynya juga heran.


"Sibuk mom,ada proyek baru." jawab Jason.


"Bilang jangan kerja terus." sambung mommynya lagi.


"Bagaimana dengan proyek resort di raja ampat?" tanya Daddynya.


"Sudah mau selesai Dad." jawab Jason.


"Kak,besok kak Simon ada dikantor?" Melisa bertanya pada Jason dengan pelan,dia tak ingin orang tuanya tahu.


"Ada,kenapa?" tanya Jason.


"Mau tahu aja."


"Dek,jangan terlalu berharap dengan Simon." ingatkan Jason.


"Maksud kakak apa..?"


"Tidak apa-apa,kakak tidak mau adik kakak suatu hari tersakiti."


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya mommynya,melihat Jason dan Melisa berbicara secara pelan-pelan.


"Hih...mommy mau tau aja." kata Melisa,yang kemudian pergi masuk kedalam kamarnya.


"Ada rahasia apa,yang tidak mommy ketahui?" selidik mommynya.


"Mommy,kempo nih...!"


"Mom,Dad.Jason masuk kamar dulu,ada kerjaan."


"Jangan terlalu larut tidurnya." kata mommynya.


"Mas,apa yang mereka bicarakan tadi?" tanya Dina pada Johandy.


"Mana mas tahu,tadi mas asyik lihat berita di tv." kata Johandy.


"Mas ini,Dina merasa tidak dibutuhkan anak-anak lagi.Mereka tidak menceritakan masalahnya pada Dina,tidak seperti saat mereka kecil."


"Bagaimana kalau kita buat yang kecil lagi,biar ada yang mau membagi ceritanya pada honey mas ini."


"Hih mas Jo,Dina serius."


"Mas serius ingin punya baby yang imut lagi." Johandy menarik tengkuk Dina,dan menempelkan bibirnya.Johandy memberikan ciuman yang lama dibibirnya Dina sehingga pasokan oksigen keparu-paru mereka serasa menipis,barulah tautan kedua bibir terlepas.


"Mas,sudah.Nanti dilihat anak-anak." Dina mendorong tubuh Johandy yang ingin mengulangi apa yang mereka lakukan tadi.

__ADS_1


"Ayo lanjut kekamar." Johandy menarik Dina untuk masuk ke kamarnya.


lanjut👉👉👉


__ADS_2