
**Cerita tentang anak mommy Dina dan Daddy Jo.
Happy reading teman-teman**.
"Sudah lama kita tidak ketemu." ucap mba Yanti kepada Dina.
"Ya mbak,dah belasan tahun.Maafkan Dina mbak pergi ngak pamit." karena dari kantor polisi saat itu,Johandy membawa Dina langsung ke villanya.
"Sebenarnya siapa yang membawa....?" mba Yanti menghentikan pertanyaannya,dan melihat Jason yang sibuk dengan ponselnya.
"Sudah tahu mbak,saya dah ceritain semua." Dina mengatakan bahwa Jason mengetahui kejadian tersebut.
"Siapa yang mengambilnya?" tanya mba Yanti.
"Daddynya." kata Dina.
"Dia menemukan kalian." ujar mba Yanti.
"Saya kira dengan pergi kekota kecil,kami akan sulit ditemukan.Tapi ternyata..."
"Sejauh mana kau pergi,jika jodoh kalian kuat.Kalian pasti tetap bertemu." kata mba Yanti.
"Ya mbak." jawab Dina.
"Apa Jason punya adik?" tanya mba Yanti.
"Ada mba,Melisa namanya.Sekarang dia sekolah di Inggris." cerita Dina.
"Senang melihatnya,akhirnya kalian bersama lagi." ucap mba Yanti pada Dina.
Sedangkan Jason masih asyik dengan ponselnya,dia tak menghiraukan keberadaan orang disekitarnya.Jason seorang workaholic sejati seperti dikatakan Simon.
__ADS_1
🛵🛵🛵
Hari ini,seperti hari libur sebelumnya.Jason melakukan kebiasaan uniknya yaitu membawa vesva jadulnya berkeliling,hari ini dia tidak sendiri Simon ikut menemaninya.
"Bro,kita mau kemana?" tanya Simon yang sudah anteng duduk dibelakang Jason.
"Ikut aja." beritahukan Jason,sambil melarikan vesva jadulnya dengan santai.
"Bro,jangan kencang-kencang,gw masih perjaka ting ting."ingatkan Simon setiap Jason membawa vesvanya kencang sedikit.
"kapan kita sampai,kalau pelan.Nenek-nenek aja lebih kencang jalannya." ucap Jason.
Jason terus membawa vesvanya menuju luar kota.
"Kita mau kemana sih?kenapa ngak naik mobil aja." Simon ngedumel diboncengannya Jason.
"Nikmati hembusan angin yang menerpamu." kata Jason.
"Santai aja,entar lagi sampai." Jason terus membawa vesvanya menembus hutan pinus disepanjang perjalanan.
"Gw laper Jason,masih lama." Simon kembali membuka mulutnya.
"Dah mau sampai." Jason membawa vesvanya melalui jalan yang kecil,dan akhirnya mereka tiba dipondok yang berdiri dipinggir sungai yang sangat jernih airnya.
"Sampai,turun..!" kata Jason kepada Simon.
"Aduh...!" bokong gw kebas,Simon menepuk-nepuk bokongnya.
Jason turun dari vesvanya,dan berjalan menuju pondok dan mengambil kunci dibawah pot bunga.
"Pondok siapa bro...?" mata Simon mengitari sekeliling pondok.
__ADS_1
"Pondok gw." jawab Jason,kemudian masuk kedalam pondok dan kembali keluar membawa kursi.
"Sejak kapan elu punya pondok ini,kenapa gw ngak tahu?" tanya Simon.
"Sudah setahun,kalau gw butuh ketenangan disinilah gw berada." beritahukan Jason.
"Pulang ke villa juga tenang." kata Simon.
"Ke villa terpaksa naik helikopter,kalau kesini cukup naik itu sudah sampai." Jason menunjuk kearah vesva kesayangannya.
"Elu emang anak Sultan aneh,orang lain malas berpanas-panasan.Elu asyik aja naik tu kendaraan jadul."
"Sekali-kali kita napak bumi,jangan hidup diatas terus." kata Jason sambil berjalan menuju sungai dengan membawa alat pancing.
"Ngak ngerti gw omongan elu,gw laper ada makanan?" tanya Simon.
"Kita mancing dulu." beritahukan Jason.
"WHAT...!!" teriak Simon.
"Why...?" balik tanya Jason.
"Gw udah laper...!" seru Simon.
"Sabar,hidupkan api." perintah Jason untuk Simon.
"Untuk apa?" tanya Simon.
"Elu mau makan ikan mentah." ucap Jason pada Jason.
"Emang gw kucing." gerutu Simon sambil mengambil ranting kering untuk bakaran.
**bersambung**
__ADS_1
Hai semua,mohon dukungannya.agar lev jangan turun ya.cerita ini sudah dikontrak.jadi mohon dukungannya berupa vote,like n rate.trims.
Happy reading ya.