
**Jalan-Jalan ke pasar baru,mari kita mulai berhalu๐๐๐๐.
Happy reading readers.
Cklek**
Rose membuka pintu kamarnya,setelah sekembalinya dari rumah Lisa.Dan dilihatnya ayah dan bundanya duduk akur sambil menonton tv.
"Akur,mungkin sebentar lagi akan perang juga." Rose melewati saja ayah bundanya tanpa menyapanya.
"Rose." panggil ayahnya,ketika dilihatnya Rose melewatinya saja.
"Ya." jawab Rose singkat.
"Sini duduk dulu." kata bundanya.
Rose dengan bermalas-malasan,mengambil tempat duduk disamping bundanya.Rose ingat sudah lama mereka tidak duduk bersama begini.
Rose mengingat terakhir berkumpul begini SMA,setelah itu ayahnya sibuk dengan membuka restoran cabangnya.Dan bundanya sibuk dengan restorannya juga,dan keuangan mereka stabil.Tetapi kedamaian dalam keluarganya terganggu.
"Bagaimana dengan kuliah nya Rose?" tanya ayahnya untuk pertama kali perduli dengan pendidikannya.
Rose menatap ayah bundanya,dia heran melihat kedua orang tuanya menanyakan tentang pendidikannya.Terutama ayahnya.
"Baik yah." jawabnya.
"Bagaimana dengan praktek lapangan,sudah dapat tempat nya?" tanya bundanya,kalau bundanya Rose tidak heran karena bundanya kalau sibuk masih sempat menanyakan tentang pendidikannya.
"Maafkan ayah Rose,selama ini sudah lalai." kata ayahnya.
"Salah makan apa ayah." batin Rose.
"Saat ini ayah tidak akan mengabaikan Rose dan bunda,ayah tidak akan membuka cabang lagi.Cukup 2 restoran itu kita kelola dengan baik." kata ayahnya.
Rose sedikit bahagia mendengar janji ayahnya.
"Semoga janji ayah selamanya." kata Rose,kemudian dia beranjak meninggalkan ayah bundanya.
ย
๐๐๐๐
ย
"Aduh bro,capeknya." Simon memasuki ruangan Jason masih dengan membawa koper kecilnya.
"Kenapa bawa koper?" tanya Jason.
"Dari bandara langsung masuk kantor,ini laporannya." Simon menyerah berkas laporan tentang proyeknya di Papua.
"Bro,ada kabar dari Melisa,pesan-pesan ku tidak dibalasnya?" tanya Simon pada Jason.
Jason terus meneliti berkas-berkas yang diberikan Simon tadi,sehingga dia belum menjawab pertanyaan Simon.
"Bro...!"
"What..!"
"Ada berita dari Melisa?"
"No..!"
"Kemana dia,kau tidak heran adikmu tidak ada kabar?" tanya Simon.
"Melisa sudah biasa begitu,tiba-tiba muncul.Tiba-tiba hilang." kata Jason dengan santainya.
"Ah..!"semenjak pergi ke Korea handphonenya tidak active." cerita Simon.
"Bulan depan proyek kita ini sudah bisa berjalan." kata Jason kepada Simon,tapi Simon tidak menanggapi perkataan Jason.
"Wow..kerja,jangan melamun saja."tegur Jason melihat Simon tidak fokus mendengar perkataannya.
Drrt...drrt....
Handphone Jason bergetar menandakan ada pesan masuk,Jason melihat pesan tersebut.
Melisa: Kak,Mel..sudah kembali ke
Indonesia.
Jason : kapan tiba,kenapa kabari Simon.
Dia sudah uring-uringan duduk
didepan kakak.
Melisa :๐sengaja kakak,jangan
__ADS_1
beritahukan kak Simon ya.
kejutan.
Jason. : oke
Melisa : Nanti malam temuan di cafe
kak,Mel dan Jesy berangkat
bersama.kakak bawa Simon
Jason. : ok
Melisa. : bye
Jason tersenyum dalam membalas pesan tersebut,membuat Simon curiga.
"Kenapa senyam-senyum bro,ayo chat dengan doi ya..?" selidik Simon.
"Mau tahu aja,sana kerja.Nanti malam cari hiburan kita,biar bisa melupakan Melisa sejenak.."
"Mana bisa lupa dengan Melisa..!" Simon meninggalkankan ruangan Jason menuju ruangannya dengan bermalas-malasan.
"Bro,tegak jalannya.Seperti orang putus cinta saja." ejekan diberikan Jason kepada Simon.
"Dasar sudah jadi bucin.."
ย
๐๐๐๐
ย
Jason membawa Simon,ketempat biasanya mereka ngumpul bersama Melisa.
"Untuk apa kita disini,hanya berdua saja." gerutu Simon.
"Untuk nyantai bro.." jawab santai Jason.
Pintu terbuka dan Simon melihat Rose datang seorang diri,membuat Jason dan Simon terkejut melihat kedatangannya.
"Hai kak.." sapa Rose kepada Simon dan Jason.
"Rose,sendiri saja.Siapa yang beritahu untuk datang kesini?" Simon melihat kearah Jason dan mata menatap Jason dengan penuh arti.
"Apaan sih.." Jason jengah melihat tatapan Simon kepada Dirinya.
"Kamu diam-diam gerak cepat ya,jangan-jangan tadi kamu chat dengan Rose." goda Simon,membuat muka Rose bersemu merah.Dan dia hanya dapat menundukkan raut wajahnya.
Sedangkan raut muka Jason datar tanpa ekspresi,seperti biasanya.
Tiba-tiba ruangan tempat mereka berada mati lampu menyebabkan Simon ngedumel.
"Apaan ini,tempat top bisa mati lampu.Wow hidupkan listrik cadangan." Simon ribut,karena dia phobia gelap.
"Happy birthday to you...happy birthday" lagu ulang tahun berkumandang dibawakan oleh Melisa dan Jesy.
Melisa menyanyikan lagu ulang tahun dan ditangannya ada kue ulang tahun berbentuk mobil.
Simon kaget dan cukup terharu,melihat kedatangan Melisa yang sudah seminggu tidak bisa dihubunginya.
"Kalian menipuku,kau Jason pasti tahu bahwa Melisa berada di Indonesia?"
"Tiup kak.." ucap Melisa.
"Make wish dulu kak Simon." ingatkan Jesy.
Simon menutup matanya,kemudian dia meniup lilin ulang tahunnya.
"Happy birthday kak Simon." kata Melisa.
"Terimakasih sayang." Siimon mencium kening Melisa.
"Selamat bro." kata Jason.
"Selamat tambah tua kakak." gurau Jesy.
"Dasar anak nakal,bukan tua.Tapi matang." kata Simon.
"Selamat ulang tahun ya kak Simon." ucap Rose.
"Terimakasih Rose." jawab Simon.
"Kak Simon yang traktir kita kan ?" tanya Jesy.
"Ya makan sepuasnya." Simon senang,mukanya sudah tidak kusut lagi.
__ADS_1
Jason menarik tangan Jesy untuk duduk disampingnya.
Dengan antusias Jesy mengatakan pesanannya kepada pelayan.
Jason menuangkan wine,dan meminumnya sedikit.Jason bukanlah peminum,sehingga dia tidak menikmatinya.
"Melisa mau." Simon menawarkan wine kepada Melisa tapi ditolaknya.
"Jesy tidak ditawari kak?" Jesy protes.
"Jesy tunggu 4 tahun lagi." kata Simon.
"Hih kakak tidak adil.." gerutu Jesy.
"Rose mau coba..?" tanya Simon kepada Rose.
"Tidak kak,Rose tidak pernah mencobanya.." Rose menolak tawaran Simon.
"Jesy coba ni punya kakak." tawarkan Jason pada Jesy.
"Pahit....!"panas..." teriak Jesy,ketika dia mencoba mencicipi yang diberikan Jason kepadanya.
Jason tertawa melihat ekspresi wajah Jesy saat mencicipi minuman tersebut.
"Tidak enak..!" teriak Jesy.
"Kak Jason,jangan ganggu Jesy." kata Melisa .
"Tidak enak kak,jangan minum.Enakan susu coklat." kata Jesy pada Melisa untuk tidak meminumnya.
"Anak kecil cocoknya minum susu coklat." kata Jason.
"Emang Jesy anak kecil,kak Jason orang tua." bisik Jesy kepada Jason,dan senyumnya merekah karena berhasil membalas Jason.
Melisa asyik berbincang dengan Simon,sesekali mereka tertawa senang.
"Mel,kapan balik ke Jepang?" tanya Jason pada adiknya.
"Melisa tidak balik lagi kak,Perusahaan buka cabang disini.Dan Mel diutus mengepalai cabang sini." cerita Melisa.
"Akhirnya kakak tidak perlu ulang-aling Indonesia Jepang." Simon gembira mendengar Melisa tidak kembali lagi ke Jepang.
"Mommy dan Daddy sudah tahu?"tanya Jason.
"Sudah kak,dua minggu yang lalu.Mel kabarin." kata Melisa.
"Ayo Rose makan,jangan diam saja." kata Melisa.
Rose mengambil makanan yang disodorkan Melisa kepadanya.
"Terimakasih."
"Hem..enak.." mata Jesy berbinar melihat bermacam-macam makanan yang dibawa masuk oleh pelayan.
"Ingat gembul diet.." Jason mulai lagi menggodanya.
Jesy mengerucutkan bibirnya kepada Jason,membuat Jason gemas melihatnya.
"Hih dibilangin ngak percaya." Jason mengacak-acak rambut Jesy.
Melisa dan Simon tertawa melihatnya,karena mereka sudah tahu Jason suka sekali menjahilin Jesy sedari dulu.
Tetapi tidak dengan Rose,dia tidak suka dengan kedekatan mereka.
Setelah jam menunjukkan pukul 11 malam,Jason mengusulkan untuk pulang.
"Kak Jason,antarkan Rose pulang ya." kata Melisa kepada Jason.
"Maaf,kakak akan kembali kekantor dulu ada yang perlu kakak ambil.akan lama nanti Rose sampai rumah." kata Jason.
"Tidak apa-apa kak Jason,Rose tidak keberatan singgah kekantor kakak Jason." kata Rose.
"Tapi tidak bagus seorang anak gadis,ikut pria kekantor tengah malam." kata Jason.
Rose menundukkan kepalanya,ketika mendengar ucapan Jason.
"Biar kami mengantarkan Rose." ucap Simon.
"Jangan kalian lupakan gembul,lihat dah ngantuk dia." Jason melihat mata Jesy sudah sayu.
"Gembul masih bisa jalan,atau mau kakak gendong?" goda Jason.
"Jesy masih belum ngantuk ya,nih lihat mata Jesy." Jesy mendelikkan mata.
"Sudah sana balik,hati-hati Simon." ingatkan Jason sebelum beranjak pergi.
๐ฎ๐ฎ**Next**๐ฎ๐ฎ
__ADS_1