
***hai salam jumpa
happy reading guys***...
Johandy melangkahkan kakinya ke kamar Dina,dan membuka pintu dengan pelan dan di lihatnya Dina masih tidur meringkuk di ranjang dengan pulasnya.
Kemudian Johandy duduk pinggir ranjang.
" honey bangun..." ucap Johandy sambil mengusap-usap pipi Dina dengan lembut.
" hmh......"
" ayo honey jangan pancing mas untuk olah raga seperti yang tadi lagi..." goda Johandy.
" ngantuk mas..." jawab Dina dengan bermalas malasan.
" makan dulu dah siang ,nanti kita lanjutkan bobok siang ," goda johandy.
Dina langsung bangkit dari tidurnya ketika Johandy mengodanya untuk melanjutkan dengan bobok siang.
" ogah..." kata Dina spontan langsung duduk.
Dina tak sadar selimutnya tidak menutupi daerah dadanya, sehingga payudaranya yang tidak memakai bra terpangpang jelas membuat Johandy menelan salivanya.
" honey jangan menggoda mas ya..." ucap johandy lirih sembari menatap ke arah dada Dina.
Dina yang melihat tatapan johandy terfokus pada daerah dadanya, menjadi sadar bahwa dia tidak mengunakan sehelai benangpun dan selimut yang dipakainya sudah melorot ke pinggang.
" hah mesum...!" pekik Dina sembari memukul Johandy dengan meraih guling yang terletak di dekatnya.
__ADS_1
Johandy berdiri dari duduknya untuk menghindari pukulan Dina,dan dia tertawa puas melihat Dina marah.
" kok...marah sama mas..." ucap Johandy.
" mas nga bilang kalau aku nga pakai baju..." semprot Dina.
" mas kira honey sadar belum pakai baju,tapi kok malu .Mas udah lihat semua,malah dah sering merasakannya..." goda Johandy membuat rona merah dipipi Dina.
" mas mesum..." kata Dina sembari bangkit dari ranjang ,menuju kamar mandi dengan melilitkan selimut ke tubuhnya.
" honey mas tunggu di balkon..." kata Johandy tapi Dina tak menyahut.
Di dalam kamar mandi Dina masih mengerutu terhadap Johandy.
Dengan cepat Dina mandi ,dan ketika ingin memakai baju baru dia ingat tidak membawa baju ganti.Terpaksa dia memakai bathrobe dan keluar untuk ngambil baju bersih.
Dengan pelan Dina membuka pintu kamar mandi,pertama di julurkannya kepalanya melihat keluar kamar mandi,Dina mengamati apakah Johandy masih berada dikamar atau tidak.
Tak lama kemudian Dina keluar kamar mandi,dan dilangkahkannya kakinya menuju balkon,dan disana Johandy telah menunggunya dan didepannya tertata masakan uuntuk makan siang.
" Akhirnya datang juga honey,mas kira honey ketiduran dikamar mandi..." goda johandy pada Dina.
Mendapatkan godaan dari Johandy,Dina memanyunkan bibirnya.
" melihat bibirmu seperti itu honey ,membuat mas jadi lapar yang lain..." ucap Johandy sembari mengkerlingkan matanya kepada Dina.
" dasar laki laki mesum..." gerutu Dina,dan gerutuannya itu terdengar oleh Johandy.
" mesum dengan my honey sendiri ngak pa..pa..." kata Johandy.
__ADS_1
" ayo duduk honey,ngapain berdiri terus atau mau mas pangku...?" tanya Johandy sambil tersenyum.
" he...he ogah..." kata Dina cepat- cepat,dan kemudian dia mengambil tempat duduk didepan Johandy dan ada meja yang memisahkan mereka membuat Dina merasa aman dari Johandy.
Johandy tersenyum melihat tingkah Dina.
" tak akan lama lagi pasti akan jinak..." batin Johandy.
" mas...?" Dina membuka suara.
" ya honey..." Johandy mengangkat kepalanya dan memandang Dina.
" mas sudah dapat kabar dari kantor polisi...?" tanya Dina.
" belum honey..." ucap Johandy.
" kenapa lama sekali,sudah beberapa lama ini..." ucap Dina dengan sendu.
Matanya sudah memerah,sebentar lagi mungkin akan turun air bening dari kedua sudut matanya.
" orang suruhan mas juga sudah berusaha..." kata Johandy.
" bagaimana keadaan Jason ?"apa dia baik baik saja..." kata Dina dalam tangisnya.
Melihat Dina yang sudah mencucurkan air mata,Johandy bangkit dari duduknya dan menghampiri Dina lalu memeluknya dari belakang untuk menenangkan Dina yang menangis.
Β
***bersambung
__ADS_1
Β
happy reading...πππ***