
Stay at home selalu ya teman-teman..
Happy reading ya.
Dina berdiri di tengah ruangan kantor Johandy,matanya melotot menatap Johandy dan Silvia.
Melihat kedatangan Dina dengan penuh emosi yang hampir meledak,Johandy bangkit dari kursi kerjanya.
"honey,kenapa ngak bilang mau datang,tadi bisa mas tunggu dibawah," kata Johandy sambil berjalan kearah Dina yang masih melotot kearahnya.
Silvia cukup kaget mendengar ketika Johandy memanggil Dina dengan panggilan honey.
"honey!"Jo...,apa maksudnya?" tanya Silvia dengan ekspresi wajah yang bengong.
"Apa ?" tanya balik Johandy karena tidak mengerti atas pertanyaan Silvia.
Setelah dekat dengan Dina,Johandy memeluk Dina yang masih dengan mata melotot dan kedua tangannya memegang box es cream yang dibelinya tadi.
"Lepas..!" teriak Dina dengan emosional.
"Kenapa honey,Lisa apa yang kau lakukan pada istri saya..?" tanya Johandy pada Lisa sekretarisnya,yang tadi dilihatnya berusaha melarang Dina masuk.
"Maaf tuan,saya tidak tahu bahwa nyonya ini istri anda.Tadi nyonya itu mengaku bahwa dia yang istri anda ," sekretarisnya menceritakan perbuatan Silvia,sehingga banyak pengawai Johandy salah paham.
"Dina mau tanya disini mas,sebenarnya siapa sih istrinya mas Jo.Dina atau sikunti itu..?" tanya Dina yang wajahnya masih kelihatan kemarahan.
"Ya jelas Dina..," jawab Johandy sambil memeluk Dina dengan mesranya.
"Tadi kau bilang sudah punya anak,dan sudah menikah lagi..?" Silvia belum mau menyerah untuk memiliki Johandy.
"Itu anakku..," sahut Johandy.
__ADS_1
"Tapi kalian sudah pisah lama !" seru Silvia.
"kami sudah rujuk,dan Silvia kenapa kau mengaku sebagai istriku pada pengawai kantor ini?" Johandy bertanya pada Silvia yang menyebabkan terjadinya kesalah pahaman.
"aku ingin jadi istrimu Jo,aku sudah lama mencintamu..!" seru Silvia sambil mendekati Johandy.,"
"Wait a minute....!"jangan-jangan kepergian Dina dulu akibat perbuatanmu," tuduh Johandy kepada Silvia,mendapatkan tuduhan dari Johandy.Silvia berusaha mengelak dari tuduhan Johandy.
"Ngak Jo,aku tidak melakukan itu.Dia aja yang sudah bosen denganmu," Silvia ingin mengeluarkan permainan baru.
Mendengar Silvia menuduhnya,Dina menjadi marah dan ingin melemparkan box es cream yang dipegangnya.
"Sabar honey..," Johandy mencegah niat Dina melempar Silvia.
"he.....!" kunti jangan macam-macam elu ya.Dina ini tidak sama dengan yang dulu," ucapan yang keluar dari bibirnya Dina mengagetkan Silvia,sekretarisnya Johandy begitu juga Johandy sendiri.
"Tadi mas,Dina bertemu ini sikunti di mall,dia mengakui kebohongannya dulu untuk memisahkan kita," beritahukan Dina tentang kelicikan Silvia yang menyebabkannya meninggalkan Johandy.
"Sil,tega kamu melakukan itu," ucap Johandy dengan perasaan yang sedih dan kecewa.
"Jangan percaya Jo,aku tidak melakukan itu semua," Silvia menolak tuduhan dari Dina.
"Ngak melakukan,itu ngaku-ngaku jadi istri Johandy apa maksud lu," cerca Dina membuat Silvia tak berkutik.
"Kenapa tadi kau ngak ngaku,kalian sudah bersama lagi," timbul tenaga Silvia untuk melawan Dina lagi.
"gw ngerjain lu aja kunti,gw senang tadi melihat lu tertawa senang sendiri mirip orgil," beritahukan Dina dengan senangnya.
"Gara-gara perbuatanmu Silvia,aku kehilangan moment-moment saat Dina mengandung putraku," beritahukan Johandy dengan emosionalnya.
"Kau percaya Jo?"mungkin aja bukan anakmu," tuduh Silvia lagi.
__ADS_1
Dina yang mendengar tuduhan terhadap anaknya,menjadi marah dan melakukan perbuatan yang sudah ingin dilakukannya sedari tadi.
"Rasain lu....!" teriak Dina sambil menuangkan box es cream yang sudah hampir mencair kerambut Silvia secara tiba-tiba,sehingga Silvia tidak sempatkan mengelak.π¦π¦ππ
"Apa yang kau lakukan..!" seru Silvia sembari memegang rambutnya yang sudah lengket dengan es cream.
"Omg...!"istri boss wanita bar-bar juga,untung tadi aku tidak kena apes..," batin sekretaris Johandy,ketika melihat perbuatan Dina terhadap Silvia.π€π€
Johandy juga kaget melihat perbuatan Dina,dan menarik Dina menjauh dari Silvia.Johandy takut Silvia mencelakai Dina.
"Silvia,aku ngak mau melihatmu lagi.Silahkan keluar!"seru Johandy dengan suara yang dingin mengandung kemarahan.
"Jo,jangan lakukan itu semua tidak benar..!" teriak Silvia tidak mau keluar.
"Lisa,tolong panggilkan keamanan," perintah Johandy kepada sekretarisnya.
Kemudian Lisa memanggil pihak keamanan.
"bawa dia keluar,jangan diberikan izin untuk mendekati gedung ini lagi..," perintah Johandy pada pihak keamanan.
"Baik Boss..," jawab petugas keamanan.
"Mari nona,jangan sampai kami menyeret anda," kata petugas keamanan kepada Silvia.
"Jo.....!" jangan usir aku,aku sangat mencintaimu," teriak Silvia,ketika diseret keluar oleh petugas keamanan.Karena tidak mau meninggalkan ruangan Johandy.
Ketika sampai dipintu ruangan Johandy,Silvia memberikan ancaman kepada Dina.
"Awas kau Dina..!" teriaknya,ketika dilihatnya Dina senang melihatnya diseret keluar petugas keamanan.
π£***Next*** π£
__ADS_1