Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
Epi 67 Romantis


__ADS_3

**Hai masih bersama Melisa dan Simon,terimakasih atas dukungannya.


jangan lupa minta tekan rate 5 ya n like juga.


terimakasih ya teman-teman๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Setelah tiba semalam di bandara Haneda di Tokyo,Simon langsung menuju hotel yang ditempatinya setiap dia mengunjungi negara tersebut.Besok dia rencananya akan membawa Melisa mengunjungi daerah Kawazu yang terletak di Prefektur Shizuoko.


Simon ingin membawa Melisa berjalan-jalan menikmati mekarnya bunga sakura,pas waktunya Simon bulan ini tiba di Jepang disambut dengan mekarnya bunga sakura.


ย 


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


ย 


"Kita mau kemana sih kak?" tanya Melisa,karena pagi-pagi Simon sudah menunggu di lobby apartemennya.


"Ada deh...!" jawab singkat Simon,dan tangannya terus menggenggam jemari Melisa.


"Masih jauh kak..?" tanya Melisa lagi.


"Tidak!" Melisa tidak pernah keluar waktu weekend?" tanya Simon.


"Tidak kak,Melisa jalan-jalan saat kak Simon datang mengunjungi Mel saja." kata Melisa.


Itulah sebabnya kenapa Simon sangat mencintai Melisa,karena Melisa sangat berbeda dengan gadis-gadis yang dikenalnya dan sempat dekat dengan dirinya.


Keluarga Dirgantara terkenal dengan keluar pebisnis yang andal dan kaya raya,tetapi putra-putrinya hidup dengan sangat sederhana.Berkat didikan Johandy dan Dina,sehingga kedua buah hatinya tidak sombong dan arogan.


"Kita mau ke Kawazu kak?" terdengar dari suara Melisa yang sangat gembira ketika Simon membawanya ke Kawazu.karena Melisa tahu bahwa daerah Kawazu terkenal dengan wisata bunga sakura,yang sangat disukai para turis untuk dikunjungi.


"Ya,Melisa sudah pernah kesana?" tanya Simon kepada Melisa.


"Belum kak,sibuk kerja." jawab Melisa.


"Jangan kerja terus,istirahat..." nasihat Simon pada Melisa.


"Idih kak Simon,sok nasehati.Kakak juga workaholic.." sindir Melisa,menbuat Simon ngekeh.

__ADS_1


"Laki-laki wajar banting tulang,agar nanti keluarganya tidak kekurangan." kata Simon.


Setelah tiba di daerah Kawazu,mereka disambut hamparan bunga sakura yang sedang mekar.


"Indahnya..!" seru Melisa,dia melonjak kegirangan dan pegangan tangan mereka terlepas.


"Kak Simon,lihat..!" Melisa menunjukkan deretan bunga sakura disamping mereka,berjajar disekililing mereka.


"Seperti dinegeri dongeng." kata Melisa.


"Emang pernah masuk ke negeri dongeng?" tanya Simon yang terus mengikuti Melisa dibelakangnya.


"Waktu kecil mommy sering cerita."


"Cerita belum pasti kebenarannya,kita jangan percaya dengan cerita 100%." kata Simon.


"Biarin..!"Melisa percaya dengan dongeng." ucap Melisa jutek.


"Oke..oke..maafin kakak ya." kata Simon ketika dilihatnya seraut wajah cantik didepannya manyun.


"Mel..!" panggil Simon untuk berjalan.


Simon membuat dirinya saling berhadapan dengan Melisa,dan dia menatap kedua bola mata indah milik Melisa yang berwarna coklat.Karena Daddynya Melisa masih ada keturunan Jerman.


"Apaan sih kak,kok lihatin Melisa segitunya." Melisa merasa jengah dipandangi Simon.


"Mel...maukah menerima kakak menjadi belahan jiwamu,kakak emang tidak sempurna tetapi bersama Melisa kakak akan merasa menjadi sempurna." Simon berkata sembari memegang kedua tangan Melisa dengan eratnya.


"Kak Simon.." Melisa sangat malu mendengar pernyataan cinta dari Simon.


"Kakak sangat mencintaimu,kakak tidak mau kehilangan Melisa lagi." sambil berbicara Simon mengeluarkan kotak yang sedari tadi dikantonginya.


Simon membuka kotak dan terlihat isi kotak tersebut yaitu cincin,Simon mengeluarkan cincin dari kotaknya.


Visual by google



"Mel,maukah menerima cincin ini bersama pemberinya?" kata Simon kepada Melisa dengan penuh harap agar Melisa menerimanya.

__ADS_1


"Kak, malu ah....!" seru Melisa,ketika dilihatnya banyak orang yang berlalu lalang melihat kearah mereka.ada yang saling berbicara ingin tahu apa yang terjadi,ketika melihat cincin yang dipegang Simon barulah mereka sadar bahwa sedang terjadi proses lamaran yang romantis.


"Please..! accept miss." seorang turis membujuk Melisa untuk menerima Simon.


"Kak Simon..!" pipi Melisa menjadi merah,karena dia belum pernah mengalami ini semua.


"Ayolah Mel,kakak sudah jadi bucin ini." cengir Simon.


"Per favore accetta signorina." suara seorang turis menyemangati Melisa untuk menerima Simon.


"Misu o ukeirete kudasai." Melisa mendengar juga dalam bahasa lokal.


Melisa menatap Simon dan dia mengangukkan kepala menandakan dia menerima Simon.


Simon langsung merengkuh Melisa kedalam pelukannya dan kemudian dia menyelipkan cincin ke jari tangan Melisa.


"Kakak sangat senang,tidak sia-sia kakak setiap bulan ke negara ini." bisik Simon kepada Melisa.


Tepuk tangan riuh disekitar Melisa dan Simon sehingga Simon melepaskan pelukannya.


"Thank you.." ucapan terimakasih diberikan Simon pada orang-orang yang telah mendukung dirinya dan Melisa tadi.


"Bye..bye..." Simon membawa Melisa berlalu dari tempat dia melakukan prosesi lamarannya tadi.


"Kak Simon..!"


"Ya,sayang.." jawab Simon dengan memanggil Melisa dengan sebutan sayang.


"Heh kak Simon,jangan panggil sayang gitu malu." tolak Melisa dipanggil sayang.


"Romantis sayang,om saja manggil tante dengan panggilan honey." kata Simon.


Panggilan Johandy terhadap Dina tidak berubah,dihadapan anak-anaknya.Johandy tetap memanggil Dina dengan honey.


**Lanjut๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰


Jika berkenan silahkan tinggalkan like n rate ya.biar author bersemangat mengeluarkan hayalan tingkat tingginya.


Happy reading**.

__ADS_1


__ADS_2