
Hai jumpa lagi dengan author,masih ada yang baca.πͺπͺ
Kasihkan
Like
Rate
Ya guys gratis kokπ€π€.
"mom,jam berapa kita kembali?" tanya Jason.
"Kakak saja dengan Jesy kembali ya,daddy masih ada urusan." kata Dina.
"Tante,Jesy belum masuk sekolah.Jesy masih mau disini." Jesy menolak untuk kembali hanya bersama Jason.
"Kalau begitu kakak saja kembali sendiri." kata Dina.
"Ya.." jawab Jason.
"Gembul,perlengkapan di asrama sudah disiapkan semua?" tanya Jason pada Jesy.
"Belum kak.." jawab Jesy.
"Kapan mau beli,kalau masih mau disini?"
"Ya Jesy,banyak yang mau dipersiapkan." kata Dina.
"Jadi,Jesy harus ikut kak Jason ?"
"Ya,nanti kak Jason nemanin belanja." jawab Dina.
"Hih.. mana tahu kak Jason belanja." Jesy meragukan kemampuan Jason dalam berbelanja.
"Waktu kakak belajar di luar negeri,kakak belanja sendiri keperluan rumah." Jason menyombongkan dirinya.
"Sudah kalian dua jangan berdebat lagi,Kakak ingat.Jangan ganggu Jesy ya." ingatkan Dina pada Jason.
"Jangan khawatir mom." janji Jason.
Β
ππ
Β
"Kak kita belanja dimana?" tanya Jesy,setelah hampir 15 menit.Jason membawanya berputar-putar dipusat kemacetan kota.
Jason menyebutkan nama salah satu mall terbesar di Indonesia.
"Kenapa kita berputar-putar terus,sepertinya kita sudah 2 kali melewati mall itu?" tanya Jesy dengan herannya.
Jason ngekeh mendengar perkataannya Jesy,akhirnya Jesy bersuara juga.Setelah dari tadi sibuk dengan handphonenya.
"Kakak mempermainkan Jesy ya?" Jesy menampilkan muka cemberutnya.
"Siapa suruh sejak tadi diam terus,sibuk dengan ponselnya.Kakak disini di cuekin..."
"Jesy sibuk ni,membalas pesan-pesan teman sekolah Jesy dulu di Malaysia." kata Jesy.
"Teman atau pacar..?" goda Jason.
"Teman..!" seru Jesy dengan cepat.
"Ingat,masih sekolah.Jangan cinta-cintaan dulu." ingatkan Jason.
"Kak Jason,Jesy itu masuk asrama putri.Mana bisa Jesy melirik cowok,tapi mungkin saja ada guru cowok yang keren ya kak.." kata Jesy sembari tertawa kecil.
Jason memberikan sentilan dikening Jesy,agar berhenti memikirkan cowok.
__ADS_1
"Aduh kakak,sakit tahu." Jesy mengelus keningnya yang terkena sentilan Jason.
"Awas ya,kalau sampai ketahuan pacaran.Kakak beritahukan kepada tante Maya biar di nikahkan saja." ancam Jason,bukannya takut dengan ancaman Jason.Jesy makin senang.
"Baguslah,nanti Jesy kalau punya anak jadi mommy hot.Jesy masih muda..." sembari tertawa Jesy berkata.
"Oh mau nikah muda,ok besok kakak lamar aja Jesy." goda Jason.
"Kalau sama Kak Jason ogah..!" dah tua." tolak Jesy.
"Ini anak bilang kakak tua terus ya." Jason mencubit pipi Jesy,sehingga pipi Jesy merah bekas cubitan tangannya.
"Emang kakak sudah tua.." ulang Jesy lagi.
"Mama dan papa Jesy beda umurnya 10 tahun." kata Jason.
"Apa hubungannya dengan Jesy?" tanya Jesy dengan menatap Jason dengan mata polosnya.
"Kalau kita bersama tidak ada masalah." kata Jason sembari melirik Jesy dari sudut matanya.
"Kakak..!" Jesy masih sekolah ya."
"Kakak tunggu." kata Jason dengan santainya.
"Sudah uzur kakak nunggu Jesy." ledek Jesy.
"Tidak apa-apa,kakak nanti Jesy tuntun ya." kekeh Jason.
Percakapan mereka berhenti,ketika mobil yang dikemudikan Jason mendapatkan tempat parkir.
"kita kemana dulu kak..?" tanya Jesy setelah mereka berjalan memasuki mall tersebut.
"Bawa daftar yang harus dibawa ke asrama?" tanya Jason.
Jesy membuka dompetnya,dan mengeluarkan catatan yang harus dibelinya.Jason mengambil catatan tersebut dan membacanya.
"Kita kebagian pakaian dulu." Jason melihat Jesy diwajibkan memakai training didalam asrama.
Setelah hampir 2 jam berkeliling untuk mencari yang dibutuhkan Jesy,mereka duduk di salah satu restoran cepat saji.bergambar kakek tua."
"Mau salad." tawarkan Jason kepada Jesy.
"Mau...mau.." Jesy menirukan suara sikembar yang botak.
Sambil menunggu makanan yang dipesan mereka datang,Jesy mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan dari teman-temannya yang belum sempat dibalasnya tadi.
Jason mengambil ponsel Jesy,dan dan memasukan kekantong saku celananya.
"Kak Jason,kembalikan..!" Jesy berusaha mengambil ponselnya dari kantong celana Jason.
"Ambil..!"Jason menyilakan Jesy mengambilnya.
"Ah....kak Jason." rengekan keluar dari bibir Jesy.
"Makan dulu.." Jsson menyodorkan makanan yang mereka pesan sudah berada di atas meja.
"Sudah datang.." mata Jesy berbinar melihat makanan yang berada dihadapannya.
Dengan lahapnya Jesy menyantap hidangan yang berada dihadapannya,untuk sesaat dia melupakan ponselnya yang disita oleh Jason.
"Pelan-pelan Jesy,tidak ada yang rebut makanannya." tegur Jason ketika dilihatnya Jesy makan dengan cepatnya.
"Lapar kak,capek karena keliling ."
Jesy melanjutkan makannya dengan pelan,setelah diingatkan Jason tadi.
π₯π₯π₯
"Rose,bagaimana keadaan orangtuamu?" semenjak Rose mabuk di pesta ulang tahun temannya,baru hari ini Rose bertemu David lagi.
__ADS_1
"Biasalah,satu di utara.Dan satunya diselatan,di rumah lebih tenang karena mereka lagi diam-diaman." cerita Rose pada David.
"Dan loe posisi mana?"
"Diposisi barat ." kekeh Rose menertawakan keluarganya.
Mobil berhenti dirumah yang kecil tapi begitu asri,karena dipenuhi bunga-bunga beraneka macam.
Rose dan David langsung berjalan menuju halaman belakang,dan dilihatnya seorang gadis duduk dikursi roda.
"Lisa..!" panggil Rose,dan Rose memeluk Lisa dengan eratnya.
"Kau melupakan aku Rose.." protes Lisa kepada Rose.
"Maaf Lisa,aku sibuk dengan kuliahku.Dan urusan restoran." kata Rose.
"David,kau juga sudah lama tidak menemuiku." David juga menerima protes dari Lisa.
"Maaf Lisa,aku baru kembali dari luar kota."
"Alasan..!" bilang saja kalian sudah melupa orang cacat ini."
Percakapan mereka terhenti dengan datang seorang wanita paruh baya membawa anak kecil berumur 2 tahunan.
"Rose..!" kamu datang?" sapa bundanya Lisa.
Rose memandang anak kecil yang digendong tante Sari."
"Sudah besar..." ujar David pelan.
"Michael,salim tante Rose.." anak yang dipanggil Michael mengulurkan tangan kecilnya,dan Rose dengan pelan menyambut uluran tangan kecil itu.
Rose memberikan ciuman dipipi Michael,tak terasa air matanya menetes.
"Rose,kau tidak merindukannya?" tanya Lisa.
"Cukup Lisa.." ingatkan David,karena dilihatnya Rose sudah menangis,dan tubuhnya bergetar.
"Aku hanya mengingatkannya,pada hal yang ingin dilupakannya." ucap Lisa lagi.
"Lisa..!" bundanya Lisa.
"Ya..ya..aku akan diam." Lisa memutarkan kursi rodanya,dan meninggalkan Rose dan David.
Rose mengambil Michael dari gendongan tante Sari.
"Hai sayang,tante merindukanmu.baik-baik saja kan?" Rose mencium pipi Michael,sehingga Michael tertawa kegelian.
"Hai Michael,ingat om kan. Om banyak membawa hadiah untuk Michael." David mengeluarkan mainan yang dibawa tadi.
"Rose,bagaimana kabar ayah bundamu?" tanya tante Sari.
"Baik tante." Rose terus mengajak Michael bermain dengan mainan barunya.
"Rose,maafkan Lisa ya.Tante juga tidak tahu,beberapa hari ini dia sangat sensitive."
"Ya tante,Lisa marah karena Rose sudah lama tidak datang." jawab Rose.
"David,gw nemui Lisa dulu ya." Rose masuk kedalam rumah untuk menemui Lisa yang sedang berada dikamarnya.
Rose membuka pintu kamar Lisa,dan dilihatnya Lisa berada didekat jendela kamarnya.
"Lisa maaf,lama aku tidak datang.Kau tidak tahu betapa kacaunya keadaan ku sekarang."
Rose menceritakan semua masalah di keluarganya,Lisa mendengarkannya dengan serius.
"Rose maafkan aku ya,aku tidak mengetahui bebanmu begitu besar." Lisa mengulurkan tangannya dan Rose menyambut uluran tangan Lisa.
"Kita berdamai." Ujar Rose.
__ADS_1
"Kita berdamai." balas Lisa,kemudian dua sahabat itu saling berpelukan.
ππ **bersambung lagi guysππ**