Kubawa Pergi Cintaku

Kubawa Pergi Cintaku
season 2.cewek barbar.


__ADS_3

Apa yang terjadi dengan pertemuan Jason,Simon n Rose.


"Pantes mulut tu anak berduri,namanya aja Rose penuh duri." bisik Simon kepada Jason.


Jason tertawa mendengar bisikan Simon,sedangkan Rose yang mesakan bahwa dirinya sedangkan jadi pembicara Jason dan Simon mendelikkan matanya kearah dua lelaki tersebut.


"Rose,sini." Dina mengajak Rose untuk duduk disampingnya.


"Rose kelas berapa?" tanya Dina pada Rose.


"Baru tingkat dua tante." beritahukan Rose pada Dina.


"Tante kira masih anak SMA." kekeh Dina.


"Dah kuliah Dina." beritahukan mba Yanti.


"Kuliah fakultas apa?" tanya Dina lagi.


"Pertanian tante." jawab Rose


"Pertanian..!? biasanya anak gadis lebih sering ambil fakultas ekonomi,kenapa ambil fakultas pertanian?" Dina heran dengan jurusan yang diambil Rose kuliah.


"Ntah Dina,anak cuma satu.aneh gitu."


"Mau jadi petani dia Dina." ucap mas Dika.


"Bagus itu,petani sekarang kaya-kaya." kata Johandy.


"Betul tu om,ayah dan bunda aja kurang piknik pikirannya." kata Rose dengan senangnya,karena ada yang memujinya tentang keputusannya kuliah fakultas pertanian.

__ADS_1


"Anak om aja Melisa,kuliah fakultas Tehnik.Kalian cocok kalau ketemu." kata Johandy mengenai Melisa.


"Sama-sama aneh." guman Jason ketika mendengar Daddynya mengatakan Melisa dan Rose cocok.


"Rose belum kenal dengan Simon ya." ucap Dina.


"Simon kenalin ni,anak tetangga tante dulu.Sewaktu masih tinggal di Malang ." kata Dina pada Simon.


"Hai..." sapa Simon pada Rose.


"Kalau Jason,dah pernah jumpa kan." kata Dina.


Rose hanya mengeluarkan senyum kecilnya,menanggapi sapaan Simon.Sedang Jason tidak menanggapi perkataan mommynya.


Jason masih asyik dengan ponselnya.


"Sombong sekali anaknya,dasar anak orang kaya." batin Rose,ketika dilihatnya Jason tidak melihatnya sedikitpun ketika Dina mengenalkannya.


"University swasta kak." beritahukan Rose.


"Maaf ya,pertemuan pertama kita yang tidak menyenangkan." kata Simon mengenai pertemuan mereka pertama kali di bandara.


"Rose juga minta maaf kak,sempat marah dengan kakak.Sedangkan bukan kakak yang salah." sindir Rose pada Jason yang masih fokus dengan ponselnya.


Simon tersenyum mendengar perkataan Rose,dia tahu bahwa Rose menyindir Jason.Tetapi yang disindir tidak merasa karena fokus dengan layar ponselnya.


"Kalau ngak kuliah,Rose ngapain?" tanya Simon.


"Bantu bunda di restoran." jawab Rose,dan sesekali dia melirik Jason.

__ADS_1


"Mommy,Jason keluar dulu ya." beritahukan Jason pada mommynya.


"Mau kemana lagi sih..!"libur Jason,jangan sibuk ngurus kantor terus." omel mommynya.


"Ini mom,ada client yang ngajak ketemuan." beritahukan Jason lagi.


"Siapa?" Simon heran,karena biasanya jika client ingin ketemu Simon yang membuat janjinya.


"gw perlu ikut?" tanya Simon,ketika dilihatnya Jason beranjak dari tempatnya duduk.


"Terserah." suara Jason datar.


"Om,tante.Jason pergi dulu,ngak bisa lama-lama disini." pamit Jason.


"Ngak apa-apa,om maklum.Anak muda harus kerja keras,tapi jangan diporsir." nasihat om Dika.


"Ya om." jawab Jason,kemudian dia keluar menuju parkir tempat mobilnya terparkir.


Simon mengikutinya dari belakangnya.


"Jason,kenapa gw tidak tahu ada client mau ketemu?" tanya Simon sembari mengikuti Jason masuk kedalam mobil,dan kemudian mobil meninggal rumahnya.


"Ngak semua mesti melaluimu." kata Jason.


"Jangan-jangan kamu bohong ya." tuduh Simon,dan terdengar suara kekehan Jason dengan pelan.


"Dasar..!" seru Simon setelah tahu bahwa Jason telah membohonginya.


 

__ADS_1


**lanjut


 


__ADS_2