
Setiap orang ingin tahu akan cinta,tapi janganlah diperbudak oleh cinta.
Hari ini,setelah selesai mengurus semua keperluan Jason.Dina pergi ke Mall,dengan diantar supir.Karena seperti yang dikatakan Johandy Dina tidak boleh mengemudikan mobil sendiri.
Setelah tiba dimall yang dituju,Dina menuju tempat yang ingin dikunjunginya.
"Aduh...!" udah jatuh encess gw ni," guman Dina ketika dilihatnya didepan mata,gambar promo es cream yang menggugah seleranya.
"mba,es cream vanila toping keju dan coklat ya," pesan Dina,dia emang pengila es krim seperti Jason.
"box kecil apa gede mba?" tanya pelayan tersebut.
"yang gede ya mba,jangan pakai lama ya," ingatkan Dina pada pelayan tersebut.
"Ya mba,silakan tunggu sebentar ya," kata pelayan tersebut.
Setelah menunggu selama 5 menitan,es cream yang dipesannya datang,lalu Dina membayar dan kemudian meninggalkan tempat tersebut.
Sedang asyiknya dia dengan es creamnya,ada seseorang yang menyapanya.
"wow...!" Dina sudah lama tak jumpa kita," sapa orang tersebut.
"Silvia,pengikut suami gw dulu," sebut Dina dengan suara yang sinis.
"mulut kamu pedas juga ya,aku senang kamu meninggalkan Johandy ," kata Silvia dengan senangnya.
"sepertinya dia belum tahu kami sudah bersama lagi,gw kerjain aja ini sikunti ini," batin Dina.
"Kenapa lu senang?" Dina balik bertanya pada Silvia.
__ADS_1
"Biar kami bisa bersama lagi," beritahukan Silvia dengan angkuhnya.
"Ambil aja,kalau dia mau," saran Dina pada Silvia.
"Karena kamu datang kehidupnya,dia tidak melihat keberadaanku,padahal aku sudah lama menyukainya.Kami teman dari university,tapi gara-gara elu menikahinya kami tidak dekat lagi,"beritahukan Silvia pada Dina.
"Jadi kamu ngak pernah mendapatkan cintanya?" selidik Dina.
"Ya,gara-gara lu.tapi sekarang aku akan mendapatkannya kembali,akan kuambil kembali sahabatku..," beritahukan Silvia dengan gembira.
"Kenapa dulu,kau bilang kalian pasangan ?" selidik Dina dengan penasaran.
"Biar kau meninggalkannya,dan aku berhasil membuatmu pergi," kata Silvia masih dengan gembira.
"Hebat kau ya,berhasil memisahkan satu keluarga," ejek Dina sembari menepuk tangannya.
"apa sekarang,kau mendapatkannya?" tanya Dina.
"belum,tapi aku dengar dia kembali ke Indonesia.Dan kau jangan mendekatinya lagi..," Silvia memperingatkan Dina agar tak mendekati Johandy.
"oke..aku nggak akan mendekatinya,tapi jika dia yang mendekatiku bagaimana?" tanya Dina sambil tertawa senang.
"Ngak mungkin dia mendekatimu,karena kepergianmu dahulu membuat dia terpuruk.Aku sebagai sahabatnya juga tidak bisa mendekat," beritahukan Dina.
"Dia pasti membencimu jika kalian bertemu," Ejek Silvia lagi.
"Membenciku,dianya minta dikeloni tiap malam," batin Dina.
"oh ya,jadinya dia membenciku ya," ucap Dina sambil tertawa senang.
__ADS_1
"Kenapa kau tertawa senang?" tanya Silvia ketika dilihatnya Dina tertawa,ketika dikatakan bahwa Johandy membencinya.
"Senang aja,bahwa Johandy membenciku," beritahukan Dina.
"Dasar orang aneh !" seru Silvia.
"Dah Silvia,aku mau balik dulu.Kasihan anakku tinggal dirumah," beritahukan Dina.
"Kau sudah punya anak?" tanya Silvia dengan terkejut.
"Ya.."jawab Dina singkat.
"kau sudah nikah lagi ?" tanya Silvia lagi.
"Ya..," masih dengan singkat Dina menjawab pertanyaan Silvia.
"Senangnya!" kesempatanku untuk mendapatkan Johandy makin terbuka," kata Silvia dengan perasaan yang gembira.
"Kesempatanmu makin besar,selamat ya...," kata Dina sambil meninggalkan Silvia yang masih tertawa dengan senangnya.
"orang ngak waras,belum tahu aja dia," guman Dina dengan sinis.
"Bodonya aku bisa masuk kebualannya dulu," Dina menyesali dirinya yang dahulu termakan bualan Silvia.
***👪Next 👪
Hai teman pinjam jempol tu ngelike ya
makasih ya***..
__ADS_1