
Aku bertanya -tanya dalam hati, akankah penantianku ini berlangsung selamanya atau hanya suatu kesialan?enam ratus meter persegi di depanku terbentang padang rumput hijau lengkap dengan aliran sungai yang mengitarinya,meliuk indah mengikuti garis hutan yang mengepung Padang rumput bagaikan pagar abadi.warna-warna Alam memulihkan mataku yang lelah karena terlalu lama menunggu.aku tidak tau aneka warna emarald,veridian ,dark brown,bahkan warna burn umber,bila di kombinasikan bisa memberikan aura yang begitu menyejukkan.selama ini aku hanya terpaku pada warna biru laut dan langit untuk menggambarkan ketenangan.kurasa aku salah,begitu pula keberadaanku di sini.
TAngan ku kram dan kedua kakiku tidak dapat di gerakkan.rasanya ada satu ton semen yang membungkus dan merekatkannya erat pada bumi.napasku kepayahan menyerah kira-kira sepuluh menit yang lalu dan menunggu hingga sekarang tanpa hasil,kecuali kelelahan yang semakin menumpuk dan frustasi.
langit semakin gelap,bergemuruh,siap menitikkan huja. badai"bagus 'sekali",aku mengumpat pelan.bagaimana mungkin semua kesialan ini bisa menimpaku ?aku bahkan tidak tau ada di mana .MMmmm,sebenarnya aku tahu,ini adalah alam mimpi .namun ,aku tidak tahu mimpi siapa dan apa yang diinginkannya .Well,ku harap ia tidak memimpikan yang aneh-aneh,sebab terjebak dalam mimpi orang asing tanpa aku menginginkannya sudah cukup aneh bagiku.
__ADS_1
Tetes hujan pertama jatuh bersamaan dengan jutaan tetes yang lainnya l.mereka menghantam kukitku layaknya hunjaman jarum suntik.ini nyata,aku tidak hanya membayangkannya.meski di alam mimpi,efek yang kurasakan sama nyatanya dengan kondisi fisikku di dunia nyata.
Tanganku menggapai -gapai sesuatu yang tidak ada. Sebuah payung misalnya,atau paling tidak selembar daun pisang? Tidak ada. Hanya rerumputan setinggi lutut yang kini menampar-nampar wajahku dengan beringas. sudah payan kututupi kedua mataku.percuma . angin berputar - putar kuat. Tarian dan tamparan rumput semakin menjadi jadi. Badai menggila.
sial!!!
__ADS_1
Badai tetap meraung - Raung mengerikan. inginnya,sih, aku berteriak sekali lagi, tapi aku sudah 'tidak punya tenaga, bahkan untuk sekedar menggeram marah. aku menarik napas panjang dan dalam. aroma air bercampur tanah memenuhi paru -paruku. mungkin di lain waktu aku sangat menghargainya , tapi untuk saat ini membuat perutku mual .
well, apakah akhir dari hidupku, mati kehabisan tenaga dalam mimpi orang lain? bahkan bentuk hidungnya pun aku tidak tau . bukan berarti aku peduli hidungnya, tapi kalau bisa aku akan sangat senang menonjoknya tepat di sana.
mataku terpejam. menyerah. pada saat itu terdengar suara rerumputan tersibak kasar di belakang ku.ughh, apa lagi sekarang? seekor sunga lapar ?untunglah aku tidak punya tenaga untuk menoleh ataupun merasa ketakutan.indra perasaanku sudah kebal dan tumpul.
__ADS_1
"kau siapa?" kata suara di belakang ku. awalnya kukira aku sedang berhalusinasi,kemudian sebuah kepala tersembul dari balik rerumputan yang menarik liar tidak jauh dari tempatku terkapar.seoarang anak laki - laki merangkah perlahan ke arahku. wajahnya elok dengan kulit merah terbakar matahari. aku mengamatinya dengan seksama.dia juga melakukan melakukan hal yang serupa.