
"Hujan terus saja membasahi diriku. Kenapa semua orang begitu peduli padaku. Sangat mengganggu...
Bukankah lebih baik mereka mengurus diri mereka sendiri. Apa yang telah terjadi padanya bukanlah urusanku "
"Hah apakah aku peduli ? tentu saja jawabannya adalah tidak "
( "SIAPAPUN TOLONG DIA...! CEPAT PANGGILKAN AMBULANS...! SEMUANYA MINGGIR...! INI ADALAH KEADAAN DARURAT...! " )
Serupa tapi tidak sama mungkin adalah perumpamaan yang tepat. Dua orang yang dekat tetaplah berbeda. Sekalipun mendapatkan sesuatu yang sama, mereka tetap dua orang yang berbeda.
Pada akhirnya memilih berjalan di jalan yang berbeda.
"Tepat sekali bukan ?"
❤❤❤❤
...Di Kafe...
"Akhirnya sampai juga " Ucap Klara dengan senyum tanpa arti.
"Langsung saja ke intinya " Jawab Mira santai.
Klara menatap Mira dengan intens, jujur saja dirinya merasa sangat tertarik pada gadis di depannya. Jika ditanya jawabannya.
"Entahlah, aku tidak mengetahui alasannya... "
"Jadi bagaimana apa kamu siap mendengar nya ?"
(..Klara..)
"Tidak perlu basa basi " (..Mira..)
"Kini aku tahu mengapa mimpi itu ingin membunuhku " (..Klara..)
"Dan.. " (..Mira..)
"Itu hanya akan terjadi jika mimpi tersebut diabaikan. Intinya mimpi itu menyuruh untuk melakukan apa yang diinginkan olehnya " (..Klara..)
"Jadi itu sama saja diperbudak bukan... " (..Mira..)
"Begitulah, walalupun begitu apa yang diinginkan oleh mimpi itu nyatanya lebih kearah berbuat baik. Dia hanya ingin kita melakukan kebaikan saja... "
"Tapi terkadang mimpi itu tetap merupakan mimpi buruk dalam hidupku. Membuatku melakukan hal baik, sungguh merepotkan " (..Klara..)
"Kamu benar benar sangat realistis. Tapi sayangnya nyatanya manusia memang hidup dengan cara seperti itu. Mereka lebih rentan berpikir...
"Untuk apa bersusah payah demi kebaikan orang lain. Bukankah dia belum tentu akan menolong kita suatu saat nanti ?"
Ucap Mira dengan jelas.
"Seperti nya begitulah cara hidup kita bukan ?"
(..Klara..)
__ADS_1
"Hmm... " (..Mira..)
"Memangnya apa yang kamu abaikan ?" Tanya Mira.
"Orang didepanku bukanlah orang biasa, Tidak tahu apa yang bisa diperbuat olehnya. Meskipun begitu tetap saja dia adalah tipe orang yang sebenarnya peduli. Hanya saja dia tidak memperlihatkan nya " Pikir Mira.
Mira memperhatikan Klara dengan seksama. Setiap gerakan, cara bicara dan cara menatap benar benar diperhatikan. Mira sungguh benar benar memikirkan nya dengan serius.
"Ah, baiklah akan aku ceritakan. Jadi kemarin malam diriku hanya berjalan santai, kamu pasti mengerti bukan. Tapi tiba tiba saja seseorang datang dan meminta bantuanku. Menurut apa yang aku
lakukan ? (..Klara..)
"Memangnya harus melakukan apa ?" (..Mira..)
"Tepat sekali, tentu saja diabaikan. Dan kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya. Tiba tiba saja
terdengar...
DOR...
"Dia tewas tepat dihadapanku, seluruh darahnya mengenai pakaianku. Sungguh merepotkan setiba nya aku dirumah aku harus membersihkan darah tersebut " (..Klara..)
"Hah apa yang terjadi... "
Tanpa alasan yang jelas Mira merasakan getaran hebat. Tubuhnya terasa sangat ringan, pikirannya seolah terhenti. Tiba tiba dirinya seolah dapat membayangkan apa yang terjadi.
"Darah, kematian yang menjemput, apa benar dia tidak mempedulikan hal tersebut, lalu apa arti genggaman tangan itu... "
"Kamu benar benar kejam, dibandingkan peduli dengan orang itu kamu lebih mempedulikan pakaian yang kamu kenakan " (..Mira..)
"Aku benar benar sangat tidak peduli. Dan ingatlah begitu cara orang seperti kita hidup " (..Klara..)
"bohong... "
"Sepertinya pembicaraan kita sampai disini saja. Terima kasih atas informasi yang telah kamu
berikan " Ucap Mira kemudian pergi meninggalkan Klara begitu saja.
Selepas Mira pergi klara menggenggam tangannya. Tubuhnya terlihat bergemetar.
"Sial, kenapa tubuhku terus saja bergemetar seperti ini. Itu bukanlah kesalahan ku, lagipula aku tidak mengenal orang tersebut. Untuk apa aku mempedulikan nya "
Klara menggigit bibirnya dengan kuat. Entah kenapa tubuhnya tidak berhenti gemetar.
" Baguslah Mira tidak menyadari nya. Tapi sampai kapan aku merasakan hal ini. Sampai kapan mimpi itu meneror hidupku ?" Batin Klara.
Tanpa berlama lama Klara pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tapi....
Tanpa Klara sadari ternyata Mira belumlah pergi, Dia terus memperhatikannya. Mira mengukir senyuman tiada arti.
"Bohong... "
__ADS_1
"Kamu telah menipu dirimu sendiri. Klara kamu benar benar bodoh, sampai kapan kamu bisa menahannya. Dan jawabannya adalah...
" Tidak akan lama... "
Mira ikut pergi meninggalkan tempat tersebut. Kini dirinya mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Mimpi tersebut benar benar telah mengusik kehidupannya.
❤❤❤❤
...Di dalam mobil...
Terlihat awan telah menurunkan beban beratnya. Mira tengah mengendarai mobilnya, tapi pikiran nya entah melayang tiada arah.
"Kamu pintar menyembunyikan nya tapi tetap saja rahasia pasti akan diketahui. Tidak peduli seberapa kerasnya, jika memang sudah takdirnya tidak ada yang bisa diperbuat.
"Klara entah apa yang sedang kamu lakukan sekarang dan dimana. Tapi kupastikan saat ini kamu sedang ketakutan atas apa yang terjadi.
"Memang cara hidup kita adalah dengan cara mengabaikan tapi ingatlah, kita tetap manusia yang memiliki hati nurani. Kita tetap bisa merasakan penyesalan walaupun kita tidak memiliki perasaan.
"Kuharap kamu berhati hati jika tidak justru dirimulah yang akan hancur... "
("Flasback suatu memory... ")
"Ku mohon tolong..."
Dor....
Seketika darah mengenai tubuh Klara. Semua orang memandang nya, Klara sangat terkejut atas apa yang telah terjadi.
Dia menggenggam erat tangannya, tanpa disadari air mata ini lolos begitu saja. Seketika tubuhnya bergetar hebat.
" Ku mohon tolong... "
Kata kata itu terus tergiang di kepalanya. Klara memukul dadanya yang terasa aneh.
"*Kenapa terasa sakit, apa yang sebenarnya telah terjadi. Kenapa aku merasakan hal seperti ini. Apa yang telah terjadi bukanlah kesalahan ku. Aku bahkan tidak mengenalnya. Tapi mengapa...
"Hatiku terasa sakit*..."
Semua orang berlari berhamburan, Tapi hanya Klara yang terdiam. Dia menyaksikan semuanya, tapi kenapa dirinya hanya bisa terdiam...
untuk pertama kali dalam hidupnya Klara merasakan hal seperti ini.
"Itu bukan kesalahan ku... "
( Flasback memory berakhir... )
Mira menggenggam erat setir kemudi, air matanya mengalir membasahi.
"Aku mengerti... "
BERSAMBUNG...
THANK YOU 💕💕💕
__ADS_1