
Semua terasa begitu sunyi, angin malam yang begitu dingin menusuk tulangku. Aku membuka mata, lagi dan lagi mimpi itu datang ke dalam hidupku.
Entah sampai kapan aku akan mengalami hai ini, aku tidak mengetahuinya.
Semua terlihat sangat gelap dan aku berdiri di atas genangan air yang berwarna biru pekat. Aku berjalan menelusuri tempat itu. Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan.
"Siapa kamu dan apa yang telah terjadi ?" tanya ku pada seorang anak.
Aku bertemu dengan seorang anak perempuan dan dia bukan orang asing bagiku. Dia adalah diriku di masa lalu, si Mira kecil.
"Siapa kamu dan apa yang telah terjadi ?"
Aku bertanya pada nya dengan pertanyaan yang sama sampai tiga kali tapi nihil tidak ada jawaban dari mulutnya.
Suram mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan dirinya. Aku cukup merasa kasihan padanya. Tapi siapa yang aku bodohi dia adalah diriku.
Suasana begitu hening dan dingin tapi anak itu tidak menunjukkan ekspresi apapun. Aku memperhatikan keadaan sekitar, tapi tidak ada yang bisa dilihat.
"Kecuali semua terlihat gelap..."
Aku melangkahkan kakiku untuk pergi tapi disaat yang sama tubuhku tiba tiba terasa begitu berat. Aku terjatuh karena tidak bisa menahannya.
Leherku terasa begitu sakit seperti ada yang mencekik diriku. Aku berteriak kesakitan tapi hanya suaranya yang terdengar.
Anak itu tertawa dengan sangat keras, dia menunjukkan ekspresi yang puas. Aku yang melihatnya hanya bisa menahan rasa sakit ini.
Dia menghampiri ku dan kemudian mengatakan sesuatu. Tapi aku tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya. Hingga pada akhirnya aku kembali tidak sadarkan diri.
"Apa kamu sudah mengingatnya..."
Aku membuka mataku, sepertinya aku berada diruang kesehatan. Dan dikepalaku terpasang perban putih. Aku memegang kepalaku yang terasa pusing.
__ADS_1
Aku melihat sekeliling dan hanya ada Fina yang terlihat. Aku mengingat perkataan anak itu dengan sangat jelas.
"Fina...?"
Aku mulai menanyakan tentang Fina, kenapa harus dia. Sedari awal aku tidak ingin melibatkan Fina dari mimpi ini. Tapi kenapa mimpi ini membuat ku bertanya tanya tentang Fina.
"Jika kamu ingin tahu jawabannya maka ingatlah hal ini, orang yang pertama kali kamu lihat adalah jawaban itu, cobalah ketahui semua tentangnya jika tidak kamu akan menyesali ini untuk selamanya..."
Aku mengingatnya, bisikan anak itu terus menggema di kepala ku. Tetapi apa yang diinginkannya.
Fina sedang tertidur pulas di sofa, dia terlihat begitu kelelahan. Aku berusaha menghampiri nya tapi kemudian seseorang membuka pintunya.
"Lo udah sadar, gimana masih sakit ngak kepala lo ?" tanya Klara kepadaku.
Karena kedatangan Klara aku menghentikan niat awalku. Perempuan ini begitu peduli kepadaku. Dan tentu saja aku mengetahui jawaban nya.
Dia begitu telaten menganti perban di kepalaku. Perempuan ini sangat menyukai diriku dengan kata lain dia adalah penyuka sesama jenis.
Tapi tanpa aku sadari ternyata Fina sudah terbangun. Ternyata sedari tadi dia terus memperhatikan kami berdua.
Dia berjalan menghampiri diriku dan bertanya pertanyaan yang hampir sama dengan Klara. Terlihat dia begitu menggenggam tangannya dengan erat.
"Gimana udah enakan belum, kepala masih sakit ngak ?" tanya Fina kepadaku.
"Rasa sakitnya sedikit berkurang..." jawabku dengan sedikit lirih.
Jujur kepalaku terasa begitu sakit dan hal itu sangat menyiksa. Apalagi saat Klara sedang menganti perban. Tapi sebisa mungkin aku menahannya.
"Klara tolong lebih pelan lagi dalam menganti perban dan berikan jeda sedikit...! "ucap Fina kepada Klara.
Klara yang mendengarnya langsung berhati-hati dan memberikan jeda kepadaku. Dan karena hal itu rasa sakitnya sedikit berkurang.
__ADS_1
Aku tersenyum, Fina benar benar tahu apa yang aku rasakan. Dia sangat peka jika aku sedang merasakan sakit walaupun aku sembunyikan. Dia benar benar sahabat terbaik yang kumiliki saat ini.
Tapi entah kenapa aku merasa sesuatu yang berbeda darinya. Wajahnya terlihat sedikit murung dan sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu.
Saat aku akan bertanya, tapi sayangnya Fina langsung pergi meninggalkan kami berdua. Aku yang melihatnya semakin merasa aneh.
Kenapa akhir akhir ini aku merasa seolah olah Fina sedang menghindari diriku. Tapi aku menepis perasaan ini, mungkin saja ini hanya perasaan ku.
Aku memandang ke luar jendela, aku berpikir mungkinkah jika diriku harus memberi tahu Fina tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi pada akhirnya aku lebih memilih untuk menyembunyikan ini semua dari Fina.
"Aku tidak ingin merepotkan nya..."
Ke esokan harinya
🖤🖤🖤🖤
Aku terbangun dari tidurku yang cukup nyenyak. Hari ini adalah hari yang baru lagi bagiku. Aku berjalan kemudian membuka jendela, angin pagi dengan lembut menyapu wajahku.
Terlihat pemandangan indah terpancar, beberapa hari ini aku cukup merasa sedikit tenang. Memang mimpi itu masih menghantui hidupku dan menjadi mimpi buruk.
Tapi karenanya aku menjalani kehidupan yang tidak pernah kuduga sebelumnya. Banyak hal yang terjadi dan kini aku mulai menyadarinya, ternyata...
"Tidak seburuk itu..."
Tapi sayangnya aku tidak menyadarinya saat itu, bahwa sesungguhnya petaka yang sebenarnya baru saja dimulai...
BERSAMBUNG...
THANK YOU 🖤🖤🖤
__ADS_1