
sepasang bola mata hijau bak malaikat menghujaniku dengan tatapan ingin tau, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. mulutku terbuka, Terkunci sejenak lalu kembali terbuka. kemudian menutup. Mata itu bertemu dengan pandanganku. terkunci sejenak lalu kembali membuka .bibirnya bergetar seolah menahan jutaan kata yang berebut ingin di teriakannya,namun hanya tiga huruf yang keluar . "wow...."
Sebuah gigi gingsul tersingkap jelas karena bocah itu terus menerus ternganga melihat kakiku. lucu sekali . Ekspresi lugunya itu memulihkan kekuatanku.
"hai!!"
ia menatapku lagi, masih dengan mulut ternganga.raut wajahnya merupakan gabungan antara terkejut dan kagum
"wow ..."
"Apanya yang "wow"? tanyaku bingung . pasti ada alasan logis hingga seorang bocah berkata 'wow' pada orang yang baru pertama kali ditemuinya dan orang itu sedang terkapar di tengah Padang rumput. Tidak bisakah ia memberi komentar yang lebih manusiawi, seperti 'apakah anda baik baik saja?'
__ADS_1
yeah,aku terlalu berharap .mana mungkin anak yang memimpikan hujan badai punya rasa kasihan . meskipun wajahnya secantik malaikat , hampir semua sekejam Hitler, pokoknya mereka kejam. hanya orang - orang yang yang tidak punya tampang sepertiku yang bisa merasakan itu. alice mengumpamakan hak itu sebagai rasa iri yang tidak beralasan.Dia bisa bicara segampang itu karena dia tidak termasuk golongan orang orang biasa sepertiku.
Aku adalah Yobel,.mahasiswi biasa yang memiliki wajah biasa dan pas- pasan . tidak ada yang istimewa ,kecuali fakta aku bisa masuk mimpi orang lain. sayangnya tidak ada yang tau hal ini kecuali kedua sahabatku si kembar Morgan(Alice dan Mike ),keluargaku ,dan tentu saja psikolog yang dulu pernah merawat di rumah sakit jiwa . jangan sampai ada orang lain yang tau ,karena .....well, akan ku ceritakan nanti .
Anak laki -laki itu mengganggu konsentrasi ku dengan teriakannya yang seolah di dengungkan langsung dari belakang telingaku .
"bagaimana kau bisa ada di sini?" " aku juga ingin tahu!" aku berteriak sekuat mungkin. agar dapat tedengar jelas dalam amukan. badai. bocah itu berpikir sejenak .rambut pirang kecokelatan nya berantakan di permai n kan oleh badai.sekilas aku merasa akrab dengan pemandangan ini, tapi dmna ? aku tidak ingat.
"ah ,aku tahu," katanya dengan penuh percaya diri.
ia menjelaskan dengan penuh semangat. "
__ADS_1
"kau terseret badai. naik ke atas, berputar - putar dalam pusaran angin topan ,kemudian tara ...." terdampar di sini.s terdampar ?ya,mungkin itu gambaran terbaik untuk untuk situasi ku yang masuk ke dalam mimpinya tanpa perlu tau lebih dulu .tapi karena badai?tidak."aku sudah ada di sini sebelum hujan. turun,"jawabku malas.semangatku menguap dengan cepat. awalnya, aku kir ia sadar atas kehadiranku yang tidak pada tempatnya .akan tetapi ,ternyata ia hanya menganggap ku sebagai bagian dari mimpinya .
"bagaimana putri duyung terdampar di tengah Padang rumput jika buka n. karena di bawa oleh badai?" matanya terbelalak bingung ,tapi tegak memukau .
eh, tunggu dulu.apa tadi ada yang berkata putri duyung ?
"kau tadi menyebutku apa ?"
"putri duyung ."
" memangnya bagaimana dari tubuhku yang mirip dengan. putri duyung ?" lalu semuanya menjadi jelas .kata ' wow" yang di gumamkan oleh anak itu ketika pertama kali bertemu,juga tatapan kagumnya yang selalu mengarah pada kakiku .....
__ADS_1
"apa ada yang salah? mungkinkah kau berasal dari jenis lain yang bisa merangkak melewati Padang rumput ?"
aku mengabaikan argumentasinya . sekaran g ini yang menjadi fokus adalah dirimu sendiri. aku menggeliat keras.lebib keras lagi.sekilas aku.bisa melihat sisik hijau berkilat menyelimuti tempat kakiku seharunya berada. "hei...!" bocah itu mundur sedikit karena takut