
"Apa maksud semua ini ?" Tanya Mira dengan kesal.
Berani beraninya orang ini datang dan mengancam dirinya. Tapi jika dilihat orang ini seperti nya benar benar jujur. Tapi sayangnya cara yang dilakukan adalah salah.
"Terserah... yang terpenting keinginan ku harus terpenuhi. Jika tidak aku tidak akan segan segan menghacurkan orang disamping mu. Jadi bagaimana ?" Tawarannya.
"Bagaimana jika Mira tidak mau melakukan nya. Apa yang akan kamu perbuat ?" Tanya Fina.
Sejauh ini dia tidak menunjukkan tanda bahaya tapi apa yang dia punya sangatlah berbahaya bagi mereka semua. Jika dia bisa mendapatkan benda seperti ini bukankah sudah dipastikan bahwa dia bukan orang biasa.
"Terserah... sejujurnya aku tidak peduli. Tapi yang membuat ku penasaran adalah apa tujuan mu yang sebenarnya. Bukankah apa yang telah kamu lakukan membuktikan kalau sebenarnya dirimu lah yang membutuhkan bantuan " Jawab Mira dengan santai.
"Oh sungguh.. bagaimana jika aku akan memberikan bayaran yang sepadan "
"Bayaran yang sepadan... apa yang kamu maksud ?" (Mira)
"Bukankah selama ini kamu sedang memecahkan sebuah teka teki... "
Semua orang merasa bingung. Apa yang orang ini maksud sebenarnya. Memecahkan sebuah teka teki, Tapi teka teki apa...
Tapi dengan santai Mira tersenyum. Apa yang dilakukan oleh orang ini sangatlah lucu. Sebuah teka teki, jadi inilah yang dipikirkan nya.
Semua orang semakin merasa heran. Disaat seperti ini Mira justru tersenyum seolah masalah ini adalah hal yang sepele. Padahal apa yang ditunjukkan olehnya adalah sesuatu yang berbahaya.
Kevin yang melihat Mira seperti nya mulai mengerti arah permainan. Tapi hanya satu hal yang belum Kevin mengerti. Teka teki apa yang dimaksud.
Mengingat kehidupan Mira yang sangat sulit ditebak alurnya membuat Kevin berpikir.
"Apa ini berhubungan dengan masa kecil Mira ? "
Batin Kevin.
Kevin tahu sedikit tentang masa kecil Mira. Fina pernah bilang kalau sebenarnya Mira mendapatkan kekerasan saat masih kecil oleh ayahnya. Tapi sayangnya Fina tidak menceritakan lebih lanjut alasannya karena itu adalah urusan pribadi Mira.
"Sama seperti apa yang dikatakan oleh Mira. Bukankah kamu yang sebenarnya membutuhkan bantuan " (Fina)
"Ini bukan urusan mu..."
"Jika begitu silahkan pergi. Dan soal ancaman yang telah kamu siapkan jujur saja itu sangatlah tidak penting " (Devan)
"Lihatlah ancaman yang kamu lontarkan tidak berguna. Jadi, lebih baik kamu pergi dari sini " (Fina)
Mira menatap orang tersebut dengan serius. Jika ancaman tentang mereka Mira tidak peduli tapi. Yang dimaksud teka teki oleh orang ini sebenarnya sangat menarik perhatiannya.
Mengingat saat ini dirinya juga masih merasa bingung. Bukankah lebih baik orang ini dimanfaatkan saja. Lagi pula hal ini pasti sangat membantu nya.
"Baiklah aku setuju..." Jawab Mira.
__ADS_1
Semua orang menatap Mira tidak percaya. Bagaimana mungkin Mira bekerja sama dengan orang seperti itu. Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Mira.
"Mir... " (Fina)
"Lo gausah cemas Fin.. ini cuma urusan pribadi gue. Lagian ngak ada salahnya kan dicoba. Siapa tahu bermanfaat... " (Mira)
"Ya kalo lo udah ngomong kaya gitu gue bisa apa. Terserah... " (Fina)
"Jadi sekarang apa "
"Gue setuju.. " (Mira)
"Oke Fine. Nanti gue kirim alamat nya "
"Tunggu. Alamat... gimana caranya lo ngirim alamat kalo nomor Mira aja lo ngak tau " Tanya Fina.
Jelas saja Fina bingung bagaimana bisa orang ini mengirim alamatnya sedangkan dia saja tidak memiliki nomor Mira.
"Lo ngak usah cemas gue tahu caranya... "
"Hmm... " Jawab Mira.
Fina masih merasa bingung tapi lain halnya dengan Mira. Mira paham maksud perkataan orang ini.
"Jadi, Karena Mira sudah setuju dengan tawaran lo. Gimana kalo lo kasih tahu nama lo... " Ucap Kevin.
"Hah... maaf gue lupa... "
Mereka semua semakin merasa jengkel dengan orang ini kecuali Mira. Karena diantara mereka hanya dia dan Kevin yang terlihat santai.
"Oke nama gue Klara Tariana.. kalian bisa panggil gue Klara " Jelasnya.
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya berakhir. Orang itu akhirnya pergi dan kini giliran Mira yang diinterogasi.
Tanpa basa basi Fina langsung the de point. Dia terus menjurus berbagai pertanyaan kepada Mira. Semua orang hanya tersenyum melihatnya. Sedangkan Mira sendiri berusaha menenangkan Fina.
"Fina... stop. Tenang dulu gue bisa jelasin... " Ucap Mira.
"Yaudah jelasin sekarang... " Jawab Fina.
"Oke jadi gini ada hal yang ngak bisa gue kasih tahu sama lo Fina karena ini adalah urusan pribadi gue dan lo pasti tahu akan hal itu " Jelas Mira.
Mira tidak bisa memberi tahu yang sebenarnya kepada Fina. Mengingat mimpi itu masih terus meneror dirinya.
"Yaudah kalo kaya gitu gue bisa apa... " Ucap Fina dengan kesal.
Jika Mira sudah mengatakan hal seperti itu sudah dipastikan dirinya tidak bisa kembali bertanya.
__ADS_1
Walaupun Fina adalah tipe orang yang penasaran tapi dirinya mengerti akan batasan hal tersebut. Jika informasi tadi adalah hal pribadi Fina jelas saja tidak bisa memaksa.
"Oke jadi lo besok mau ketemuan sama dia " (Fina)
"Hmm... " (Mira)
DI KANTIN....
Semua siswa dan siswi berhamburan ke luar kelas. Jujur saja disaat istirahat sekalipun masih banyak siswa dan siswi yang masih belajar.
"Hah... ya ampun lihatlah dia masih saja sibuk belajar padahal jam sudah berakhir... " Ucap Fina.
Saat ini Fina tengah duduk di kantin. Dan di meja sebelah terlihat dengan jelas seseorang tengah belajar dan orang itu tidak lain adalah Kevin.
"Ya tentu saja... dia harus belajar dengan giat agar bisa berada di atas. Bukan... " Ucap Mira tiba tiba datang menghampiri.
Mira datang dengan membawa dua porsi bakso dan dua gelas es teh. Tapi lain halnya dengan Fina yang melihat dirinya.
"Kenapa kok lo natap gue kaya gitu.. " Tanya Mira merasa risih dengan tatapan Fina.
"Yang lo maksud gue ?" Tanya balik Fina.
"Menurutmu ?" (Mira)
"Hah... terserah... " Jawab Fina dengan malas.
Mira hanya menghela napas pelan melihat sikap Fina. Setelah kejadian tadi pagi sikap Fina berubah. Mira berpikir mungkin karena dia masih menyimpan rahasia darinya. Tapi bukankah seharusnya Fina mengerti.
Sementara itu Kevin yang melihat mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Dasar labil... " Ucapnya.
Tapi tiba tiba saja ponselnya berdering. Melihat hal itu Kevin segera mengambil ponsel nya. Kevin terkejut bukan main melihat siapa yang menelpon.
"Tunggu... Bagaimana mungkin.. "
Kevin langsung berdiri dan menghampiri Mira. Mira yang melihat Kevin tentu saja bingung tidak terkecuali Fina.
"Lo kenapa... " Tanya Mira.
"Lihatlah... " Jawab Kevin menunjukkan sesuatu.
Fina menutup mulutnya tidak percaya. Apa yang sebenarnya telah terjadi....
BERSAMBUNG...
THANK YOU 💕💕💕
__ADS_1