KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Episode 34 Perundungan


__ADS_3

"Lo tau, karena gue...


"Lagi bosen. " Ucapnya sambil tertawa.


Kevin mengangkat alisnya sebelah, orang ini benar benar aneh. Mana ada orang biasa yang ketika lagi bosan malah membuat masalah. Apalagi sampai membuat heboh seperti tadi.


"Dasar gila... " batin Kevin.


Sedangkan Mira hanya tersenyum melihat aksi nekat Fina tadi. Jujur saja dirinya sendiri juga tidak bisa menduga hal itu.


"Sungguh, diluar dugaan... "


Kevin melihat jam tangannya, sebentar lagi Ia harus pergi ke ruangan osis untuk membicarakan suatu hal. Tapi sepertinya dia masih memiliki waktu setengah jam lagi.


Kevin menghela napas, dengan rutinitas nya ini. Hal hal seperti menjadi ketua osis benar benar menyita waktu miliknya. Jika saja bisa Kevin ingin sekali berhenti menjadi ketua osis dan memilih menjadi siswa biasa.


"Tapi sayangnya mustahil... "


Kevin beranjak menuju mejanya, terlihat Fina sudah sampai terlebih dahulu. Sedangkan Mira jangan ditanya, walaupun banyak orang disekitar nya tapi sepertinya dia tidak menganggap mereka ada.


Kevin tidak habis pikir baik Mira ataupun Fina mereka berdua sama saja, sama sama aneh.


"Gimana, gue keren kan tadi ?" (Fina)


"Hmm... " (Mira)


"Hah... sudah kuduga " (Fina)


"Tapi tunggu dulu..." (Klara)


"Apaan! "(Fina)


"Santai... gue cuma mau nanya doang. Kok lo bisa ngebuat itu anak mau ngelawan itu para perundung. Kan aneh, sedangkan gue yang bahkan sampai babak belur sama mereka tetep ngak didengerin " (Klara)


"Karena lo ngak pake akal lo " (Fina)

__ADS_1


"Sadis banget sih lo " (Klara)


"Bodo amat... " (Fina)


"Tapi bukankah sebenarnya kamu sudah memperhatikan mereka sejak lama ?" tanya Devan.


Mendengar perkataan Devan Klara menatap nya dengan bingung. Apa yang dimaksud olehnya, memperhatikan? Klara merasa heran.


"Apa maksud lo ?" Tanya Klara.


"Sebenarnya sedari tadi gue perhatiin sikap Fina. Dapat dilihat dia terus saja memperhatikan para perundung dan si korban perundungan. Dia terus saja melihat ke arah mereka. Sepertinya lo memperhatikan setiap gerak gerik para perundung apalagi si korban perundungan, benar bukan ?" (Devan)


Fina yang mendengarnya kemudian tersenyum, akhirnya ada yang menyadari hal tersebut.


"Hmm... apa yang lo bilang barusan emang bener. Sebenarnya gue udah lama banget memperhatikan mereka. Dapat dilihat perundungan yang mereka lakukan terlalu mencolok. Tapi walaupun begitu tidak ada sama sekali yang melaporkan nya. Mungkin karena para perundung itu memiliki koneksi yang cukup besar di sekolah ini " (Fina)


"Terus kenapa kamu melawan mereka, bukankah jika kamu mengetahui kalau mereka memiliki koneksi yang besar seharusnya kamu berhati hati atau bahkan tidak mempedulikan nya " (Kevin)


Fina tertawa sejenak mendengar ucapan Kevin. Memang benar jika tadi dirinya sendiri merasa takut akan apa yang terjadi. Tapi dirinya sudah memperhitungkan nya dengan matang. Sudah sangat lama Ia menyelidiki hal ini.


Walalupun dirinya payah tapi Fina sangat peduli pada korban perundungan. Tidak, dirinya sangat membenci perundungan.


"Sebenarnya hanya si pelaku utama saja yang memiliki koneksi. Orang tuanya adalah salah satu donatur terbesar di sekolah ini. Tapi itu adalah orangtuanya bukan dirinya " (Fina)


Mereka semua merasa bingung dengan ucapan Fina. sebenarnya apa yang Fina maksud.


"Maksud lo apa, bukannya dengan jelas orang yang lo cari masalah adalah pelaku utama perundungan. Dan itu artinya dia yang memiliki koneksi " (Klara)


"Hmm... emang bener tapi apa kalian perhatikan. Walaupun orangtuanya memiliki koneksi terhadap sekolah ini, tapi orangtuanya tidak pernah sama sekali terlihat setiap pembagian rapot miliknya "(Fina)


"Tapi bukan berarti orang tua nya nggak peduli, bisa saja kan mereka sibuk "(Klara)


"Ngak bukan seperti itu. Setiap tahun setiap kali orang tua nya dipanggil untuk urusan anaknya entah nilai ataupaun lomba sekalipun orang tua tidak pernah datang, bahkan ketika hari dimana dirinya pingsan akibat sakit orang tuanya tidak sama sekali datang ke sekolah saat itu. Mereka hanya hadir jika perihal sekolah bukan anaknya... "


"...Bukannya kalian mendengar nya dengan jelas tadi, kalo dia terlihat gelisah bahkan ketakutan saat Kevin bilang bahwa orang tuanya akan dipanggil perihal dirinya yang terkena masalah..."

__ADS_1


"Jika orang tuanya peduli, seharusnya dia tidak perlu merasa takut... " (Fina)


"Tapi mungkin aja perkiraan lo salah " (Klara)


"Ngak...itu ngak mungkin. Apa kalian perhatikan sikap si korban. Walaupun dia terlihat gelisah tapi dirinya tetap menerimanya dengan tenang tidak seperti si pelaku. Lagipula si korban termasuk siswi yang berprestasi dan setiap si korban mendapat prestasi maka disitu pasti akan ada kedua orangtuanya yang hadir..."


"Kedua orangtua nya selalu menemani si korban, bahkan setiap si korban pulang ayahnya selalu datang menjemput dan dapat terlihat dengan jelas oleh siapapun bahwa hubungannya dengan kedua orangtua nya sangatlah harmonis.


"Bukankah ada seseorang yang bilang kalau ketika seseorang membenci dirimu tanpa alasan maka sebenarnya orang tersebut iri denganmu.


"Lagipula dari setiap siswi pintar yang mendapat beasiswa kenapa hanya dia yang menjadi sasaran perundungan ? (Fina)


"Mungkin saja karena dia hidup dalam keluarga yang harmonis membuat dirinya dididik untuk menjadi seseorang yang lembut " (Mira)


"Tepat sekali. Diantara semua orang yang mendapatkan beasiswa hanya dirinya yang memiliki sikap yang lembut. Dan biasanya seseorang yang memiliki sikap lembut berasal dari keluarga yang harmonis lagipula semua orang dapat melihat seberapa peduli orang tua nya kepada dirinya.


"Dan hal tersebut membuat si pelaku merasa iri dengan si korban dan mungkin saja si pelaku juga membuat si korban menjadi sasaran kebencian nya terhadap seseorang.


"Lagipula biasanya orang yang menjadi pelaku


perundungan adalah orang yang memiliki masalah di rumahnya. Atau sering disebut dengan Broken Home.


"Broken Home adalah keadaan dimana seseorang mendapatkan tekanan yang besar baik secara fisik, pikiran ataupun mental. Biasanya seseorang yang mengalami Broken Home butuh seseorang untuk menampung semua yang dialami olehnya.


"Tapi jika seorang Broken home tidak mendapat seseorang yang mau mendengarkan nya maka anak yang mengalami Broken Home akan mencari cara lain. Yaitu...


"Dengan cara melampiaskan nya kepada seseorang. Semua yang dirasakan olenya di rumah maka akan di lakuan di sekolah kepada para korbannya. Baik secara fisik maupun mental " (Fina)


"Tapi bukankah tidak ada sama sekali tanda luka ataupun sayatan ditubuhnya. Jika dia seorang Broken Home seharusnya dia memiliki nya " (Kevin)


"Tidak semua anak Broken Home mendapatkan ataupun membuat luka atau sayatan di tubuhnya. Ada beberapa bahkan banyak sekali kategori anak yang menderita Broken Home.


"Misalnya tekanan tehadap nilai, fisik, saudara, masa lalu, kegagalan, dan bahkan agama sekalipun. Hampir semua orang mengalami Broken Home tapi mungkin mereka tidak menyadari nya.


"Karena beberapa orang mengira Broken Home adalah keadaan dimana seseorang mendapatkan luka ataupun tidak dirawat oleh kedua orangtua nya. Padahal seorang anak yang mendapatkan kehidupan yang mewah tapi jika dia tidak diberi kasih sayang atau tidak dipedulikan maka anak tersebut bisa dikatakan sebagai anak Broken Home...

__ADS_1


BERSAMBUNG....


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2