KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 52 : Rencana awal


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Hari ini adalah hari dimana aku akan mulai menyelidiki nya. Mimpi ini benar benar mampu membuat ku keluar dari zona nyaman yang selama ini telah ku bangun.


Aku berhasil mendapatkan informasi bahwa si korban perundungan bernama Lilifi. Nama yang imut tapi tidak dengan kenyataan nya.


"Aku harap ini akan menyenangkan..."


Aku mendengar kabar bahwa Indri mengalami gangguan jiwa. Jika apa yang di ceritakan olehnya benar maka sudah dipastikan bahwa Lili lah dalangnya.


Tapi yang kini menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya. Apa yang niat Lili melakukan semua ini.


"I love you..."


Seketika kata kata itu tergiang di kepalaku. Sepertinya disaat seperti ini pun bisikan itu tidak akan pernah berhenti mengganggu hidupku.


Aku berjalan menuju ruangan si ketos itu. Sudah cukup mimpi ini menganggu ku, jika dengan cara ini aku bisa kembali hidup tenang maka tidak ada jalan lain.


Tok...Tok...Tok...


"Permisi..."


"Silahkan masuk...! "


Aku membuka pintu terlihat Kevin sedang duduk mengerjakan beberapa tugasnya. Aku berjalan menghampiri nya dan mengatakan apa yang telah kupikirkan.


"Sepertinya aku sudah memutuskan untuk menyelediki masalah ini! " kataku dengan mantap.


"Apa kamu nyakin, bukanlah kamu yang bilang bahwa sesuatu yang menyangkut mimpimu bisa membuat mu menghadapi kematian " tanya Kevin dengan tatapan yang serius.


"Kurasa tidak ada jalan lain, bagaimana pun kamu sudah melihat akibatnya bukan, aku sudah terlalu lama mengabaikan mimpi ini jadi aku tidak memiliki pilihan lain..." jelas ku dengan sedikit lirih di akhir.


"Jika itu memang keputusan mu apa boleh buat, lalu apa yang bisa aku bantu "


"Kamu hanya perlu mengawasi mereka berdua dan memberi tahu ku informasi yang kamu dapatkan biar urusan yang lain aku dan Klara yang mengurusnya "


"Baiklah, jika aku mendapatkan sesuatu aku akan langsung mengabari mu "


"Jika begitu aku pamit "


"berhati-hatilah..."


"Terima kasih atas perhatiannya "


Aku pergi meninggalkan Kevin kini aku punya banyak urusan yang harus diurus. Tapi apa yang di katakan oleh Kevin ada benarnya.


Aku harus selalu berhati hati terhadap apa pun termasuk dirinya.

__ADS_1


Apa pun yang terjadi aku tidak boleh terlalu mempercayai siapapun tapi selama berguna tidak ada salahnya bukan.


"Dia tersenyum dengan sangat manis bahkan terlalu manis..."


Beberapa jam kemudian di sebuah restoran...


Aku berjalan di antara mata yang terus mengawasi ku. Orang ini benar benar tidak mau melewatkan kesempatan apapun.


"Lihatlah dia bahkan tidak membiarkan ku sendiri..."


"Maaf membuat mu menunggu lama " ucapku dengan wajah datar.


Tidak ada buang buang waktu lagi, jika ingin cepat semua berakhir maka aku harus mulai serius sekarang juga.


"Santai saja " jawab Klara.


"Jika begitu aku akan langsung masuk ke intinya " ucapku.


"Baiklah..." jawabnya.


"Pertama kita harus mengetahui alasan Lili melakukan semua ini kepada Indri dan ini adalah tugasmu, aku sudah meminta Kevin untuk mengawasi mereka berdua sebelumnya... "


"Lalu apa yang kamu kerjakan, aku tidak mau kamu hanya bersantai di kala aku sedang berusaha "


"Bagaimana caranya aku bersantai jika mimpi ini terus mengusikku "


"Apa...? "


"Ini tentang Fina, kenapa kamu bersikeras untuk tidak melibatkan nya bukankah dia adalah sahabatmu "


"Lagi lagi pertanyaan itu, bukankah alasannya sudah jelas kalau aku tidak ingin membuat nya terlibat dalam bahaya "


"Sungguh...? "


"Apa yang ingin kamu dengar sebenarnya ?"


"Entahlah aku merasa ragu, aku merasa ada yang janggal denganmu, bukankah jika kalian dekat seharusnya Fina mencari mu lagi pula akhir akhir ini kamu selalu menghindar darinya tapi kenapa... "


"Dia sama sekali tidak menemui mu, dia bahkan tidak menanyai kabarmu, dan kenapa kamu harus menutup semua ini darinya..."


"Kamu membuka rahasia ini kepada orang yang kamu cintai tapi tidak dengan orang terdekat mu..."


"Apa pun alasan yang kamu katakan jawaban tetaplah sama, aku tidak akan melibatkan nya dan tidak ingin dia dalam bahaya "


"Apa kamu nyakin...?"


Aku berdiri berniat mengakhiri pertemuan ini, kurasa aku mulai membicarakan sesuatu yang tidak ada hubungannya.

__ADS_1


"Ku rasa kita akhiri sampai disini saja, permisi..."


Aku langsung pergi meninggalkan Klara tanpa menunggu lagi. Apa pun pertanyaan yang diajukan jawaban nya tetaplah sama.


"Aku tidak ingin melibatkan nya..."


Di malam harinya....


Aku melihat jam di pergelangan tanganku. Sepertinya aku sudah menghabiskan beberapa jam di depan laptop milikku.


Aku memegang kepalaku yang terasa pusing, aku terlalu lama berada didepannya.


Sungguh ternyata ini jauh lebih sulit dari apa yang kubayangkan. Informasi yang dimiliki oleh Lili ternyata memakai keamanan tingkat tinggi.


Aku semakin merasa aneh bagaimana bisa Lili memiliki keamanan tingkat tinggi untuk datanya.


Bahkan jauh lebih sulit dibandingkan dengan keamanan data milik Indri.


Untuk apa seseorang dari golongan biasa memiliki keamanan data tingkat tinggi.


"Ada yang janggal..."


Aku terus saja mengotak atik hingga tanpa kusadari waktu sudah menunjukkan tengah malam.


Aku mulai menyerah dengan semua keamanan ini. Tapi tiba tiba...


Klik...


Terdengar keamanan telah berhasil terbuka. Tentu saja aku terkejut dengan hal ini tapi aku tidak memiliki banyak waktu.


Dengan cepat aku meneliti data pribadi yang dimiliki oleh nya. Hingga pada akhirnya aku tertarik pada brankas pribadi yang dikunci oleh sandi.


Ada delapan digit yang terlihat tapi kini yang menjadi pertanyaan nya apa sandinya.


"I love you..."


Kata kata itu tiba tiba terlintas dalam benak ku. Aku kembali mengingat mimpi tersebut, kata kata ungkapan cinta itu terus menggema.


Dan jika begitu...


Klik...


Tepat sesuai dugaan sandi terbuka dan di saat yang bersamaan dugaan baru terus bermunculan dalam kepalaku.


Jika benar dengan apa yang selama ini aku pikirkan maka seharusnya isi dari brangkas data ini adalah...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 🖤🖤🖤


__ADS_2