KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 30 Tentang Fina dan pertemuan pertama


__ADS_3

Fina berlari dengan sangat cepat setelah mendapatkan kabar. Akhirnya dia menemukan ruangan tempat Mira dirawat.


"Apa kamu baik baik saja ?" Ucap Fina ter engah engah.


Terlihat Mira tengah duduk di ranjang rumah sakit. Kepalanya diperban dengan kain putih dan dirinya tengah melihat ke arah jendela. Fina datang menghampiri dan melihat kondisi Mira.


Mira yang melihat Fina tersenyum melambaikan tangannya.


"Hei... apa yang terjadi ?" Tanya Fina khawatir.


Bagaimana tidak tiba tiba saja dirinya mendapatkan kabar bahwa Mira mengalami kecelakaan. Sontak saja Fina panik memikirkan keadaan sahabatnya.


"I'm fine... " Jawab Mira dengan santai.


Fina menatap Mira dengan tatapan yang sulit dimengerti. Entah kenapa Fina merasa Mira telah menyembunyikan sesuatu darinya.


Entah kenapa akhir akhir ini Fina merasa bahwa Mira bukanlah Mira yang dikenal olehnya. Mira semakin berubah, bahkan terlalu jauh hingga Fina tidak bisa menggapai nya.


"Kenapa akhir akhir ini gue ngerasa lo mulai berubah Mir " (Fina)


"Apa maksud lo Fin ?" (Mira)


"Lo kaya bukan orang yang gue kenal " (Fina)


"Kok lo ngomong kaya gitu ?" (Mira)


"Entah kenapa semakin hari lo itu semakin berubah. Lo kaya bukan Mira yang gue kenal. Lo udah mulai berubah Mir... " (Fina)


"Gue... ngak gerti apa yang lo maksud Fin " (Mira)


"Kalo gitu jelasin apa yang sebenarnya terjadi sama lo Mir " (Fina)


"Gue ngak bisa " (Mira)


"Kenapa lo ngak bisa ?" (Fina)


"Karena ini urusan pribadi gue Fin " (Mira)


"Sebenarnya urusan pribadi lo itu apa sih Mir. Kenapa semenjak urusan pribadi itu muncul lo jadi sering terluka kaya gini. Sebenarnya apa yang telah terjadi sama lo ?" (Fina)


"Fin please... " (Mira)


"Terserah... " (Fina)


Fina mulai merasa pasrah akan apa yang terjadi. Bagaimana dirinya bisa memahami Mira jika sedikit sedikit urusan pribadi. Fina paham bahwa ada beberapa keadaan dimana Mira tidak bisa menjelaskan kepada nya.

__ADS_1


Tapi apa yang telah terjadi hari ini benar benar membuat Fina tidak bisa merasa tenang. Seakan akan Mira memang tidak pernah menganggap dirinya ada. Jika begitu apa arti persahabatan selama ini.


Setelah beberapa jam kemudian Fina pamit pulang. Fina berjalan keluar ruang rawat Mira. Ada rasa kecewa yang mendalam, padahal bukankah ini adalah hal yang sepele.


Fina menghentikan langkah kaki nya. Terlihat dari arah seberang Klara sedang menanyakan ruangan rawat Mira. Terlihat dengan jelas Klara menuju ruang rawat Mira.


Fina mengikuti klara diam diam. Fina benar benar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Klara yang baru mengenal Mira terlihat begitu peduli. Bukankah ini adalah hal yang aneh, bukan ?


Fina mengintip untuk melihat yang mereka berdua lakukan.


DEG...


Fina menggenggam tangannya dengan erat. Kenapa Mira dengan mudahnya bisa berbicara kepada Klara. Selama ini Fina mengenal Mira sebagai pribadi yang sulit untuk terbuka pada orang lain.


Tapi...


Apa yang telah dilihat olehnya sangat bertolak belakang. Dengan jelas Mira terlihat akrab berbicara pada Klara padahal mereka baru saja mengenal.


"Kenapa... "


Fina berlari meninggalkan mereka berdua. Ia memukul dadanya yang terasa sakit. Kenapa ada perasaan kecewa yang begitu mendalam.


Selama ini Fina selalu ada untuk Mira, selalu peduli pada sahabatnya. Tidak peduli sekalipun dirinya merasa lelah. Tapi kenapa Mira terus saja mengabaikan nya seolah dirinya tidak berharga. Bahkan kini Mira lebih terbuka pada orang yang baru dikenal dibandingkan dirinya.


Apa selama ini Mira mengerti akan arti persahabatan yang sesungguhnya atau justru tidak sama sekali.


"Tapi persahabatan juga membutuhkan kepercayaan yang diberikan secara tulus. Orang yang memutuskan untuk bersahabat juga harus selalu menganggap sahabatnya ada. Tidak peduli dalam keadaan apapun sahabat akan selalu terbuka. Dengan begitu hubungan persahabatan bisa bertahan. Tapi...


"Bagaimana jika dalam suatu hubungan persahabatan justru saling tertutup satu sama lain. Apa itu bisa disebut sebagai persahabatan ?"


"Jika dibandingkan persahabatan bukankah lebih mengarah sebuah pertemanan "


"Amiradian sebenarnya kamu menganggap diriku ini apa ?"


"Sahabat atau hanya teman..."


Kini semua pertanyaan itu mulai memenuhi benaknya.


"Semua mulai berubah termasuk dirimu. Aku senang tapi tolong jangan tinggalkan diriku, Amiradian... "


(..Flasback pertemuan pertama..)


"Ma...kapan kita sampai ?" tanya Fina kecil pada mamanya.


"Sebentar lagi sayang... " jawab mama Fina.

__ADS_1


"Hore... " jawab Fina dengan riang gembira.


Hari ini untuk pertama kalinya Fina kecil bisa berlibur bersama dengan kedua orang tuanya. Selama ini kedua orang tuanya selalu saja sibuk berkerja hingga tidak ada waktu untuk dirinya.


"Tapi tidak mengapa, karena sekarang bisa! " Batin Fina dengan hati yang berbunga bunga.


Fina kecil melihat ke arah luar jendela mobil nya. Fina kecil benar benar akan menikmati momen yang telah dinantikan olehnya selama ini.


"Hari ini semua terlihat begitu indah... "


Tapi...


Tiba tiba saja seseorang menghadang mobil mereka dengan tiba tiba. Jika saja ayah Fina tidak cepat tanggap mungkin orang tersebut sudah dipastikan telah tertabrak.


"Fina kamu tunggu di dalam mobil, dan ingat jangan keluar !" perintah ayah Fina.


Fina menggangguk tanda mengerti. Dengan waspada kedua orang tuanya memeriksa keadaan sekitar. Terlihat kedua orang tua Fina terlihat terkejut dengan apa yang telah mereka lihat.


"Ku mohon tolonglah kami berdua... "


Fina memperhatikan dengan seksama apa yang telah terjadi. Terlihat ada seorang ibu ibu seumuran mamanya sedang menggendong anaknya, tapi ada yang aneh.


Ibu itu terlihat tengah menangis dan beberapa kali memeluk anak yang tengah digendong olehnya. Fina memperhatikan kembali dengan lebih teliti dan ternyata...


Ada darah yang keluar dari anak yang tengah digendong ibu tersebut. Fina menutup mulutnya tidak percaya, pergelangan tangan anak itu terluka sangat parah. Bahkan luka robeknya sangatlah besar.


"Apa yang telah terjadi dengannya ?" Batin Fina prihatin.


Seketika ibunya langsung membuka pintu mobil dan mempersilahkan ibu tersebut untuk masuk.


"Fina tolong bergeser sedikit... " ucap mama Fina.


Fina langsung bergeser ke arah samping untuk membuat ruang bagi ibu tersebut. Kini terlihat dengan jelas bahwa anak itu sedang terluka bahkan jika diperhatikan ditubuhnya terlihat begitu banyak luka lebam.


Fina semakin merasa kasihan padahal anak tersebut padahal dia sama sama perempuan dan seumuran dengannya. Tapi kenapa dia malah mendapatkan perlakuan kasar.


Tik... tik... tik...


Air mata itu terus saja mengalir melambangkan kesedihan yang tengah dirasakan oleh ibu itu. Terlihat beberapa kali dia mengelus lembut rambut putrinya dengan penuh rasa kasih sayang dan khawatir yang mendalam.


Fina berusaha menenangkan ibu itu dengan sangat hati hati, sekaligus ikut membantu menjaga posisi anak tersebut agar tidak banyak darah yang keluar.


"Tangisan yang begitu mendalam di iringi oleh rintihan hujan... "


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2