KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Episode 39 Flashback berakhir


__ADS_3

Terlihat Mira sedang membasuh wajahnya, Ia sedang bercermin menatap dirinya dalam. Walaupun pahit tapi dirinya harus bisa menahan semua ini kembali.


"Aku tahu ini tidaklah mudah..."


Ceklek....


Tiba tiba saja beberapa siswi masuk, dapat dilihat seperti nya mereka tidak menyukai Mira.


Mira yang menyadari hanya berwajah datar. Toh, mau mereka menyukai nya atau tidak itu bukan urusannya. Tapi kemudian...


"Lo Mira kan ?" tanya seorang siswi sambil memegang tangannya.


Mira yang melihat hanya diam saja dan melepaskan tangannya. Para siswi yang mendapat perlakuan seperti itu menatapnya dengan sinis.


"Astaga, sombong sekali dia, gue ngak habis pikir kok bisa sih si Kevin bisa deket sama dia, udah belagu ngak punya sopan santun lagi, jangan jangan si Kevin dipelet lagi sama dia, dasar cewe murahan " ejek salah satu dari mereka.


Mira yang mendengar nya bersikap tidak peduli. Dirinya benar benar merasa malas untuk meladeni mereka. Lebih tepatnya hatinya sedang merasa bad mood. Tapi...


Plak....!


Seseorang dari mereka tiba tiba saja menampar Mira. Mira terkejut dengan apa yang terjadi. Lalu dengan cepat mereka menarik rambut Mira dengan paksa.


"HEI, LO JANGAN BELAGU DEGAR GUE BAIK BAIK, KEVIN ITU NGAK PANTES SAMA LO, GUE JAUH LEBIH BAIK SEGALANYA DARI LO, KALO LO MASIH DEKAT DEKAT SAMA KEVIN GUE NGAK AKAN SEGAN SEGAN BERBUAT YANG LEBIH JAUH DARI INI, PAHAM !!! "


Mira menggenggam tangannya dengan erat, dia sudah tidak bisa menahan nya lagi. Lagipula mereka yang mencari masalah dengannya.


Bug... Bug...Bug...


Dalam hitungan detik mereka semua terkapar di lantai. Tapi sayangnya Mira tidak berhenti, dia terus saja memukul mereka dengan ampun sekalipun mereka sudah berteriak kesakitan.


"APA LO BILANG, GUE NGAK AKAN PERNAH TAKUT SAMA BERANDALAN KAYA KALIAN, KALO GUE BISA GUE JUGA NGAK MAU DEKET SAMA DIA, TAPI PERASAAN INI, PERASAAN INI NGAK BISA DIBOHONGI...!!! "


Mira membabi buta, hati nuraninya sudah tertutup rapat. Mulai sekarang dia tidak akan pernah mengganggap ataupun peduli lagi pada apapun.


"Sekarang kalian dengar gue baik baik, kalo sampai kalian ngelaporin gue, gue ngak akan segan berbuat hal yang mengerikan dari ini, ingat ini dengan baik, paham..."


Mereka mengangguk tanda paham. Terlihat beberapa diantara mereka sedang menangis dan Mira tentu saja tidak peduli.


"Mulai sekarang aku tidak akan pernah peduli dengan apapun lagi, aku benar benar merasa lelah dengan semua ini, mulai sekarang aku melepaskan mereka, aku tidak peduli dengan siapapun lagi, mulai sekarang aku akan hidup dengan caraku...."


🖤🖤🖤🖤


Beberapa bulan kemudian...


"Ya ampun, sudah tidak terasa kita akan kenaikan kelas, ah...aku berharap kita akan sekelas lagi "


Mira menatap Kevin, walaupun waktu berlalu, walaupun hari terus berlalu, tapi kenapa perasaannya malah semakin kuat.


"Apa yang terjadi, kenapa perasaanku semakin besar, apa yang aku harus lakukan, hatiku semakin sakit, aku semakin terluka, tapi kenapa aku tidak bisa jauh darinya..."

__ADS_1


Tanpa sadar air matanya lolos begitu saja. Mira menggenggam tangannya, ada perasaan yang begitu dalam tapi dia merasa bingung.


Kevin yang melihat Mira menangis tentu saja merasa terkejut. Kevin mendekati Mira menanyakan apa yang terjadi. Tapi yang ditanya malah diam saja. pada akhirnya Kevin hanya bisa melihatnya.


Setelah keadaan tenang Kevin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Mira.


"Kenapa kamu menangis...? "Tanya Kevin.


Mira memandang Kevin dengan begitu dalam, apa dia bisa melakukan nya.


"Hatiku sedang merasa sakit..." (Mira)


"Apa alasannya ?" (Kevin)


"Karena aku memiliki perasaan kepada seseorang tapi dia sangat membenci sesuatu yang berhubungan dengan perasaan karena menurut nya itu adalah hal yang merepotkan..." (Mira)


"Lalu apa yang kamu rasakan ?" (Kevin)


"Aku merasakan sakit yang begitu mendalam di hatiku, aku ingin melupakan dan menjauhi nya, tapi aku tidak bisa melakukan nya, aku selalu memikirkannya, aku selalu bersama nya dan hal itu justru membuat perasaaku semakin besar padanya, dan disaat yang sama hatiku juga semakin merasakan sakit..." (Mira)


"Lalu apa kamu sudah mengatakannya ?" (Kevin)


"Tidak, belum, aku belum siap..." (Mira)


"Menuruku kamu harus mengatakan yang sebenarnya kepadanya, jika menunggu hatimu untuk siap maka jawabannya adalah tidak akan pernah, karena jika suatu perasaan yang dipendam justru malah semakin membuat perasaan semakin dalam..." (Kevin)


"Bukankah itu besok, apa kamu tidak merasa terlalu cepat..." (Kevin)


"Tidak, karena aku sudah menahannya selama satu tahun lagipula aku ingin mengakhiri rasa sakit ini..." (Mira)


Kevin mendekati Mira dan menepuk pundak Mira dengan lembut.


"Baiklah jika begitu..." (Kevin)


Tring...


Mereka berdua berdiri dan berjalan menuju kelas tapi sebelum itu.


"Kevin..." panggil Mira.


"Iya ada apa ?" Tanya Kevin.


"Apakah boleh jika aku menggandeng tanganmu ?" (Mira)


Kevin terdiam sejenak mendengar permintaan Mira tapi pada akhirnya Kevin mengizinkannya.


"Baiklah karena besok kamu akan menyatakan perasaanmu aku memperbolehkan anggap saja ini sebagai semangat untuk besok nanti, tapi ingatlah aku berjanji akan selalu ada untukmu..." (Kevin)


"Terimakasih..." (Mira)

__ADS_1


🖤🖤🖤🖤


Keesokan harinya...


Hari ini adalah hari dimana Mira menyatakan perasaannya kepada Kevin. Mira menyuruh Kevin mendatangi nya di taman belakang sekolah.


Tapi sudah beberapa jam Kevin belum juga datang. Pada akhirnya Mira pergi mencari Kevin, Ia terus menanyakan ke setiap orang tentang keberadaan Kevin.


Tapi sayangnya nihil tidak ada yang mengetahui nya. Mira memegang dadanya yang semakin terasa sakit.


"Kenapa, kenapa malah terasa lega, bukankah aku belum mengatakan yang sebenarnya, kenapa aku merasa senang dia tidak ada hari ini, apakah aku belum siap, atau justru aku malah menginginkan rasa sakit ini bertahan lebih lama..."


🖤🖤🖤🖤


keesokan harinya di sekolah...


Tepat seperti apa yang diharapkan oleh Mira Kevin datang ke sekolah. Ia bergegas menghampiri Kevin dan mengatakan sesuatu.


"Aku mau bicara, bisa ikut ke taman belakang sebentar saja..." ajak Mira.


"Hmm..." jawab Kevin.


Sesampainya di taman belakang.


"Baiklah hari ini adalah hari dimana aku akan menyatakan perasaanku, baiklah..."


"Mira..." panggil Kevin.


"Ya...!" jawab Mira dengan lantang.


"Mulai sekarang kita bukanlah teman lagi, aku sudah bosan padamu, kamu terlalu pendiam dan menurutku kamu sangatlah membosankan, aku tidak merasa bersalah akan hal ini.


"Karena kamu yang memutuskan nya, jadi mulai sekarang kamu bukanlah temanku lagi dan aku harap kamu tidak mengenalku lagi untuk selamanya..." jelas Kevin dengan datar.


Setelah mengatakannya Kevin pergi meninggalkan Mira begitu saja. Mira menunduk berusaha menyembunyikan air matanya yang telah tumpah.


Mira memukul dadanya yang terasa begitu sesak. Kenapa Kevin bisa mengatakan sesuatu yang begitu menyakitkan.


"Kenapa, bukanlah kamu yang mengatakan akan selalu menjadi temanku, bukannya kamu yang ingin menjadi temanku, lalu kenapa kamu bisa menjadi seperti ini.


"Apa salahku, apa aku segitu membosankan untukmu, aku tahu bahwa kamu tidak menyukaiku, tapi bukankah terlalu jahat mengatakan hal itu.


"Kenapa aku begitu bodoh, bodoh,bodoh, mulai sekarang aku tidak akan pernah mencintai siapapun..." Kini Mira benar benar larut dalam kesedihan yang mendalam.


Flashback berakhir


BERSAMBUNG..


THANK YOU 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2