KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
9 # Mimpi Jessica


__ADS_3

"Jessica, dasar kembar brengsek! kemarahan ku meluap


begitu aku sadar telah di tinggalkan


sendirian di dalam mobil. mesinnya mati jendela tertutup rapat.


Aku terbangun dalam keadaan ebasah kuyup. ku tarik pembuka pintu mobil .ternyata terkunci.


"Well,


"Sepertinya hari ini aku benar benar sial.


"Jessica,..


"Sial! Keluarkan aku dari sini !" Kedua tanganku terkepal,menghantam jendela belakang tanpa hasil.


"Jessica,


"Mike,? Alice? tetap saja tidak ada yang menyahut .tempat parkir kampusku memang terpisah cukup jauh dari gedung kampus, bahkan ada mini bus yang lewat tiap lima belas menit sekali.Untuk menghubungkan lapangan parkir dengan kampus.


Sayangnya, rute mini bus terdekat berjarak dua puluh meter dari mobil Morgan.


Mustahil ada yang mendengar teriakanku, kecuali ada mahasiswa yang mengambil mobil di dekat sini,atau berharap ada yang iseng jalan ke daerah sini.


Aku menunggu, tiga menit, sepuluh menit, tiga puluh menit, sudah berlalu tanpa ada orang yang berjan ke arah sini, hanya kesabaran ku mulai semakin menipis.

__ADS_1


"Well,"Jessica, aku sudah tidak tahan lagi.Aku harus keluar bagaimana pun caranya,meskipun itu artinya ada jendela kaca yang terpaksa harus pecah."eh, tunggu dulu, kuputar tuas jendela secara manual,terbuka.Udara panas menerobos celah jendela,mengenai wajahku denga bau panas matahari dan oli.Yeah, memangnya apa yang ku harapkan dari tempat parkir di siang terik.


Keluar melalui jendela mobil tidak sesulit dugaan ku.Hanya di perlukan sedikit teknik, yakni kami yang keluar terlebih dahulu satu hal yang penting ,jangan tergesa - gesa berdiri tegap.


Tetaplah merunduk hingga kepalamu benar - benar ada di luar.Jika tidak menurut, akan berakhir sepertiku, benjol.


"AW...."


Untuk kedua kalinya dalam lima jam


terkahir kepalaku benjol.


Aku mengernyit kesakitan,astaga!masih adakah kesialan lain yang menungguku hari ini?


"sepertinya,sih,iya.


Aku tidak tau apakah aku berhas mencapainya atau tidak,pikiranku sudah melayang, perasaan yang sangat kukenal.terus melayang dan melayang l.


"Jessica?"


Tidak ada jawaban, aku berlari melintasi ruangan demi ruangan, pintu demi pintu, meliriknya satu per - satu sambil berharap Jessica ada di sana.


sekilas aku melihat Robert,ia berdiri di balik jendela berbingkai merah muda .sungguh menggelikan. setampan apa pun Robert, tetap saja bila di Kelilingi olehbwarna pink. aku tertawa, dia menoleh ke arahku dengan menatap ku tajam.


"eh.....,. oh....., gawat!

__ADS_1


Bagaimana bisa ini? kami , kan , tidak saling kenal.


Bisa gawat jika kami berpapasan suatu saat nanti


jika ingat pernah bertemu denganku di dalam mimpi, entah apa yang akan di pikirannya.


cepat-cepat aku bersembunyi di belakang pintu, ku intip pelan- pelan


tidak ada reaksi dari Robert, Tetap memandang ke arah yang sama.


Aneh juga, tiba- tiba saja Robert membalikkan badannya merespon seseorang yang melangkah ringan ke arahnya.


Aku terkesiap,rambut hitam ikal seksi dan tungkai per panjang bak foto mode.


"Tidak salah lagi.itu Jessica,?


"Yobel, "Jessica!" teriakku lantang,


"Jessica,mencari - cari sumber suara dengan bingung, Robert menunjuk ke arahku , Jessica melihatku dan amarah nya langsung meledak.


"Apa yang kau lakukan di halaman rumah kami?!"


"Rumah kami?"


tanyaku heran,mendadak sekeliling ku berubah sepenuhnya menjadi pekarangan yang penuh dengan bunga berwarna pink.

__ADS_1


"Warna kesukaan Jessica"


__ADS_2