
"Tapi tidak semua yang mengalami broken home akan melakukan hal seperti perundungan, bahkan banyak diantara mereka yang justru malah membenci perundungan... " (Kevin)
"Memang benar adanya tidak semua broken home melakukan perundungan tapi semua itu kembali pada diri mereka sendiri.
"Semuanya tergantung pada pengalaman yang dirasakan masing masing. Dan disinilah letak perbedaannya.
"Karena pada dasarnya semua orang pasti memiliki takdir yang berbeda." jelas Fina.
Semua orang mendengarkan Fina dengan seksama. Mereka tidak menyangka jika selama ini Fina memiliki pemikiran seperti itu. Selama ini mereka berpikir jika Fina mungkin sama saja seperti siswi kebanyakan.
Tapi disini mereka mulai mengerti sikap Fina dan arah berpikirnya. Bahwa sebenarnya Fina adalah orang peduli dan bijaksana, tapi sayangnya tertutupi oleh sifat konyolnya.
"Hmm....gue paham sekarang. Asal kalian tahu sebenarnya gue selalu berpikir jika seorang anak yang mendapatkan keluarga utuh maka pasti anak itu akan bahagia. Tapi nyatanya tidak seperti itu, karena keluarga belum tentu menjadi tolak ukur kebahagiaan.
"Selama ini gue selalu kesepian dan berpikir bahwa jika memiliki orang tua maka hidup pasti akan bahagia. Tapi ternyata ngak seperti itu, banyak diantara mereka yang justru menderita dan sekarang gue bersyukur.
"Bukan karena gue ngak punya orang tua tapi karena selama ini ternyata hidup gue jauh lebih enak dari mereka. " ucap Klara dengan tersenyum puas.
Semua orang tersenyum, kini mereka sama sama larut dalam pemikiran masing masing.
"Kevin, ada sesuatu yang pengen gue kasih tahu sama lo " Ucap Fina.
Kevin yang mendengar nya mengangkat alisnya sebelah.
"Kini apa lagi yang ingin orang ini sampaikan... "
"Gue harap ketika lo bertemu sama orang tua si pelaku perundungan lo berhati hati. Jangan sampai membuat mereka merasa kesal " mohon Fina.
"Lalu jika begitu saya harus seperti apa agar mereka tidak merasa kesal ?" Tanya Kevin.
"Ya...lo pikirin sendiri aja, kan lo ketua osisnya.. " Ucap Fina seadanya.
"Kalo gitu saya tidak bisa berbuat banyak, karena apa yang telah dia lakukan adalah sebuah kesalahan yang besar. Tapi saya akan usahakan " jawab Kevin.
"Hah....? "Ucap Fina yang malah merasa bingung.
__ADS_1
"Baiklah jika sudah selesai saya harus pergi, ada rapat osis yang harus saya hadiri, sekian... " Ucap Kevin dan langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja.
Setelah Kevin pergi seseorang tiba tiba saja menghampiri mereka.
"Eh Mir, lo dipanggil sama kepala sekolah... " Ucapnya kemudian pergi.
Mendengar hal itu Mira bergegas pergi menuju ruang kepala sekolah.
"Gue dipanggil sama kepala sekolah dulu, sampai jumpa end makasih atas hari ini. " ujar Mira kemudian pergi.
Lalu disusul oleh Devan juga yang ikut pamit pergi ke kelas. Dan kini hanya tersisa Fina dan Klara berduaan saja.
Klara menatap Fina dengan intens, Fina yang ditatap tentu saja merasa risih. Dirinya masih mengingat hari itu dimana Mira mengalami kecelakaan saat itu.
"Kenapa saat itu Mira jauh lebih percaya dengan gadis ini. Apa yang sebenarnya mereka berdua sembunyikan, kenapa mereka berdua bisa dengan cepat lebih akrab... " Pikir Fina.
"Gue mau nanya sama lo tentang Mira. " Ucap Klara.
Fina mengangkat alisnya sebelah, kini apa yang diinginkan oleh orang ini.
"Hmm... gue mau nanya soal malam itu, waktu Mira mau lompat bunuh diri kenapa bisa ada Kevin, bukannya mereka itu ngak ada hubungan bahkan banyak orang bilang kalo mereka berdua bermusuhan " Tanya Klara.
"Kenap lo tanya kaya gitu ?" Ucap Fina dengan datar.
" Gue cuma mau waspada aja, soalnya gue jatuh cinta sama Mira dan suatu haru nanti gue mau ngelamar dia, jadi gue gak mau Mira nantinya malah jatuh cinta sama itu ketos. " jawab Klara blak blakan.
Uhuk... Uhuk... Uhuk...
Seketika saja Fina memukul dadanya akibat tersedak. Bisa bisanya orang ini mengatakan hal seperti itu. Apa dia tidak sadar kalo dirinya sendiri adalah perempuan sedangkan Mira juga adalah perempuan. Dan itu artinya orang ini...
"Jangan jangan penyuka sesama jenis! "
Fina menutup mulutnya tidak percaya, jadi selama ini orang ini jatuh cinta kepada Mira sahabatnya. Jika dibandingkan Kevin tentu saja Fina jauh dari mendukung Kevin dari pada Klara.
Bisa bisanya orang ini jatuh cinta kepada sesama jenis. Fina memandang tubuhnya, dirinya bergidik ngeri membayangkannya.
__ADS_1
"Amit amit jangan sampai kejadian! "
Klara yang melihat ekspresi Fina kemudian tersenyum. Fina ternyata sama sama imut dengan sahabatnya itu.
"Tapi lo juga imut kok kaya Mira... " Ucap Klara sambil tersenyum memandang wajah Fina.
Jujur saja sepertinya akan muntah jika dirinya tidak pergi dari sini.
"Lebih baik aku pergi dari orang gila ini sekarang juga! "
Melihat Fina pergi Klara berusaha menghentikan nya. Bagaimana pun Fina belum menjawab pertanyaan miliknya.
Tapi sialnya Fina terlalu cepat hingga Klara tidak bisa mengejar. Klara tersenyum mengingat ekspresi terkejut Fina, sungguh dia benar benar imut.
"Hah... imutnya..."
❤❤❤❤
Fina berlari dengan sekuat tenaga, dia benar benar tidak ingin berhubungan lagi dengan Klara. Bisa bisanya orang itu mengatakan dirinya imut seperti Mira.
Fina melihat ke belakang, sepertinya Klara sudah tidak mengejar nya lagi. Akhirnya Fina bisa bernapas lega.
Tapi kini ada hal penting yang harus dilakukan olehnya. Yaitu harus menyatukan kembali Mira dan Kevin, Fina bergidik ngeri, amit amit jangan sampai sahabatnya jatuh ke tangan orang gila itu.
Fina tersenyum membayangkan ide ide liar miliknya agar bisa menyatukan mereka berdua. Bahkan mungkin saat ini rencananya sudah berjalan.
"Mira lo liat aja, sebentar lagi jodoh lo bakal menyusup masuk ke dalam hati lo "
Fina tersenyum membayangkan bagaimana pertemuan mereka berdua dulu. Sungguh saat itu mereka berdua begitu dekat.
(Flashback pertemuan awal yang manis...)
BERSAMBUNG....
THANK YOU 💕💕💕
__ADS_1