
Hari ini terlihat begitu cerah, aku berjalan mengitari rumah untuk mencari udara segar. Dapat dilihat banyak bunga yang bermekaran indah dihalaman.
"Non, mobil sudah siap digunakan" ucap seseorang memberitahukan kepadaku.
Setelah mendengar hal itu aku bergegas menuju mobilku dan pergi berangkat sekolah. Beberapa hari ini aku cukup merasa tenang, tidak ada masalah sejauh ini. Walaupun akhir akhir ini aku merasa begitu lelah.
Karena pelantikanku sebagai wakil ketua osis cukup membuat ku merasa lelah dengan kegiatan yang begitu padat.
Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai di sekolah. Setelah selesai memakirkan mobil aku berjalan masuk ke kelas. Sepanjang aku berjalan menuju kelas begitu banyak mata yang menyoroti ku.
Aku tidak peduli dengan itu semua, menurutku itu hanya bentuk rasa iri mereka saja. Apalagi dengan pelantikan tiba tiba ini sudah dapat dipastikan mereka semakin tidak menyukaiku.
Tapi hal yang begitu mengejutkan datang hari ini. Tiba tiba saja segerombolan siswi menyuruh ku untuk ke halaman belakang. Aku yang mendengarnya tentu saja merasa heran, apalagi saat mereka terlihat begitu terkejut.
Aku melangkahkan kakiku kesana, terlihat begitu banyak siswa dan siswi berkerumun. Aku menghela nafas melihat hal itu. Keramaian dan kebisingan adalah sesuatu yang sangat tidak aku sukai.
Hingga pada akhirnya aku dikejutkan dengan sesuatu yang tidak pernah kuduga.
Aku melihat Kevin memegang sebuah bunga mawar. Dan kemudian dia mendekati ku dan berlutut di depanku. Aku hanya bisa terdiam mendapatkan perlakuan ini.
Keadaan semakin ricuh tak kala saat dia mengatakan sesuatu kepadaku.
"Amiradian, mulai saat ini kamu akan menjadi pacarku dan tidak ada penolakan sama sekali...! "
Aku mematung untuk beberapa saat, orang didepan ku benar benar sudah gila. Dengan mudahnya dia mengatakan bahwa mulai saat ini aku adalah pacarnya dan tidak ada penolakan.
Dapat terdengar dengan jelas beberapa orang berteriak histeris saat Kevin menyatakan perasaannya. Tapi lain hal nya denganku, aku merasa sangat bingung.
Aku memegang dadaku yang berdetak dengan kencang. Kuakui aku masih menyukai Kevin sampai saat ini. Bahkan perasaan ini semakin besar tapi disisi lain aku juga merasa ragu.
__ADS_1
Mungkin saja ada maksud tersembunyi dari ini semua. Mengingat aku adalah musuh utama baginya bukanlah ini adalah sesuatu yang mencurigakan.
Menyatakan perasaan kepada musuhmu sendiri di depan banyak orang menurutku adalah hal yang gila.
"Apa dia tidak waras, bagaimana jika aku menolaknya bukanlah dia pasti akan menanggung malu yang begitu besar, lagipula aku ini adalah musuhnya, tidak seharusnya melakukan hal ini.
"Kevin apa yang sebenarnya kamu rencanakan terhadap ku, apa ini salah satu trik kotormu, atau ada sesuatu yang ingin kamu cari,
"Tapi jujur saja sampai saat ini aku masih menyimpan perasaan ini, apa yang harus aku lakukan, apa yang harus kujawab..." batinku
Aku memperhatikan keadaan sekitar terlihat begitu ramai tapi kemudian fokusku teralihkan ketika aku melihat beberapa guru. Mereka terlihat begitu memperhatikan kami berdua.
Aku mengerti dengan apa yang terjadi, aku mengingatnya. Saat itu saat aku melakukannya class meeting aku mendengar beberapa guru membicarakan sebuah kompetisi tentang pasangan terbaik.
Setiap sekolah yang terkenal biasanya membuat kompetisi di mana mereka akan memperlombakan pasangan terbaik.
Tentu saja mereka bukan pasangan biasa, mereka adalah siswa dan siswi yang prestasi dalam bidang apapun.
Aku tersenyum memikirkannya, dengan mudah aku bisa membaca rencananya.
"Baiklah aku akan mengikuti rencanamu untuk saat ini, jujur aku senang dengan ini semua, jujur saja perasaan ini masih ada, dan mungkin aku juga memiliki rencana terhadap mu, karena aku ingin mengikat kamu dengan perasaan ini.
"Aku ingin kamu tergila gila padaku, aku ingin membuat mu menangis karena ku. Maka oleh karena itu ayo mulai bermain..." pikirku.
"Tentu saja aku menerima mu sebagai kekasih hati "
Aku menjawab dengan lantang, semua orang berteriak histeris mendengarnya. Aku tersenyum tulus kepadanya untuk saat ini.
Terlihat Kevin berdiri dan langsung memeluk ku. Tentu saja aku dengan cepat membalas pelukannya.
__ADS_1
"Terima kasih karena telah menerimaku, tentu saja kamu pasti langsung paham maksud ku bukan, tapi jangan khawatir hubungan ini hanya akan berlangsung singkat saja, lebih tepatnya saat aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan maka disaat itu juga aku akan meninggalkan mu,
"Mari lihat siapa yang akan menang nanti, kamu atau aku " bisiknya.
Aku menggenggam tangan dengan erat. Walaupun aku tahu ini hanya sandiwara nya saja tetap saja hatiku merasa sakit. Tapi aku harus manahannya.
Aku tersenyum dengan sangat tulus bahkan terlalu tulus untuk dilihat. Untuk sesaat aku memandang wajah Kevin dengan kagum.
Aku adalah orang gila, padahal aku tahu orang yang kucintai adalah seorang penjahat tapi tetap saja aku masih mencintainya.
"Mencintai dengan perasaan yang tulus..."
Semua orang bersorak kepada kami berdua, ada yang senang, terkejut dan juga ada yang benci.
Tapi tiba tiba saja aku kembali merasakan pusing yang luar biasa. Terdengar suara yang begitu menyiksa telingaku. Suara bisikan itu kembali mengema.
"Apa kamu sudah mengingat nya..."
Suara itu terus saja membayangi kepalaku. Dan kini aku hanya bisa melihat sesuatu yang berwarna merah.
Semua orang berteriak terkejut, mereka semua terlihat begitu khawatir. Tentu saja karena Kepala ku tiba tiba mengeluarkan darah. Terlihat Fina dan Klara berlari kearah ku. Dan juga Kevin yang terus bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi kepadaku.
Tapi sayangnya suara Kevin terdengar samar samar, aku melihat mereka semua. Aku tersenyum melihat ekspresi panik mereka.
Aku memandang wajah Kevin dan tersenyum hingga pada akhirnya aku terjatuh tidak sadarkan diri.
Dan yang terakhir kulihat adalah...
"Semua terlihat begitu gelap..."
__ADS_1
BERSAMBUNG
THANK YOU 🖤🖤🖤