
"Tadi konyol sekali," ujarku di sela - sela tawa yang mulai mereda.
Alice menimpali," tidak sekonyol saat menemukanmu di kampus sebelum jam sepulu,"
"mungkin Yobel masih tidur sambil berjalan,coba kita cek."
Mike memukul kepalaku dengan garpu plastik. Tanganku menangkis nya tanpa kesulitan.Mike menyeringai.
" ternyata sudah bangun."
"Yobel,sudahlah?"tukasku lirih.
Alice mengambil segenggam kentang goreng kemudian melahapnya sekaligus. Mike meniru Alice, hanya saja isi genggamannya lebih banyak.
" Yobel, menggeleng, menolak
tantangan si kembar .mereka menyunggi kan senyum kemenangan. Terserahlah . Dari dulu aku memang tidak pernah sekalipun menang atas mereka. itu sudah biasa.
"omong-omong, apa ada kabar tentang Jessica?"
Wajah si kembar berubah getir.Aku jadi menyesal bertanya.
"belum ada berita itu artinya kabar baik," tukas Alice datar, meski ia sendiri tidak sepenuhnya percaya pada pepatah tersebut.
"bagaimana denganmu,"
"Mike, balik bertanya. si kembar tahu kemampuan ku dan sering memanfaatkannya untuk.....ya, begitulah.
Ada aturan tegas untuk tidak membocorkan kenakalan sahabat sendiri, bukan?
"percuma, tiga malam ini aku terus- menerus mencari mimpi Jessica tanpa hasil. Di tambah lagi tadi aku hampir jadi Putri duyung karena tersesat dalam mimpi orang yang tidak ku kenal ."
Mungkinkah itu Jessica?"
Alice jelas - jelas berharap Jessica musuh bebuyutannya sejak kecil selamat. Aneh sekali,mengingat tidak ada satupun kecocokan di antara mereka, malahan Jessica cenderung memojokkannya. Sebaliknya, Alice...., yeah, pasti karena sahabatku ini terlalu baik hati.
Aku teringat kembali sosok bocah kecil dalam mimpiku, maksudku mimpinya,semalam.
"Mmmmm..,
Kurasa bukan,kecuali tinggi Jessica satu meter, dia berjenis kelamin laki - laki , dan mempunyai gigi - gingsul di antara geraham dan gigi taring atas sebelah kiri. well,sudah pasti bukan. Lagi pula nama anak itu Dave, bukan Jessica"
__ADS_1
"Oh....",
Alice tampak sangat kecewa.mungkin sebaiknya aku tidak mengungkit masalah Jessica karena suasana sekarang ini jadi sangat menyedihkan.
"Kurasa Yobel harus mengubah jam tidur sesue dengan Jan tidur Jessica," Mike memberi usul yang langsung ke sergah.
"Yobel,mana kutahu kapan dia tidur,"
Mike memandangku penuh arti, Alice tampak tertarik. serta -
Merta aku mendapat firasat buruk.
"Jangan bilang aku harus tidur seharian menunggu Jessica bermimpi,"
"itu satu - satunya jalan," tukas mime puas.
" Tidak untukku," jawabku cepat.
Mengapa juga aku harus tidur seharian mencari Jessica?
apa mereka pikir berkeliaran di lorong mimpi itu menyenangkan?.
"Well,
seperti biasa, Alice dapat menebak jalan pikiran ku.
"kumohon,...."Yobel, kumohon lakukanlah demi aku,"
"tapi ,Alice ......"
"hanya kau satu-satunya harapan Jessica,"
" salah. Ada polisi hutan dan para sukarelawan yang terus menyisir hutan untuk mencarinya.
"Alice mendesah,"Percuma jika mereka tidak tahu tempat keberadaan Jessica."
" Aku juga tidak ,"
"Tapi kau bisa bertanya,"
"Yeah,......,
__ADS_1
"Itu juga kalau bisa bertemu di dalam mimpi
"Yobel, Jessica hilang saat hiking akhir pekan lalu.Teman seperjalannya baru sadar bahwa Jessica menghilang saat memasukilan barang bawaan ke mobil sebelum pulang.Cerita Yanga alucu,bukan?menurutku,sih,mereka sengaja meninggalkan Jessica di dalam hutan karena bosan dengan kata - kata kasar dan gerutuannya.Hehehe,itu baru asyik.
"Jessica,...Yobel kumohon,...."
"Sial! jika Alice sudah memanggil nama lengkapku,
rasanya ini sudah keputusan final,tidak dapat di ganggu gugat.
"Welll,...
"sebenernya aku saja sudah tidak sanggup menolak,
"Coba bayangkan jika aku ada di posisi Jessica sekarang."
"itu mustahil.kau,kan tidak suka autbound."
"Yobel!"...
"ugh! dia melakukanya lagi.
"baiklah, tapi aku hanya bisa tidur selama 24 Jak,"
"tiga puluh enam jam,please,siapa tau Jessica ketakutan hingga tersu terjaga seharian,"
Desah kepasrahan meluncur dari tenggorokanku."baiklah,36jam. dengan syarat kalian yang bertanggung jawab atas semua ketidakhadiran ku selama hibernasi."
"Dengan senang hati, iya ,kan,Mike ?"
"Tidak terlalu sulit,"
Jarum jam kantin menunjuk pukul sepuluh lebih dua puluh menit. Aku mengamati Morgan bersaudara.binar di mata mereka penuh keyakinan, bersekongkol.
"Well, dua lawan satu,
Bagaimana juga aku tidak akan menang.
"Jadi, di mana aku bisa tidur?"
......................
__ADS_1
...****************...
...****************...