KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 41: keluarga yang harmonis


__ADS_3

Berganti tokoh....


"Aku pulang..." ucap seseorang. (1)


Terlihat seorang gadis baru pulang dari kegiatan yang melelahkan. Ia bergegas masuk dan menyapa beberapa orang. Sepi dan sunyi adalah suasana rumah ini, tapi itu jauh lebih baik. Sayangnya...


"Selamat datang ke rumah " jawab seorang wanita. (2)


"Kakak...apa yang kakak lakukan disini ?"(1)


"Tentu saja pulang lagipula inikan rumah kakak juga, ayo masuk mama dan papa sudah menunggu di meja makan " (2)


"Iya, sebentar lagi aku akan menyusul " (1)


"Baiklah jangan lama-lama " (2)


Ia bergegas masuk menuju kamarnya, dan kemudian dengan kesal membating tasnya.


"Aku sangat membencinya...! " (1)


Di meja makan...


Suasana begitu hangat, terlihat semua anggota keluarga berkumpul, bercengkrama dan bersuka cita semua terlihat begitu sempurna.


Tapi tidak untuknya, Ia begitu membenci mereka semua. Semua hanyalah sebuah sandiwara belaka. Kenyataan sangat jauh lebih pahit.


"Lihatlah mereka terlihat begitu sempurna, tapi sayangnya ini hanyalah sebuah sandiwara, dan wanita bodoh itu masuk ke dalam jebakan, aku benar benar membenci mereka semua, aku sungguh merasa muak dengan kebohongan mereka, aku membencinya..."


Ia kemudian memainkan sendok nya, tidak peduli dengan mereka yang terlihat begitu bahagia. Ia sudah merasa nyaman dengan kesendirian.


"Oh iya, kakak punya sesuatu untuk mu dari London, lihatlah kamu pasti sangat menyukainya, ini benar benar sesuai dengan seleramu " (2)


"Ah... terima kasih tapi tidak perlu repot-repot lagipula aku tidak meminta nya " (1)


"Tidak apa, ayo buka " (2)


"Tidak perlu aku akan membukanya di kamar saja "(1)

__ADS_1


"Ayo bukan saja sekarang disini...! "(2)


Gadis itu memandang kakaknya dengan perasaan jengkel, dia benar benar...


"Sekarang nadanya sudah meninggi dia benar benar seorang pemaksa yang ulung, memberikan hadiah hanya agar terlihat baik, dan mereka pasti..."


"Sudah nak buka saja dan lihatlah apa yang diberikan oleh kakak mu, kakakmu ini begitu menyayangi kamu jadi kamu harus berterima kasih dengan benar...!" ucap seorang wanita tua.(3)


"Benar yang dikatakan oleh mamamu buka saja sekarang dan perlihatkan bagaimana kakakmu begitu menyayangi kamu " sambung seorang pria dewasa yang sudah berumur.(4)


"Baiklah sesuai keinginan kalian..." jawabnya dengan malas.(1)


Ketika dibuka terlihat sebuah dress yang indah dengan warna biru gelap yang dapat menambah kesan elegan yang memakai nya dan tentu saja pakaian yang bermerek mahal.


"Selera kakak benar benar hebat tapi sayangnya aku bukan seorang peminta " (1)


"Apa maksudnya kakak tidak mengerti " (2)


"Tidak ada tapi jika merasa seharusnya sudah paham...!"(1)


Brak...


"KAMU BENAR BENAR TIDAK TAHU DIUNTUNG, SUDAH BAGUS KAKAKMU PEDULI DENGAN MEMBERIKAN HADIAH TAPI CARA BICARAMU TIDAK SOPAN, APA ITU YANG PAPA AJARKAN PADAMU, SEKARANG KAMU HARUS MINTA MAAF KE KAKAKMU...!!!" (4)


"Papa sudahlah kakak tidak apa apa mungkin saja suasana hatinya sedang tidak baik, kakak mengerti sekarang tidak perlu di perdebatkan kakak tidak masalah dengan sikapnya..." (2)


"Tidak mama setuju dengan papamu, adik kamu harus diajarkan sopan santun dan sekarang dia harus minta maaf...!" (3)


"Tapi..." (2)


"Maaf..." (1)


"Mmm... baiklah tidak mengapa kakak mengerti perasaan kamu pasti sedang tidak baik tidak mengapa " (2)


"Lihatlah kakak mu benar benar seseorang yang begitu baik dan rendah hati, dia begitu peduli dan juga begitu pintar, kakakmu benar benar aset keluarga yang penting, sudah seharusnya menjadi kebanggaan dan contoh untuk kamu " (3)


"Aku membencinya..."

__ADS_1


"Benar sekali bahkan kini kakakmu berhasil menjadi mahasiswi terbaik disana dan mendapat banyak penghargaan, dia juga menjadi mahasiswa yang begitu dicari banyak perusahaan berlomba lomba untuk mendapatkan kakakmu, papa nyakin kakakmu adalah seseorang yang pasti jauh lebih sukses dari kamu dan kamu harus menghormati kakakmu " (4)


"Aku membencinya..."


Ia menggenggam tangannya dengan erat hatinya begitu sakit mendengar itu semua, mereka semua sama saja.


"Hmm...." jawabnya dengan lirih.


"Aku membencinya..."


"Papa dan mama tidak perlu memuji kakak seperti itu lagi pula ini memang kewajiban kakak untuk membuat papa dan mama bangga " (2)


"Oh iya dek bukankah kamu sebentar lagi akan ujian tengah semester, kalo ngak salah biasanya nanti bakal diadain perlombaan, kamu ikut lomba akademik atau non-akademik ?" (2)


"Aku ngak ikut lomba apa apa..." (1)


"Loh kenapa, padahal itu bisa jadi kesempatan buat kamu, itu bisa jadi ajang untuk kamu terkenal dan populer " (2)


"Aku ngak tertarik " (1)


"Adik kakak itu ngak bisa apa apa, kerjaannya cuma main aja di kamar, ngak punya masa depan, kakak ngak usah urusin biar aja nanti mama sama papa bakal jodohin dia aja, biar ngak lama lama jadi beban keluarga "(3)


"Hush... mama ngak boleh ngomong kaya gitu, mungkin aja adik punya bakat terpendam cuma belum muncul aja " (2)


"Emangnya punya bakat apa ?" (3)


Ia benar benar merasa muak dengan semua ini, mereka benar benar penjilat yang begitu ulung.


"Maaf aku sudah merasa kenyang kalian lanjutkan saja, permisi..." (1)


Dengan cepat Ia bergegas menuju kamarnya, setelah sampai tidak lupa pintu dikunci. Ia terduduk sedih.


"Aku membencinya..."


Rasa sakit ini akan terus berlangsung dalam hidupnya. Tidak ada jalan keluar dari ini semua pada akhirnya gadis itu pasrah meratapi nasibnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


THANK YOU 🖤🖤🖤


__ADS_2