
"Aku benci keramaian...!"
Dan disinilah aku berada, kami berjalan jalan menyusuri sebuah pasar malam. Banyak orang berlalu lalang. Benar benar gemerlap dunia malam.
Aku memperhatikan beberapa orang, mereka terlihat seperti segerombolan semut, ada yang sedang berkerja, berjaga, dan anggaplah para pembeli adalah ratunya.
"Aku benci keramaian...!" keluhku.
Fina tertawa sejenak mendengar perkataan ku. Tapi apa boleh buat memang kenyataannya aku membencinya.
"Hehhh...lo itu aneh banget ya, namanya juga pasar pasti ramai lah" ujar Fina padaku.
"Ya tapi kan ngak perlu ke sini juga, dikamar juga bisa kan ? " jawabku.
Tapi tiba tiba saja Kevin terbatuk-batuk, aku memperhatikan Kevin, ada apa dengan anak ini kenapa malah batuk batuk.
"Ah sudahlah bukan urusan ku..."
"Yaudah sampai disini aja ya, gue sama Devan mau kencan dulu " ucap Fina.
"'Loh, ngak bareng nih ?" tanyaku.
"Ya enggak lah, namanya kencan itu ya cuma berduaan aja, kalo segerombolan bukan kencan namanya...! " (Fina)
"Tapi Fin...?" (Mira)
"Ngak, tapi lo tenang aja pulang nya kita bareng, Yaudah dah..." pamit Fina kepada kami berdua.
Melihat kepergian Fina aku pun memandang Kevin, terlihat Kevin sangat gugup melihatku. Dia langsung memalingkan wajahnya.
"Jadi sekarang gimana ?" tanyaku.
Tapi anehnya Kevin justru malah seperti orang linglung. Dia terus berkata...
"Eeeeee....?"
Aku menepuk jidatku pasrah, orang ini sepertinya payah dalam berkencan. Tapi tidak dipungkiri aku juga sama payahnya dalam hal beginian.
"Lo payah kan kalo tentang hal beginian ?" (Mira)
"Ya baiklah, memang benar aku tidak berguna dalam hal seperti ini..." lirihnya.
"Baguslah jika kamu mengakuinya " (Mira)
"Hahhhh...?!" (Kevin)
"Udahlah dari pada kamu ee..ah..ah...mending jalan jalan...!" (Mira)
Kami berdua pun pada akhirnya memutuskan untuk berjalan tampa arah dan tersesat saja sembari menunggu kencan ini berakhir.
"Kevin, biasanya kencan itu berapa lama ?" tanyaku.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu berapa lama mungkin lebih baik kita tanyakan saja pada google " jawabnya.
"Baiklah hal itu jauh lebih baik, tapi tanyakan juga apa yang biasanya dilakukan orang saat berkencan " (Mira)
"Ternyata kamu payah juga dalam hal seperti ini " (Kevin)
.
"Sudah diam lebih baik tanyakan saja !" (Mira)
Kevin kemudian membuka ponselnya, beberapa saat kemudian tiba tiba saja Kevin menutup mulutnya.
Aku yang melihatnya tentu saja merasa bingung, terlihat dia menunjukkan ekspresi terkejut.
"Aku rasa sepertinya bisa memakan waktu yang sangat lama " (Kevin)
"Memangnya berapa lama ?" (Mira)
"Entahlah tapi disini mereka bilang bisa beberapa detik bahkan sampai beberapa tahun..." (Kevin)
"Uhuk...uhuk...uhuk..." (Mira)
"Tunggu, apa, bagaimana mungkin seseorang bisa menghabiskan waktu begitu lama hanya untuk hal seperti ini, yang benar saja, tapi yang harusnya ku ce**maskan adalah Fina, kencan seperti ini pasti membuatnya ingin menikmati momen tersebut selama mungkin dan apakah itu artinya..."
Aku menutup mulut tidak percaya akan apa yang bisa terjadi nanti.
"Tidak, aku tidak bisa membuat hal ini terjadi, aku tahu Fina akan merasa senang tapi tidak selama ini, tidak boleh...!"
"Ayo kita mata matai mereka berdua ! " ajak ku
Kevin yang mendengar permintaan ku sontak saja langsung terkejut.
"Tunggu dulu apa maksudmu, sebenarnya ada apa...? "tanyanya.
"Bukankah kamu bilang bahwa kencan bisa berlangsung dari beberapa detik sampai beberapa tahun " (Mira)
"Ya, memang sih walaupun dari google, tapi apa hubungannya ?" (Kevin)
"Dari sumber yang pernah ku baca ada yang bilang kalau kencan adalah momen yang membahagiakan "(Mira)
"Lalu..." (Kevin)
"Dan seseorang akan berusaha untuk melakukan nya selama mungkin, dan Fina termasuk orang yang seperti itu " (Mira)
"Tunggu dulu, itu artinya mereka akan melakukannya selama bertahun-tahun...!" (Kevin)
"Tepat sekali...! "( Mira)
"Ini tidak boleh dibiarkan, jika begitu ayo...!" (Kevin)
Dengan cepat Kevin menarik tanganku dan membawaku pergi dan kini kami berdua memiliki sebuah misi. Yaitu misi untuk menggagalkan rencana kencan!
__ADS_1
"Maafkan aku Fina, tapi kami berdua tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, ayo dimulai permainannya..."
Kami berdua benar benar terlihat seperti orang gila. Tapi aku tidak peduli, aku tidak bisa menunggu beberapa tahun hanya karena sebuah kencan.
"Mira di sana, aku menemukan mereka berdua disana...!" (Kevin)
Mendengar hal itu aku bergegas mengeluarkan buku catatan ku. Kevin yang melihatnya kemudian bertanya.
"Untuk apa itu ?" (Kevin)
"Aku ingin mencatat apa yang terjadi, dengan begitu kita bisa membuat rencana yang rapi sehingga seolah olah gagal nya kencan ini benar benar kegagalan yang murni terjadi...!" (Mira)
"Lalu apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi selama beberapa tahun, karena ada keinginan yang harus ku capai...!" (Kevin)
"Mudah saja kamu hanya perlu memperhatikan mereka berdua dan menceritakan sedetail mungkin...! "(Mira)
"Baiklah, dengan kan aku dengan sebaik mungkin...! " (Kevin)
"Hmm... tentu saja...!" (Mira)
"Mereka berdua saat ini sedang memesan sebuah ice cream di arah jam 2, mereka berada di antrian ke- 10, perlu kamu tahu ice cream yang mereka sediakan di toko itu adalah ice cream terpopuler disini...!" (Kevin)
"Baiklah, aku mengerti...!" (Mira)
"Jika begitu mungkin aku bisa membuat rencana, dimana untuk menggagalkan pesanan mereka, dengan begitu mereka akan kecewa dan memutuskan untuk pulang, tapi bagaimana caranya..." pikirku.
"Kevin coba lihat dan perhatikan mesin pembuat ice cream itu, apakah memakai tenaga listrik...!" (Mira)
"Sebentar, sepertinya semua alat pembuat ice cream dibuat menggunakan teknologi yang cukup canggih...!" (Kevin)
"Bagus jika begitu...!" (Mira)
Dengan cepat aku mengeluarkan laptop milikku. Dan mulai mengutak-atik.
"Apa yang ingin kamu lakukan...?" (Kevin)
"Aku akan meretas mesin pembuat ice cream dengan begitu Fina dan Devan akan merasa kecewa..." (Mira)
"Aku mengerti...!" (Kevin)
Tidak butuh waktu lama bagiku untuk meretas keamanan nya. Setelah beberapa saat dapat kami lihat beberapa pelanggan seperti merasa kecewa termasuk mereka berdua.
"Berhasil...!"
Kami berdua bertepuk tangan dengan sangat senang. Dengan begitu rencana kami berdua telah berhasil.
Tapi kemudian tiba tiba Kevin membekap mulutku. Ternyata ada yang menghampiri kami berdua dan...
"Ternyata kalian...!"
BERSAMBUNG...
__ADS_1
THANK YOU 🖤🖤🖤