KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 24 DIA ADALAH SAHABAT MU BUKAN DIRIMU


__ADS_3

CEKLEK....


Pintu terbuka dan terlihat seseorang yang membukanya. Mira keluar dari ruang kesehatan. Terlihat kepalanya diperban.


Devan dan Kevin sudah menunggu Mira untuk waktu yang cukup lama. Devan merasa khawatir dengan Mira apalagi saat dirinya melihat Mira tengah menangis itu semakin membuatnya cemas.


Kevin juga merasakan hal yang sama. Walaupun terkesan cuek dan tidak peduli tapi sebenarnya Kevin juga mengkhawatirkan Mira.


Mira yang melihat mereka berdua tidak peduli seolah menganggap mereka tidak ada. Ia tidak peduli dengan hal yang lain. Bahkan kini masalahnya terhadap Devan sudah dilupakan olehnya.


Ia tidak mau terlibat dengan masalah apapun. Termasuk sahabat nya. Jika sahabatnya hanya bisa memberi dirinya masalah bukankah lebih baik dia tidak memiliki sahabat.


Kejadian tadi mampu membuat dirinya kembali seperti dulu. Mira yang tidak peduli dengan hal apapun.


Terlihat Mira berpapasan dengan Fina. Fina yang melihat Mira tentu saja senang. Kini sahabatnya telah pulih.


Fina memegang tangan Mira dan ingin membawa Mira ke suatu tempat. Tempat dimana Mira pasti akan menyukainya.


Tapi sayangnya dengan kasar Mira menghempaskan tangan Fina. Dan karena hal itu Fina terjatuh. Fina yang mendapat perlakuan seperti itu merasa terkejut.


"Ada apa dengan Mira " Batin Fina.


Tanpa merasa bersalah Mira langsung pergi meninggalkan Fina. Entah kenapa hatinya terasa mati.


Fina berusaha mengejar Mira bertanya ada apa dengan Mira.


"Mir lo kenapa ?" (Fina)


"Bukan urusan lo " (Mira)


"Apa maksud lo ngomong kaya gitu ?" (Fina)


"Udah minggir " (Mira)


" Ngak.. " (Fina)


"Minggir ngak! " (Mira)


"Jelasin dulu ke gue " (Fina)


"Terserah... " (Mira)


BRAK...


Mira mendorong tubuh Fina hingga terjatuh. Fina tentu saja terkejut kenapa Mira tiba tiba bersikap begini.


"Lo kenapa Mir " Tanya Fina.


Tapi bukannya menjawab Mira justru pergi meninggalkan Fina begitu saja.


Devan dan Kevin tentu saja ikut terkejut. Kenapa tiba tiba Mira bisa bersikap kasar apalagi kepada sahabatnya. Bukankah selama ini Mira begitu peduli dengan Fina


Tapi apa yang mereka lihat hari ini adalah sebaliknya.


Kevin berjalan mendekati Fina. Terlihat Fina menggenggam erat tangannya. Terlihat Fina tengah menangis.


"Dia sudah kembali lagi "


Setelah mengatakan hal itu Fina berlari pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dia sudah kembali "


Kata kata itu seketika tergiang di kepala Kevin.


" Apa maksud Fina " Batin Kevin.


Tidak lama kemudian Kevin juga ikut meninggalkan tempat itu dengan berbagai pertanyaan dikepalanya.


Beberapa hari kemudian....


Waktu terus berputar dan hari telah berganti. Terlihat semua orang melakukan aktivitas nya masing masing. Termasuk Mira.

__ADS_1


Tapi kini Mira telah kembali seperti dulu. Tidak memiliki perasaan dan tidak peduli dengan keadaan sekitar.


Bahkan walaupun Fina berusaha mendekati tetap saja Mira mengabaikan nya. Mira menganggap Fina sama saja dengan semua orang. Berteman hanya karena kesenangan pribadi dan ketika sudah bosan mencari teman baru.


Bukan hanya Fina, Devan dan Kevin turut juga merasakan hal yang sama.


Devan sudah sering mengganggu Mira bahkan mengancam akan menyakiti Fina. Tapi nihil semuanya sia sia.


Sedangkan Kevin tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak seperti Fina dan Devan yang bisa dengan mudah bertemu dengan Mira.


Tring.....


Bel telah berbunyi menandakan waktu istirahat. Terlihat Mira berjalan ke kantin tapi kini dia sendiri. Saat melewati koridor sepi tangan Mira tiba tiba ditarik.


Ternyata Kevin adalah pelakunya.


Mira yang melihat Kevin merasa tidak peduli dan kemudian pergi meninggalkan Kevin. Kevin tidak tinggal diam dia langsung membawa Mira ke suatu tempat.


"Lepas! " (Mira)


"Ngak " (Kevin)


"Apa mau lo " (Mira)


"Pokoknya ikut saja " (Kevin)


Mira terpaksa menuruti kemauan Kevin. Mira sudah malas berurusan dengan Kevin. Walaupun pada awalnya Mira tertarik tapi kini tidak. Ia hanya ingin menjadi seperti dulu.


Mira yang hidup dalam ketenangan tanpa memikirkan masalah apa apa.


Untuk sesaat Mira terpesona melihat pemandangan yang dia lihat. Ternyata Kevin membawa dirinya ke salah satu atap sekolah. Dan sungguh dapat terlihat pemandangan indah dari sini.


Tapi hanya untuk sesaat.


Mira kembali ke ekspresi datar dan dingin nya.


Disini kevin bertanya kepada Mira dengan apa yang terjadi. Menurut nya disini Mira pasti akan mau bercerita.


"Kenapa...


"Apa alasannya...


Tanya Kevin the de point. Sungguh Kevin merasa kecewa dengan sikap Mira. Akhir akhir ini Mira benar benar berubah.


Mira yang licik, pintar, ceroboh, mulai tersenyum, dan peduli walau hanya kepada sahabatnya.


Kini dia telah berubah....


Menjadi seseorang yang pendiam, tidak peduli bahkan kepada sahabat nya dan tega berbuat kasar.


"Bukan urusan lo... " Jawab Mira.


Tanpa menjawab Mira berjalan pergi meninggalkan Kevin. Dia tidak ingin menjawab. Karena pada dasarnya Kevin bukan dirinya, sekeras apapun Kevin mengerti pada akhirnya dia tidak akan memahami dirinya.


"Lo ngak akan mengerti " Batin Mira.


Tapi tiba tiba Mira menghentikan langkahnya. Dia terkejut dengan apa yang di dengar olehnya.


"Menyedihkan..."


Kevin yang mengatakan nya.


Tapi entah kenapa Mira merasa terganggu. Mira merasa marah dan pada akhirnya....


BUG....


Mira memukul Kevin. Entah kenapa hatinya menjadi sakit. Dia terus memukul dada Kevin. Meluapkan seluruh emosi nya.


Tanpa seizinya air mata ini keluar dari mata indahnya.


"Menyedihkan.... "

__ADS_1


Kata kata ini terus tergiang di pikiran nya. Sakit hatinya benar benar sakit. Kata itu adalah kata...


"Hah... "


Tiba tiba saja Kevin membuat pergerakannya terhenti. Kini dirinya tengah berpelukan dengan Kevin.


"Hah... apa ini... "


Mira jelas marah atas apa yang dilakukan Kevin. Tapi entah kenapa dirinya justru dengan bodohnya menikmati pelukan ini.


Mira melepaskan pelukan Kevin dan menampar nya. Berani berani nya Kevin memeluk nya di saat seperti ini.


"Keterlaluan " (Mira)


"Maaf " (Kevin)


"Apa maksud mu! "(Mira)


"Tidak ada aku hanya... " (Kevin)


"Hanya apa..." (Mira)


"Kenapa kamu berubah ?" (Kevin)


"Aku tidak berubah " (Mira)


"Bohong " (Kevin)


"Apa alasanmu ?" (Mira)


"Jelaskan semuanya " (Kevin)


"Tidak ada yang bisa dijelaskan " (Mira)


"Tidak kamu sebenarnya bisa " (Kevin)


"Kamu bukan diriku " (Mira)


"Hanya saja kamu menipu dirimu sendiri "(Kevin)


"Tidak perlu peduli kepadaku " (Mira)


"Aku tidak bisa " (Kevin)


"Kenapa ?" (Mira)


"Aku tidak memiliki jawabannya " (Kevin)


"Lucu sekali " (Mira)


Mira tertawa menerima semuanya. Mira pergi karena merasa ini semua hanya membuang waktunya.


"Apa kamu tidak merasa kasihan kepada Fina. Dia sudah berusaha mengenal dirimu " Tanya Kevin kemudian.


"Dia hanya sahabat hanya sahabat bukan diriku " (Mira)


"Kamu salah. Dia peduli padamu. Apa kamu tahu saat kamu terluka saat itu dia tidak pernah meninggalkan dirimu. Dia selalu menemani mu Mira. Dia tidak berhenti menangis mengkhawatirkan mu tapi apa balasanmu. Kamu malah mengabaikan nya"


"STOP... "


"SUDAH CUKUP. KAMU TIDAK AKAN MENGERTI. DIA HANYA MERASA PENASARAN KEPADAKU. PADA AKHIRNYA DIA SAMA SAJA. TIDAK ADA SAHABAT SEJATI. SEMUA HANYALAH SANDIWARA. DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI DIRIKU. KARENA DIA BUKAN DIRIKU!!! "


PLAK....


Mira memegang pipinya yang terasa sakit. Kenapa Kevin justru menampar nya.


"DIA TIDAK AKAN PERNAH MENGERTI SEBAGAI DIRIMU TAPI DIA AKAN MENGERTI SEBAGAI SAHABATMU. DIA BUKAN DIRIMU DIA ADALAH SAHABATMU!!!"


"Dia adalah sahabatmu..."


BERSAMBUNG....

__ADS_1


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2