
Beberapa hari kemudian...
Mira berjalan dengan gaya santainya menuju kelas miliknya. Apa benar itu adalah kelas miliknya, entahlah tapi sekarang itu adalah kelasnya. 😎
Terlihat dua orang yang selalu ada dan dilihat olehnya. Orang yang selalu ada adalah Devan dan yang selalu dilihat adalah Fina, sahabatnya sendiri.
Tapi kini bertambah dua orang. Satu yang memutuskan untuk sekelas dengan nya secara sepihak dan yang satunya selalu mengunjungi kelas nya berkali kali, tapi sayangnya tidak bisa sekelas dengannya.
"Kini bertambah dua orang, Kevin dan Klara kalian sangatlah menyebalkan... "
"Halo selamat pagi..." salam Mira dengan wajah datarnya.
"Hah... tidak ada yang menjawab "
Tidak ada satu orang yang menjawab salam hangat dari Mira. Mereka justru memandang dirinya dengan cara yang aneh.
"Hanya aku yang boleh memiliki nya ?"
Mira memperhatikan ekspresi mereka semua. Ada sesuatu yang mengganjal dari wajah mereka, seperti ada niat tersembunyi. Mereka terlihat ingin memiliki sesuatu hanya untuk diri sendiri.
Mira berjalan santai tidak peduli menuju meja yang kini hanya milik nya. Mira kembali menatap mereka, kini ada yang berubah.
"Selamat pagi juga, amiradian... " salam kembali dari Klara yang terdengar sedikit lirih.
"Hmm... " jawab Mira.
Tapi diantara mereka hanya Klara yang terlihat seolah santai tanpa beban, sedangkan yang lain terlihat begitu ambisius untuk menang mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Fina yang terlihat seperti hari hari lainnya, tidak pernah bisa dengan benar menyembunyikan keinginan nya, tapi tetap bersikap seperti biasa.
Devan yang memang terlihat manis dengan senyuman miliknya. Tapi memiliki niat tersembunyi di balik senyuman manis tersebut, yaitu ingin memiliki Mira sentuhnya dengan segala cara.
Klara yang tertarik pada dirinya dengan cara yang berbeda. Orang yang sangat bar- bar tapi sebenarnya berkepribadian jujur.
Lalu tersisa satu orang lagi, yaitu Kevin Derdirio. Berpura pura tidak peduli tapi selalu memperhatikan dirinya. Mengatakan bahwa Mira adalah musuhnya, tapi justru malah jatuh cinta dengan musuhnya sendiri dan kini ingin memiliki nya, tapi bingung bagaimana cara mendekatinya.
"Mereka semua adalah orang yang aneh... "
Pagi ini kehidupan Mira diawali dengan hal yang begitu aneh.
❤❤❤❤
...Di kantin...
"Astaga apa kalian semua memang harus satu meja denganku ? "Tanya Mira dengan keberatan.
Jika Fina satu meja dengannya Mira sudah biasa, tapi kini mereka semua juga ikut satu meja dengannya.
"Kini benar benar terasa menyebalkan! "
Setelah beberapa saat kemudian pesanan mereka datang dan tanpa basa basi mereka langsung menyantap makanannya.
"sepertinya aku harus terbiasa dengan kehidupan baruku... "
__ADS_1
"Klara bisakah kamu duduk di meja yang lain! " (Mira)
"Tentu saja tidak bisa, karena aku ingin dekat denganmu setiap saat " (Klara)
"Devan bisakah kamu pindah! " (Mira)
"Aku tidak mau melakukan nya " (Devan)
"Kevin...! " (Mira)
"Tidak! " (Kevin)
Mira menghela napas menyikapi kelakuan aneh mereka. Kini dirinya tidak memiliki pilihan lain.
"Fina ayo kita pindah " Ucap Mira dengan datar.
Mereka berdua pergi menuju meja lain dan memutuskan untuk duduk disana. Tapi sialnya mereka juga ikut pindah menuju mejanya.
Fina hanya bisa melihat sikap aneh mereka, sedangkan Mira jangan ditanya. Terlihat Mira menggenggam tangannya dengan erat karena perasaan kesal.
BRAK...
"APA YANG SEBENARNYA INGIN KALIAN LAKUKAN DENGANKU! "
Mira mengucapkan nya dengan perasaan kesal yang begitu mendalam. Hal tersebut sontak saja membuat mereka semua terkejut, terkecuali Fina sendiri yang sudah biasa dengan perubahan sikap Mira.
"Eh... lo jangan marah Mira, kita cuma mau deket sama lo aja " (Klara)
"Ya, tapi ngak perlu juga nempel ke gue kaya prangko! " (Mira)
"Ya salah lah, gue jadi ngak nyaman kalo kaya gini!" (Mira)
"Seharusnya kamu sudah harus terbiasa " (Kevin)
Semua orang memandang ke arah Kevin dengan tatapan tidak percaya.
"Memangnya ada yang salah ?" (Kevin)
"Ngak cuma kata kata lo masih baku, anjir " (Fina)
"Hmm... " (Kevin)
"Ah... terserah! "jawab Mira dengan ketus.
Setelah hal itu cukup lama mereka semua berdiam diri, tidak ada yang membuka suara. Semua terlihat sibuk dengan kegiatan nya masing masing. Sampai sesuatu datang dan mengejutkan mereka.
BRAK....!
Terlihat beberapa orang siswa dan siswi tengah merundung seorang siswi. Mira memperhatikan mereka semua, sepertinya dia mengenali korban perundungan tersebut. Dan karena hal itu Mira kemudian menatap Klara dengan aneh.
Klara yang menyadari di tatap aneh oleh Mira tentu saja bertanya.
"Apa! "Tanya Klara dengan sedikit ketus.
__ADS_1
Terlihat dari ekspresi nya Klara sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Mira.
"Bukannya yang dirundung itu temen lo ?" tanya Mira dengan penasaran.
"Gue ngak kenal sama dia " jawab Klara dengan datar.
Mira mengerutkan alisnya tidak percaya. Pasalnya Mira pernah melihat Klara sedang melawan beberapa perundung di ruang olahraga, dan disamping Klara adalah siswi yang tengah dirundung saat ini.
"Masa... " Goda Mira.
Klara yang melihat sikap Mira hanya bisa menghela napas panjang. Mira benar benar pintar dalam menebak sesuatu.
"Apa dia itu cenayang ?"
"Hmm... dia dulu emang temen gue, tapi dulu! " jawab Klara dengan malas.
"sepertinya gue harus ambil bagian..."
"Kenapa cuma dulu ?" Tanya Kevin dengan ekspresi datarnya.
Klara hanya mengerutkan alisnya mendapatkan pertanyaan dari Kevin.
"Dia temen gue, tapi dulu sebelum gue mutusin ngak mau berteman sama dia! "(Klara)
"kenapa cuma dulu ?" (Mira)
"Karena dia itu orang bodoh! " (Klara)
"Bodoh ? " Tanya Fina yang akhirnya buka suara.
"Hmm...dia orang yang bodoh. Dulu gue sering banget ngebela dia bahkan sampai gue harus berkelahi sama beberapa perundung. Tapi bukannya ikut ngelawan dia malah ngebela itu perundung. Dia bilang ' Mereka cuma bercanda sama aku kok... ' dan itu terus saja terulang.
"Dan karena gue udah males sama sikap sok baiknya itu, yaudah gue tinggalin dia sendiri, dan lihatlah apa yang dia maksud dengan mereka cuma bercanda. Yaitu dipermalukan... " jelas Klara.
Klara menatap mereka dengan jijik, jika saja si korban perundung itu mau mendengarkan dirinya saat itu mungkin saja nasibnya tidak seteragis ini.
"Hmm... dasar bodoh... "
"Jadi lo ngak mau nolong dia ?" (Fina)
"Hmm... mereka itu cuma sekumpulan orang bodoh yang ngak berguna, jadi ngak perlu dikasihani! " (Klara)
"Tapi menurut gue mereka justru termasuk orang yang harus dikasihani " Ucap Fina dengan datar.
Setelah mengatakan hal itu Fina berdiri dan menghampiri para perundung itu.
Hal itu sontak mengejutkan mereka semua, termasuk Mira yang ikut berdiri dan langsung mengejar Fina.
"Hmm dasar bodoh... " Batin Klara.
Devan hanya bisa bertanya tanya melihat sikap Fina yang terlihat bodoh. Untuk apa dia menolong korban perudung itu.
Dan hal diluar dugaan mereka pun terjadi. Dengan berani Fina...
__ADS_1
BERSAMBUNG...
THANK YOU 💕💕💕