KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 44 : Kekerasan dalam perhatianku!


__ADS_3

Pagi harinya di rumah Mira...


Aku berjalan pergi menuruni tangga menuju ruang makan. Setelah sampai aku pun duduk di meja menunggu sarapan pagi ku. Aku pun menunggu untuk beberapa saat hingga akhirnya tiba.


Tapi kemudian aku terkejut ternyata yang menyiapkan sarapan ku adalah mama. Beberapa Minggu ini mamaku pergi keluar negeri karena perihal pekerjaan.


"Kapan mama pulang ?" tanyaku dengan roti di mulutku.


"Tadi pagi " jawabnya.


"Oh..." balasku.


Setelah itu tidak ada percakapan diantara kami berdua. Sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan mamaku. Entahlah apa alasannya, tapi mulai saat itu hubungan kami berdua tidak sedekat dulu.


Setelah selesai aku pun bergegas pergi berangkat sekolah. Seperti biasa mobilku sudah disiapkan oleh sopir ku.


Sebenarnya aku bisa saja meminta untuk diantar tapi menurutku aku jauh lebih nyaman jika melakukan semuanya seorang diri.


Di sekolah...


Aku berjalan memasuki kelas dan pemandangan pertama yang kulihat tentu saja mereka. Fina, Klara, Devan dan jangan lupakan Kevin.


Tapi kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi.


Fina tiba tiba saja berlari ke arah ku dan memeluk diriku. Aku hanya terdiam mendapatkan perlakuan ini. Terlihat Fina begitu senang, dia terus saja tersenyum.


Dia terlihat begitu sangat bahagia hari ini dan sangat berbeda dari sebelumnya.


Entah kenapa hatiku merasa tidak nyaman dengan hal ini. Aku merasakan sesuatu yang sangat asing dengan Fina. Aku merasakan ada hal yang buruk telah terjadi.


Ku lihat Fina yang tersenyum dan tertawa tapi apa alasannya. Kenapa sifatnya mudah sekali berubah. Tunggu dulu...


"Apakah aku pernah berusaha mengenalnya, apa aku sudah menganggap dirinya ada, apa aku sudah menjadi sahabatnya..."


Seketika pertanyaan ini langsung memenuhi benakku.


Aku kemudian teringat perihal mimpi itu kembali. Orang pertama yang kulihat adalah jawaban nya. Dan orang itu adalah Fina, apa ini yang sebenarnya dimaksud olehnya.


Kenapa disaat Fina bahagia aku justru merasakan sesuatu yang aneh padanya. Kenapa, kenapa, kenapa...


"Mira...?" tanya Fina kepadaku.


Mendengar hal itu aku pun langsung tersadar dari lamunanku.


"Lo kenapa ?" tanya nya.


"Ngak papa, tapi kenapa hari ini lo keliatannya seneng banget, ngak kaya biasanya " tanyaku pada Fina.


Terlihat Fina berjalan pergi meninggalkan diriku. Dan dia kemudian menggenggam tangan Devan dengan sangat erat. Sambil tersenyum dia mengatakan...


"Gue sama Devan udah jadian " jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat itu juga aku terkejut dengan apa yang telah kudengar. Bagaimana mungkin aku bisa lupa dengan hal ini. Selama ini aku sudah melupakan sesuatu yang sangat penting.


Aku telah melupakan perihal tujuan Devan yang sebenarnya. Dan kini karena kecerobohan ku dia berhasil mendapatkan Fina.


Aku tidak bisa membiarkan ini terjadi bagaimana pun Devan hanya akan memperalat Fina saja.


Tapi sialnya kenapa Fina terlihat begitu bahagia. Dia terus saja tertawa Dan tersenyum dan karena hal ini aku hanya bisa terdiam.


Dan pada akhirnya aku hanya bisa terdiam melihat mereka. Tapi ini bukanlah akhir dari segalanya.


Fina maafkan aku karena mungkin suatu saat nanti aku akan membuat dirimu menangis tapi apa yang kulakukan adalah untuk kebaikan mu.


Tapi ternyata sedari tadi Kevin memperhatikan diriku. Aku yang menyadari nya berpura pura tidak peduli.


Kini Fina berjalan kearah ku dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Ia kemudian menggenggam tangan ku dan kemudian mengatakan.


"Hei, lo mau ngak nanti ngedate sama gue ?" tanya nya kepadaku.


"Hah...ngedate sama lo ?" tanyaku dengan bingung.


"Maksudnya bukan gitu tapi nanti kita ngedate bareng sama pasangan masing masing, kan sekarang lo pacarnya Kevin " jelasnya.


Aku menatap Kevin, aku bahkan sampai lupa bahwa kini aku sudah menjadi pacarnya. Terlihat Kevin memalingkan wajahnya dari ku. Terlihat pipinya sedikit merona. Aku pun tersenyum kepada Fina.


"Tentu saja, tapi nanti tolong lo siapin semuanya ya " jawabku.


Kevin yang mendengarnya terlihat begitu terkejut dengan jawaban ku. Aku hanya tersenyum dan kemudian menggenggam tangannya.


Dapat kulihat Kevin merasa malu dengan perkataan ku, tapi aku tidak peduli dengan hal itu. Yang sebenarnya aku hanya ingin mengawasi mereka berdua.


Kejadian malam itu menjadi patokan bagiku bahwa Devan sangatlah berbahaya.


Beberapa saat kemudian Devan bergegas pergi meninggalkan kelas. Aku yang melihatnya kemudian mengikuti secara diam diam.


Tapi tiba tiba...


"Ahkk...!" pekik ku.


Tiba tiba Devan langsung menarik dan membekap mulutku, kemudian dia membawa diriku pergi dari sana.


Dapat kusadari dia membawa diriku ke gudang. Saat kami sudah sampai di gudang dia berusaha melakukan hal yang tidak senonoh terhadap ku.


Tentu saja aku melawan, tidak akan pernah kubiarkan seseorang menyentuh ku dengan sembarangan.


"Dasar brengsek !"


Plak...!


Kemudian aku menampar nya dengan sangat keras. Terlihat darah segar mengalir dari mulutnya. Tapi orang gila ini malah tersenyum puas ke arah ku.


"Dasar gila! "

__ADS_1


Dia berjalan mendekati diriku, seketika aku berjaga jaga, aku tidak akan memberikan kesempatan apapun padanya.


Dan tepat saat berada dihadapan ku, dia...


"Hah...."


Aku terdiam melihat nya, tiba tiba saja dia terjatuh tidak sadarkan diri. Aku yang melihat hal itu cukup panik atas apa yang terjadi.


Dengan cepat aku memeriksa tubuhnya, tapi tanpa kuduga...


Bug...


Aku mundur beberapa langkah setelah memberikan serangan balasan. Dia tertawa dengan sangat keras, seperti orang gila


Tidak, lebih tepatnya dia memang orang gila.


Dia hampir saja mencium ku jika aku tidak waspada tadi. Cih, dia benar benar sangat licik.


Tapi sayangnya dia seperti tidak merasa jera, sekalipun darah sudah mengalir. Sekalipun aku membuat nya babak belur. Dia tidak akan tidak menyerah dengan mudah!


Tapi, dia tiba tiba langsung berlari kearah ku, dengan gesit aku berusaha mengunci pergerakan tapi sialnya dia sangat lincah.


Bug...!


Dengan kuat aku tinjuan ku mengenai wajahnya tapi dengan cepat dia mengambil ancang-ancang mundur.


Plak...!


Dia berhasil menghindar serangan ku. Tapi aku tidak bisa berhenti begitu saja. Tidak, lebih tepatnya aku tidak ingin berhenti.


Bug...Bug...Bug...!


Berkali kali pukulan ku berhasil mengenainya tapi tidak ada tanda-tanda dia akan menyerang balik. Dia terus saja menghindar dan tidak berniat menyerang ku.


Aku menyadarinya, dia hanya ingin menarik perhatian ku walaupun harus menggunakan cara kekerasan.


"Apa dia sadar, bahkan wajahnya sudah babak belur, tapi kenapa, kenapa dia bisa segila ini, apa cinta bisa sebuta ini "


Tapi, kini dia mengambil ancang-ancang untuk menyerang ku, dan....


Wus....


Hanya tinggal secenti saja mungkin pukulannya mengenai wajahku.


"Tepat seperti dugaan ku, dia memang tidak berniat menyerang balik, dia hanya ingin mendapatkan perhatian dariku walaupun harus melibatkan kekerasan "


Kini giliran ku yang tersenyum...


BERSAMBUNG....


THANK YOU 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2