KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 11 TERNYATA BEGINI SIFAT ASLINYA


__ADS_3

Mira terlihat sedang berada di sebuah restoran. Ia tadi mengirim kan pesan kepada Fina untuk bertemu di Kafe. Mira berpikir untuk meluruskan permasalahan tadi pagi. Ia tidak ingin hubungan nya dengan Fina rusak karena hal tersebut.


Tidak selang beberapa lama kemudian Fina datang. Fina segera menghampiri meja Mira.


"Hai " Sapa Fina.


"Ya... " Jawab Mira.


Tampa berbasi basi Mira berbicara kepada Fina tentang kejadian tadi pagi. Mira benar benar ingin meluruskan permasalahan.


"Fin...alasan gue nyuruh kita ketemuan karena gue mau bahas tentang kejadian tadi pagi. Sumpah Fin gue bener bener ngak tau apa apa. Dan juga gue ngak tau kenapa Devan bisa suka sama gue. Gue sumpah Fin " Ucap Mira panjang lebar.


Mendengar pernyataan Mira Fina menghela nafas.


"Lo ngak perlu kaya gitu Mir. Santai aja lo pasti tau gue kan. Di bawa santai aja. Paling juga gue bentar lagi move on. "Jawab Fina seadanya.


Walaupun begitu Mira tahu kalau sebenarnya sahabat nya ini sedang berbohong. Mira tahu benar sifat Fina. Mira tahu kapan Fina serius dan bercanda. Mira juga tahu bagaimana perasaan Fina terhadap Devan. Selama ini Fina selalu mencari informasi tentang Devan. Di mana tempat tinggal Devan, Nama orang tua Devan, Makanan kesukaan, Hobi, sampai Gaya pakaian Devan. Mira tahu semua.


"Justru karena gue kenal lo gue tau perasaan lo ke Devan kaya gimana. Lo selama ini selalu mencari informasi tentang Devan kan. Gue tahu Fina sifat lo kaya gimana. Gue tahu itu semua Fin " (Mira)


"Hah... lo kayanya bener bener tahu tentang gue nya Mir. Tapi gimana dengan Devan ?" (Fina)


"Kalo soal Devan gue ngak punya perasaan sama sekali " (Mira)


"Bukan itu maksud gue Mir. Gue tau lo ngak punya perasaan sama Devan tapi gimana sama Devan. Lo dengar sendiri kan dengan jelas di depan semua orang Devan bersumpah bakal bikin lo jatuh cinta sama dia " (Fina)


"Kalo soal itu gue bakal ngejauhin Devan " (Mira)


"Lo nyakin ?" (Fina)


"Ya.. nyakin lah. Kan selama ini gue juga ngak pernah deket sama siapa pun kecuali lo. lo percaya kan sama gue. Gue ngak mau persahabatan kita rusak cuma gara gara ini " (Mira)


Mendengar Mira tulus mengucapkan nya akhirnya Fina percaya.


"Oke gue percaya. Tapi lo janji nya, Jangan ingkar. Kalo lo ingkar habis lo ditangen gue " (Fina)


"Ampun mbah dukun... hamba janji "(Mira)

__ADS_1


"Apaaan sih lo ngak usah kaya gitu juga kali" (Fina)


"Eh tapi bener Fin. Selain lo mirip monyet lo juga cocok jadi dukun" (Mira)


"Apa lo bilang. Tarik ngak perkataan lo tadi " Ucap Fina sembari mencubit Mira.


"Ampun... aww sakit tau.. " (Mira)


Melihat Fina bisa tertawa lepas dengannya Mira senang. Mira benar benar tidak ingin persahabatan nya rusak hanya karena satu orang cowok. Kini yang harus dilakukan Mira adalah menjauhi Devan. Bahkan kalo bisa ia akan berusaha membuat Devan dekat dengan Fina.


Selang beberapa jam kemudian Mira dan Fina memutuskan pulang. Mereka tidak mau pulang terlalu larut.


"Mau gue anter ngak ?" Tanya Mira.


"Ngak usah gue dianter supir " Jawab Fina.


Mira kemudian mengantar Fina menuju parkiran. Setelah Fina pulang Mira berjalan menuju mobilnya. Ia kemudian bersandar pada mobil.


Mira lega akhirnya permasalahan nya dengan Fina telah selesai. Mira benar benar kesal kepada Devan. Gara gara Devan hubungannya dengan Fina bermasalah.


Mira mencaki maki Devan. Mira meluapkan kekesalannya. Bagaimana tidak secara langsung Devan telah membuat nya kesulitan.


Devan berdiri di belakang Mira dan melipat kedua tangannya. Ia benar benar mendengar kan cacian yang dilontarkan oleh Mira. Tapi bukannya marah Devan justru tersenyum melihatnya. Menurut nya Mira sangatlah lucu ketika sedang kesal.


Setelah beberapa lama kemudian Mira berhenti mencaci Devan. Devan yang melihatnya kemudian berjalan dan berhenti di depan Mira.


Mira yang melihat Devan berdiri di depannya terkejut bukan main. Apa itu artinya Devan mendengar cacian yang dia katakan. Tapi Mira tidak peduli bukannya bagus dengan begitu Devan pasti membecinya.


Tapi sayangnya eskpetasi Mira salah. Bukannya Marah Devan justru tertawa. Devan bahkan mengatakan bahwa wajah Mira terlihat sangat lucu ketika sedang kesal.


Mira bingung kenapa bisa Devan justru senang mendengarnya. Bukankah seharusnya Devan marah mendengar seseorang mengatakan nya dengan buruk. Mira tidak habis pikir dengan jalan Pikir Devan.


"Kok lo malah seneng sih" (Mira)


"Emang nya gue harus apa" (Devan)


"Ya marah lah. kan gue baru aja ngatain lo dengan buruk" (Mira)

__ADS_1


"Gue marah sama lo ? Itu ngak mungkin terjadi kerena gue suka sama lo" (Devan)


"Lo aneh. Udalah gue pergi" Ucap Mira meninggalkan Devan.


Tapi tiba tiba Devan menarik tangan Mira. Mira terkejut melihat Devan menarik tangannya belum lagi kini ekspresi Devan berubah. Dari yang ceria menjadi sedikit menyeramkan.


"Gue ngak akan pernah biarin lo ngejauhin gue" (Devan)


"Apa maksud lo sih" (Mira)


"Gue tau lo berniat ngejauhin gue gara gara Fina kan" (Devan)


"Kalo iya emang kenapa. Gara gara lo persahabatan gue hampir rusak sama Fina. Jadi mending lo jauhin gue" (Mira)


Mira melihat perubahan ekspresi Devan. Kini Devan benar benar terlihat menakutkan.


"Dengar gue baik baik Mira. Gue ngak akan pernah ngejauhin lo dan ngak akan ngebiarin lo menjauh dari gue. Gue akan pastikan lo jadi milik gue. Dan gue akan mendapatkan lo dengan segala cara. Termasuk mengahabisi Fina. Lo paham kan Amiradian " Tegas Devan.


Mira terkejut mendengar perkataan Devan. Mira benar benar tidak habis pikir. Ternyata begini sifat Devan yang sebenarnya. Devan bahkan mengancam akan menghabisi Fina. Tapi ancaman seperti itu tidak akan pernah bisa membuat Mira takut.


Mira justru emosi dan kemudian menampar Devan dengan keras.


PLAK...


Mira menampar sampai Devan mengeluarkan darah dari mulutnya. Kemudian Mira menarik baju Devan dan berbalik mengancam.


"Kalo lo berani melukai Fina gue justru bakal bunuh lo, dengar ini baik baik Devan Risky Saputra "Ancam Mira balik kemudian disusul dengan pukulan keras Mira yang membuat Devan terjatuh.


Mendapat tamparan dan pukulan dari Mira Devan justru tertawa. Devan justru senang karena dengan begitu ia benar benar semakin tertarik dengan Mira. Selama ini Devan tidak pernah melihat perempuan semenarik Mira. Mira begitu berani dan ternyata bisa bersikap kejam jika ada seseorang yang berani mengusik kehidupan nya.


Sementara Mira yang melihat Devan tertawa merasa bingung. Mira tidak mengerti dengan isi kepala Devan. Dirasa kondisi sudah tidak aman Mira pergi meninggalkan Devan. Mira bisa saja melawan Devan tapi Ia tidak ingin memperkeruh suasana. Belum lagi Mira merasa bahwa Devan adalah tipe orang yang licik. Mira harus berhati hati mulai sekarang setiap berurusan dengan Devan.


Mira kemudian pergi dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya Mira justru harus menjauhkan Fina dari Devan. Dia tidak ingin Fina terluka. Siapa yang tahu dengan jalan pikir Devan.


"Apapun yang terjadi gue harus membuat Fina jauh dari Devan"


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


THANK YOU 💕💕💕


"


__ADS_2