
Terlihat Mira sedang mengutak atik laptopnya. Dia sedang menelusuri informasi tentang Devan dari data yang didapatkannya. Cukup lama Mira melakukan nya hingga dia berhasil menemukan sesuatu.
Mira menutup mulut tidak percaya akan apa yang didapatkannya. Dari data yang ditemukan Mira berhasil mengetahui informasi penting.
Ternyata Devan saat masih kecil pernah di masukan kedalam panti rehabilitasi. Alasannya sangat mengejutkan. Ternyata Devan pernah berusaha melakukan pembunuhan kepada ibunya sendiri.
Dan belum lagi Devan di diagnosa mengalami gangguan jiwa.
Mira menutup mulut tidak percaya. Ternyata benar dugaannya bahwa Devan bukan orang biasa. Tapi kini justru timbul pertanyaan baru dalam benak Mira.
Kenapa Devan ingin membunuh ibunya sendiri apalagi saat itu Devan masih anak anak. Bukankah anak anak pikirannya masih polos.
Apa alasannya, apa penyebabnya, pertanyaan itu memenuhi pikiran nya.
Tapi....
Tiba tiba saja Mira kehilangan penglihatan nya. kepalanya terasa mau pecah dan semua terasa gelap.
Mira membuka mata nya kembali, Mira melihat dirinya kini berada di tempat asing.
"Apa mungkin mimpi itu kembali lagi ?" Batin Mira.
Terlihat dirinya berada di ruangan gelap, kotor dan berdebu. Tapi Mira kemudian mendengar suara anak perempuan menangis.
Mira menelusuri ruangan tersebut. Dia berusaha mencari asal suara yang didengar nya. Hingga akhirnya dia menemukan asal suara.
DEG...
Mira tidak asing dengan dengan apa yang dilihatnya.
Mira melihat semuanya dengan jelas. Kenangan yang hampir dilupakan olehnya. Kenangan masa kecilnya.
(FLASBACK)
Terlihat seorang anak perempuan tengah berjalan menyusuri lorong. Anak perempuan tersebut adalah Mira. Tapi tiba tiba saja Mira kecil mendengar sesuatu.
"Apa itu ?,ada suara tangisan... aku harus memeriksa nya " Kata Mira kecil.
Dengan polosnya Mira kecil berjalan masuk kedalam ruangan. Terlihat ruangan itu sangat gelap dan berdebu. Mira menutup hidungnya agar tidak kemasukan debu.
Setelah lama berjalan Mira menemukan asal suara tersebut. Dia berdiri di pintu dan di balik pintu terdapat sebuah ruangan.
Mira kecil yang polos tentu saja langsung membuka nya tanpa tahu apa yang telah menantinya. Terlihat seorang anak laki laki seumurannya. Mira kecil kemudian bertanya apa yang dilakukan anak laki laki itu di sini.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sini. Ayo keluar di sini sangat gelap " Ajak Mira kecil.
Tapi bukannya menjawab dan keluar anak laki laki itu justru mengucapkan terima kasih terus secara berulang ulang.
Mira kecil yang mendengar merasa heran. Kenapa anak laki laki itu terus mengucapkan terima kasih. Tanpa memperhatikan sekitar Mira kecil berjalan menuju anak laki laki itu.
"Apa yang kamu lakukan ayo pergi " (Mira Kecil)
"Terima kasih, terima kasih, terima kasih (Anak laki laki)
"Sudahlah ayo " Ucap Mira kecil sembari menarik tangan anak laki laki itu.
Tapi tiba tiba saja anak laki laki itu mendorong Mira kecil hingga terjatuh. Dan tiba tiba saja anak laki laki itu menodongkan pisau ke wajah Mira kecil.
Mira kecil yang melihat hal itu tentu saja merasa ketakutan. Secepat mungkin Mira kecil bangun dan berlari. Tapi sialnya kaki nya tersandung. Mira kecil memengang kakinya yang terasa sakit.
Sementara anak laki laki tersebut mendekati dirinya. terlihat dia memegang pisau yang ternyata berlumuran darah.
Mira yang melihatnya tentu saja merasa panik dan ketakutan. Dia berusaha berteriak meminta pertolongan. Tapi usahanya sia sia belaka. Tidak ada yang mendengar suara nya.
Mira kecil semakin ketakutan tak kala anak laki laki itu tepat berada di hadapannya. Apalagi saat anak kecil itu memainkan pisau nya tepat di wajah Mira kecil.
"Cantik. Matamu sangatlah cantik "
Mira yang melihat apa yang dilakukan anak laki laki itu kemudian menangis. Sungguh saat ini Mira kecil benar benar merasa ketakutan.
Bahkan tangan nya sudah gemetaran.
Anak laki laki yang melihat Mira kecil menangis kemudian berkata.
"Terima kasih telah menemukanku kamu tahu orangtua aku tiba tiba saja marah dan mengurung aku disini. Padahal aku tadi hanya melukai seekor kucing yang lucu. Kamu lihat pisau ini ada darahnya kan. Nah darah ini adalah milik kucing itu. "Ucap anak laki laki itu sembari tersenyum.
"Hei.. namamu siapa ? " Tanya anak laki laki itu.
Tapi Mira kecil terlalu ketakutan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Melihat Mira kecil tidak menjawab nya anak laki laki itu kemudian mengarahkan pisau nya kemata mira. Dan kembali menanyakan hal yang sama.
"Siapa namamu ?"
Mendengar pertanyaan itu kembali Mira kecil segera menjawab.
"Amiradian " Jawab Mira kecil.
__ADS_1
Mendengar nama itu anak laki laki itu tersenyum.
"Baiklah Amiradian. Sebagai rasa terima kasih karena kamu telah peduli padaku. Bagaimana jika kamu merasakan hal yang sama denganku "
Setelah mengatakan hal itu anak laki laki tersebut kemudian berjalan dan mengunci Mira.
Melihat dirinya di kunci Mira kecil berjalan dan mengedor kan pintu.
"Kumohon jangan kunci aku " Mohon Mira sembari menangis.
Mira kecil semakin ketakutan karena tidak mendengar jawaban. Rupanya dia telah ditinggalkan pergi.
Mira berteriak meminta pertolongan. Mira kecil benar benar sudah pasrah. Sudah lama dia meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengar suara nya.
"Siapa pun tolong... "
(FLASBACK BERAKHIR)
Mira melihat Mira kecil yang sedang menangis. Dia kini mengigatnya. Kenangan itu nyaris saja di lupakan olehnya.
Berawal dari niat baik tapi malah berubah menjadi mimpi buruk.
Tanpa dugaannya Mira melihat seseorang membukakan pintu.
Mira terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Devan..."
Entah bagaimana bisa Devan menemukan Mira kecil. Bukankah Devan seharusnya masih kecil saat itu. Bukankah ini adalah kilas balik ingatannya.
Seingat Mira bukan Devan yang menemukan nya. Melainkan seorang penjaga. Tapi apa ini.
"Mustahil "
Mira melihat Devan menghampiri Mira. Tapi, bukan Mira kecil melainkan Mira dirinya.
Terlihat Devan memengang pisau yang berlumuran darah. Mira berusaha berlari tapi sialnya kakinya tidak bisa di gerakan.
Tiba tiba saja Devan sudah tepat berada di depannya. Devan kemudian mengarahkan pisau ke Mira. Dan...
BERSAMBUNG....
THANK YOU 💕💕💕
__ADS_1