KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 19 MEMILIKI PERASAAN KEPADANYA


__ADS_3

"Juara pertama adalah Kevin Derdirio... "


Semua orang bertepuk tangan ketika nama Kevin disebut sebagai juara pertama. Kevin berjalan menuju panggung. Kevin berdiri dengan tegak dia tidak ingin melewatkan momen ini. Terlihat dengan jelas senyuman terukir untuknya.


Tapi...


Entah kenapa Kevin justru merasa ada yang salah. Apa yang didapatkan olehnya hari ini. Kini dia berhasil menjadi juara pertama. Kini dia berhasil mengalahkan Mira. Seseorang yang selalu dimusuhi olehnya.


Tapi kenapa...


Kenapa Kevin justru merasakan perasaan seperti ini. Kenapa timbul rasa penyesalan. Kenapa dia merasa bersalah. Kenapa dihari bahagia dirinya justru merasa bersalah.


"Kenapa ?"


Tapi semua pikirannya buyar saat dirinya berpapasan dengan Mira. Yah, Mira menjadi juara kedua. Kini Mira berada dibawahnya.


Tapi semua yang didapatkan oleh Kevin adalah hasil kecurangan. Berbeda dengan Mira yang berhasil menjadi juara. Kenapa rasa iri ini justru semakin bergejolak.


Kenapa dia justru semakin merasa iri. Kini Kevin menyadari bahwa semua yang didapatkan hari ini hanyalah sebuah kebohongan belaka.


Dia tidak akan pernah puas sebelum mengalahkan Mira. Tapi tidak dengan cara ini. Cara ini salah, sampai kapanpun dia tidak akan merasa puas jika dirinya mengapai sesuatu dengan cara kotor.


Kevin membinarkan matanya tak kala melihat wajah Mira. Kenapa saat ini wajah Mira terlihat bercahaya seolah olah dirinya dikelilingi bunga. Mira terlihat begitu cantik di mata Kevin.


"Cantik "


Satu kata itu berhasil lolos dari mulut Kevin. Kevin menggelengkan kepalanya tidak percaya. Bagaimana bisa dirinya mengatakan hal seperti itu.


Apakah benar dirinya sedang jatuh cinta kepada Mira. Apakah dirinya telah jatuh hati kepada musuhnya. Kevin terkesima ketika rambut Mira beterbangan terkena sapuan angin.


"Apa yang sebenarnya terjadi "


Setelah pengumuman juara perlombaan telah selesai Kevin beranjak pergi. Dia menggenggam piala di tangannya dengan kuat.


Apa yang di rasakannya saat itu sudah menjadi jawaban bagi dirinya. Kevin kembali berjanji kepada dirinya sendiri. Bahwa dia akan mengalahkan Mira dengan caranya sendiri. Tidak akan pernah terulang lagi cara kotor ini.


Tapi tiba tiba seseorang menepuk pundaknya. Terlihat ayahnya tersenyum bahagia melihatnya. Kevin justru merasa benci dengan senyum itu. Dia benar benar membencinya.


"Ayah bangga kepadamu " (Ayah Kevin)

__ADS_1


Kevin yang mendengarnya mengulas senyuman. Tapi bukan untuk orang didepannya.


"Terima kasih, tapi... " (Kevin)


Ayah Kevin merasa heran. Kenapa Kevin justru menjeda kata katanya.


"Apa yang ingin kamu katakan ?" (Ayah Kevin)


"Tidak ada. Aku hanya berterima kasih atas semua yang kamu lakukan untukku " (Kevin)


"Akhirnya kamu mengerti " (Ayah Kevin)


"Dan sebagai rasa terima kasihku, diriku ini akan memutuskan untuk pergi meninggalkanmu " (Kevin)


Ayah Kevin yang mendengarnya langsung menampar Kevin. Kini sikapnya sudah berubah drastis.


"BERANI BERANINYA KAMU MENGATAKAN HAL ITU KEPADA SAYA. APA KAMU BILANG PERGI MENINGGALKAN SAYA APA KAMU TIDAK SADAR TANPA DIRIKU KAMU BUKANLAH APA APA!!! "


Ucap ayah kevin.


Dengan diliputi kemarahan ayah Kevin tanpa ampun memukul Kevin. Dia terus memukul Kevin dengan membabi buta.


Terdengar pukulan dan tonjokan terus dilontarkan ayah Kevin kepada Kevin. Seolah tanpa hati dia menganggap bahwa Kevin adalah ring tinju. Dia memukulnya tanpa henti.


Dan kini bogem mentah akan mendarat di wajah Kevin. Tapi...


Tiba tiba Kevin mencegah tangan ayahnya. Dengan cepat Kevin mengunci pergerakan ayahnya. Dan kini ayahnya sudah tidak berdaya.


"APA YANG KAMU LAKUKAN!!! "


Ayah Kevin meronta ronta. Kevin yang mendengar kemudian memukul tubuh ayahnya di titik tertentu. Walupun tidak separah pukulan ayahnya tapi hal itu justru membuat ayah Kevin mengerang kesakitan yang hebat.


"Bagaimana rasanya. Perlu anda tahu apa yang anda rasakan hari ini tidak seberapa dengan apa yang saya rasakan " (Kevin)


Kini tatapan itu menatap ayahnya dengan penuh kebencian. Kini kepala yang dulu selalu tunduk dan patuh berdiri dengan tegak tanpa rasa takut.


Ayah Kevin yang melihatnya semakin merasa kesal. Bagaimana mungkin anak yang selalu menurut kepadanya kini justru dengan berani memukulnya.


Kevin berdiri dan pergi meninggalkan ayahnya begitu saja. Tapi, sebelum benar benar pergi Kevin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Apa anda tahu, saya sangat berterima kasih tapi sayangnya saya bukanlah alat untuk anda. jadi, selamat tinggal "


Ayah Kevin yang mendengarnya semakin kesal dan memaki nama Kevin. Dia semakin meronta ronta.


Lainnya hal nya dengan Kevin. Kevin justru berjalan dengan penuh kebanggaan. Kini dirinya sudah terbebas. Mulai sekarang Kevin akan menjalani kehidupan nya dengan caranya sendiri.


Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat semua yang terjadi. Terlihat terukir sebuah semyuman terpancar.


"Selamat atas keberhasilan nya "


(DI RUMAH KEVIN)


Terlihat Kevin baru saja selesai mandi. Kevin menatap ke luar jendela, terlihat pemandangan sekitar yang cerah. Tiba tiba bayangan Mira muncul dalam pikirannya. Entah kenapa Kevin semakin merasakan sesuatu setiap kali memikirkan Mira.


Kevin tersenyum kini dia benar benar menyadari perasaannya. Kevin adalah tipe orang yang peka terhadap perasaannya sendiri.


Tapi apa yang harus dilakukan oleh nya. Apa dia harus menyatakan perasaannya atau justru melupakannya.


Saat itu Kevin benar benar terkesima setiap kali melihat wajah Mira. Kevin tertawa menggelengkan kepala tidak percaya. Kini dirinya telah jatuh cinta kepada musuhnya sendiri.


Tapi dengan cepat Kevin berganti suasana. Kini ada masalah yang harus di selesaikan olehnya. Kejadian tadi pagi pasti membuat ayahnya murka. Tapi kini Kevin siap menghadapi ayahnya.


Sebenarnya Kevin sudah lama memata matai perusahaan ayahnya. Tanpa sepengetahuan ayahnya Kevin meretas data data penting. Dengan begitu secara langsung Kevin memegang kendali beberapa bagian perusahaan.


Kevin tidak sebodoh apa yang dipikirkan ayahnya. Dia tahu ayahnya berusaha menjadikan nya alat. Dengan cara mendidik dirinya untuk takut kepadanya.


Kevin akui itu cukup berpengaruh besar dalam kehidupannya.


Kevin sama sekali tidak mengemasi pakaian ataupun kebutuhannya. Lagipula Kevin memiliki banyak uang dan dia berencana untuk membelinya saja.


Kini kevin benar benar pergi meninggalkan tempat itu. Tempat dimana menjadi sejarah kelam dalam hidupnya. Tekanan, Kekerasan fisik, dan mental sudah dirasakan olehnya.


Kevin berbalik memandang rumah tersebut. Walupun menyimpan sejarah kelam bagi dirinya tetap saja tempat itu memiliki kenangan indah bersama ibunya.


"Janji adalah janji "


BERSAMBUNG....


THANK YOU 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2