KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Episode 40 Setidaknya untuk saat ini...


__ADS_3

Flashback berakhir...


Sapuan angin yang menyapu wajahnya benar benar membuat merasa tenang. Mira memegang dadanya yang masih berdetak kencang, tapi kini dia sudah bisa mengendalikan perasaannya.


"Aku masih belum bisa melupakan perasaan ini, tapi setidaknya aku sudah bisa mengendalikan diri, apakah kamu sudah mencintaiku, Kevin Derdirio..."


"Perasaan yang selama ini dipendam, perasaan yang selama ini disembunyikan, di satu sisi ingin dicintai tapi disisi lain malah menjauh, kuharap kamu bertahan lebih lama lagi, hanya sebentar lagi saja..." ucap Mira kepada dirinya sendiri.


🖤🖤🖤🖤


"Ternyata kamu disini, padahal aku sudah mencarimu kemana mana..."


Terlihat Kevin datang menghampiri Mira. Mira yang melihat hanya bisa tersenyum, ada alasan apa Kevin mencarinya.


"Ada apa ?" tanya Mira.


"Kamu dicari oleh kepala sekolah, katanya ada hal yang belum dia sampaikan tadi jadi dia menyuruhmu untuk kembali menemuinya" jawab Kevin.


"Katakan padanya aku akan datang nanti, ada yang harus kukerjakan " (Mira)


"Oh iya, biar kutebak yang kamu kerjakan adalah melihat pemandangan dan melamun tidak jelas " (Kevin)


"Itu bukan urusan mu !" (Mira)


"Tentu saja ini menjadi urusanku karena aku diminta untuk membawamu sekarang juga! " ucap Kevin dan membawa Mira secara paksa.


"Hei apa yang kamu lakukan! "(Mira)


"Sudah diam saja dan turuti perintahku..." (Kevin)

__ADS_1


Dan pada akhirnya Mira hanya bisa pasrah ditarik oleh Kevin.


Sesampainya di ruang kepala sekolah...


Tok...Tok...Tok...


"Permisi ini saya Kevin..." ucap Kevin dari balik pintu.


"Silahkan masuk " (Kepala sekolah)


"Saya telah membawa Mira, saya permisi kembali kelas " (Kevin)


"Tunggu dulu, kamu harus ikut mendengarkan apa yang akan bapak katakan " (Kepala sekolah)


Kevin dan Mira saling berpandangan mendengar apa yang dikatakan oleh kepala sekolah. Untuk apa Kevin ikut mendengar bukankah ini hanya mengenai Mira.


"Mira, bapak sangat bangga kepada kamu karena kamu termasuk siswi berprestasi, tapi sayangnya kamu tidak mengikuti klub yang ada disekolah ini jadi bapak sudah memutuskan untuk merekrut kamu untuk menjadi wakil ketua osis..." jelas kepala sekolah.


"Apa...! "


"Apa...! "


Mira dan Kevin berteriak tidak percaya, mereka langsung merasa aneh satu sama lain. Apa yang sebenarnya telah terjadi kenapa Mira malah menjadi wakil ketua osis.


"Apa bapak tidak salah, saya tidak perlu menjadi ketua osis, jika bapak ingin saya mengikuti klub disekolah ini saya pasti akan ikut bergabung disalah satu klub " (Mira)


"Tidak bapak tidak salah, lagipula kamu termasuk orang yang tepat menjadi wakil ketua osis yaitu Kevin. Ada seorang siswi yang merekomendasikan kamu lagipula kamu adalah siswi yang pintar jadi kamu pasti akan bisa mengatasinya " (Kepada sekolah)


"Tapi pak...? (Mira)

__ADS_1


"Tidak ada tapi tapi, sekarang kalian boleh pergi bapak ada urusan penting sebentar lagi dan kamu Kevin tolong bantu Mira..." (Kepala sekolah)


"Baik pak saya mengerti " (Kevin)


Setelah pergi dari ruang kepala sekolah dengan paksa Mira menarik tangan Kevin dan membawa nya pergi. Sesampainya di atap sekolah Mira langsung melihat tanganya di dada.


Kevin yang melihatnya hanya terdiam melihat tingkah laku Mira.


"Kamu ini benar benar aneh, bisakah sedikit lebih lembut, kamu telah berubah padahal dulu kamu begitu lembut tapi kini kamu tidak lebih menjadi seseorang yang keras kepala " (Kevin)


"Memangnya kenapa jika aku berubah lagi pula itu adalah hak ku sendiri "( Mira)


"Ya kamu benar, jadi kumohon apapun itu jadilah wakil ku dengan baik, bukanlah begitu musuhku " (Kevin)


Kevin mendekati Mira dan kemudian meniup rambutnya dengan pelan. Mira terkesima untuk beberapa saat, Ia menikmati sapuan angin itu.


"Baiklah, sampai jumpa wakil ku..." pamit Kevin.


Kevin pergi meninggalkan Mira seorang diri di sana. Mira memandang nya dari kejauhan, perasaan ini masih ada, bertahan selama ini tidak akan pernah menghilang.


"Aku belum bisa melupakan perasaan ini, tidak lebih tepatnya aku tidak ingin melupakan nya. Apakah suatu hari nanti aku bisa menyatakan perasaanku padamu. Aku hanya bisa berharap..."


Mira memandang langit yang begitu berwarna biru. Semua terlihat begitu indah...


"Setidaknya untuk saat ini..."


BERSAMBUNG....


THANK YOU 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2