KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 16 RENCANA SESEORANG


__ADS_3

Terlihat Mira menelpon seseorang.


"Bagaimana keadaannya ?" Tanya Mira kepada orang di balik telpon.


"Dia sudah lebih baik. Walupun begitu luka yang dialami masih terlihat dengan jelas. Saya mendengar dia akan kembali masuk sekolah besok " (Orang misterius)


"Apa dia tidak malu " (Mira)


"Sepertinya dia menyembunyikan lukanya hingga tidak terlihat " (Orang misterius)


"Hah....begitu. Dia sepertinya tidak jera" (Mira)


"Nona sebaiknya nona berhati hati. Jika nona bertindak gegabah lagi, nona bisa saja masuk kedalam jeruji besi" (Orang misterius)


"Saya tidak peduli. Baiklah terimakasih atas informasi yang kamu berikan. Saya sudah mentransfer uangnya" (Mira)


"Baik terimakasih nona atas kerja samanya "


Mira kemudian memutuskan panggilannya. Dia menyewa seseorang untuk mengawasi Devan.


"Hah... sepertinya kamu bukan tipe orang yang bisa dengan mudah jera. Kita lihat apa kamu masih berani menatapku lagi setelah kejadian itu. Devan Risky Saputra kamu belum tahu siapa diriku ini bukan "


Ke esokan harinya di sekolah...


Hari ini adalah Hari acara penyambutan. Acara ini dibuat untuk menyambut kedatangan walikota. Banyak orang berlalu lalang. Dan hari ini adalah kesempatan bagi siswa siswi untuk menunjukkan prestasi. Banyak perlombaan diselenggarakan. Baik akademik maupun nonakademik. Semua ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini.


(DI KELAS)


Terlihat Mira sedang duduk termenung.


"Dor"


Fina datang dan mengejutkan Mira.


"Apa " (Mira)


"Mir... gue lagi sedih" (Fina)


"Sedih kenapa ?" (Mira)


"Lo tau ngak Devan udah lama ngak masuk sekolah " (Fina)


Mendengar kata Devan Fina tersenyum. Entah apa maksud di balik senyumnya.


"Tunggu aja dia pasti masuk hari ini " (Mira)


"Yang bener " (Fina)

__ADS_1


"Hmm.. " (Mira)


Mira merasa penasaran bagaimana reaksi Devan terhadap dirinya nanti. Akan seperti apa nantinya.


Beberapa saat kemudian Mira pergi meninggalkan kelas. Dia berjalan di koridor kelas. Saat sedang menikmati suasana tiba tiba saja ada yang menarik tangannya.


Mira terkejut tapi tidak lama ekspresi yang terkejut berubah menjadi ekspresi senyum. Mira tersenyum melihat orang yang telah menarik tangannya.


"Wah.. masih berani lo rupanya " (Mira)


Tapi ternyata reaksi Devan di luar dugaan Mira. Jika saja Mira tidak dengan cepat menghindar sudah di pastikan dirinya pasti sedang berciuman dengan Devan.


Mira merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Devan. Bagaimana mungkin Devan masih berani dengan dirinya setelah kejadian itu.


Devan tertawa melihat reaksi Mira. Ia tidak menyangka bahwa Mira bisa dengan cepat menghindari aksinya tadi. Tapi sungguh Devan kesal dengan apa yang telah di perbuat oleh Mira kepada dirinya.


"Lo itu apa apaan sih... " (Mira)


"Gue cuma mau kasih lo pelajaran " (Devan)


"Kenapa... Apa yang lo terima itu ulah lo sendiri "


Tapi kemudian ekspresi Mira berubah. Dari yang tadinya santai menjadi menakutkan.


"Kenapa saat itu lo berani berani nya nyentuh Fina. Apa yang lo mau. Denger gua dengan baik kalo lo masih berani deketin Fina cuma buat memperalat dia gue pastiin lain kali lo ngak akan pernah bangun " Ancam Mira dengan tegas.


Devan mengepalkan tangannya dengan kuat. Saat ini dia sedang menahan emosi. Jika saja yang berada di depannya bukanlah orang yang dicintainya. Sudah dipastikan Devan menghajarnya.


Devan saat ini sudah benar benar gila. Dia tidak peduli dengan perasaan orang lain. Yang kini di pikirkan nya adalah bagaimana cara mendapatkan Mira.


Mira menggigit bibirnya dengan kuat. Bagaimana pun dia tidak ingin orang di sekitar nya terluka. Tapi Mira berusaha mengatasi kecemasannya. bagaimana pun Devan sangat licik. Mira harus lebih berhati hati.


Karena merasa pembicaraan ini hanya buang buang waktu Mira berjalan pergi meninggalkan Devan.


Devan yang melihat Mira pergi berusaha menghentikan. Tapi Mira terlalu sulit untuk dihentikan. Sebelum Mira benar benar pergi Devan bertanya tentang satu hal.


"Mira gimana lo bisa tau keberadaan gue sama Fina saat itu ? " Tanya Devan di saat saat terakhir.


Mira menghentikan langkahnya. Mira kemudian berbalik dan berkata...


"Itu bukan urusan lo "


Mira kemudian pergi meninggalkan Devan. Devan melihat Mira dengan kesal. Di satu sisi Devan begitu mencintai Mira. Tapi disisi lain Devan begitu membenci Mira.


Mira berjalan menyusuri koridor. Mira tersenyum dengan sejuta makna. Mira tidak sebodoh itu. Mira tahu saat dia memberikan pita tersebut Devan sedang mengawasi.


Pita yang Mira berikan hanyalah kedok semata. Karena alat sebenarnya sudah lebih dahulu Mira pasang.

__ADS_1


"Gue ngak sebodoh itu "


(FLASBACK)


Setelah Mira memberikan pita kepada Fina dia bergegas pergi berjalan menuju mobil. Tapi tiba tiba saja Fina menghentikan Mira. Ternyata taksi yang di pesan oleh Fina tidak bisa datang.


"Mir... Mir... stop " Cegat Fina.


"Apaan sih minggir ngak apa mau gue tabrak " (Mira)


"Eh.. sabar.. jangan ngegas. Mir gue pulang bareng lo ya.. Taksi yang gue pesan ngak bisa dateng. Plis... Ya.." (Fina)


" Ya udah naik " (Mira)


"Oke. Thanks " (Fina)


Tapi kemudian Fina tiba tiba saja kebelet. Dan kemudian meminta izin. Mira tentu saja kesal dengan sikap Fina tapi apa boleh buat.


Saat Fina sudah pergi Mira melihat ponsel Fina tergeletak begitu saja.


Mira kemudian mengambil ponsel Fina dan memasang alat pelacak. Mira tahu bahwa Devan sedang mengawasi. Jadi Mira memberikan pita tersebut sebagai pengalih perhatian.


Setelah selesai Mira meletakan kembali ponsel Fina. Tepat disaat bersamaan Fina kembali.


Mira kemudian menjalankan mobilnya pergi dari lingkungan sekolah.


(PLASBACK BERAKHIR)


Mira terlihat sedang berada di kantin. Mira sedang menunggu makanannya. Sembari menanti perlombaan dimulai. Tidak selang beberapa waktu kemudian makanan Mira sampai.


Saat Mira hendak memakannya tiba tiba saja seseorang mencomot makanannya. Fina main langsung memakan makanannya.


"Eh itu makanan gue" Protes Mira.


Tapi sayangnya Fina tidak menghiraukan perkataan Mira. Dan terus saja memakannya. Mira yang melihat nya hanya bisa pasrah. Apa boleh buat terpaksa Mira harus memesannya kembali.


Mira kemudian bangun dan pergi memesan makanan. Saat Mira kembali Mira terkejut melihat keadaan Fina.


Fina terlihat begitu terlelap tidur. Mira merasa heran bagaimana bisa Fina tertidur. Tidak mungkin Fina merasakan kantuk. Apalagi Fina baru saja memakan makanannya yang luar biasa pedas.


Mira nyakin kalau ada yang sudah menaruh obat tidur untuk dirinya. Tapi sayangnya Fina yang justru memakan makanan Mira.


Mira pergi kemudian mencari tahu. Tapi sebelum itu Mira menitipkan Fina kepada para pedagang. Mira nyakin bahwa orang tersebut masih berada di sekitar sini.


Tapi tanpa senjaga Mira mendengar seseorang yang sedang menelpon.


"Oh jadi elo... "

__ADS_1


BERSAMBUNG....


THANK YOU 💕💕💕


__ADS_2