
Mira terus berlari tanpa henti hingga tidak sengaja menabrak seseorang. Terlihat Mira tengah menangis. Ia kemudian pergi meninggalkan seseorang yang telah ditabraknya.
"Ketemu... "
Ucap seseorang yang sedang tersenyum dengan sejuta makna. Kini tujuan nya sudah ditemukan.
Berpindah tokoh....
Fina terlihat sedang duduk termenung di taman. Ada segelas es teh dimejanya. Fina masih memikirkan tentang sikap Mira akhir akhir ini. Sikap itu telah kembali dan Fina sangat tidak menyukai nya.
Fina berharap Mira tidak kembali seperti dulu.
Pada awal pertemuan Mira dengan nya sungguh sangat tragis. Sebuah kejadian yang tidak pernah Fina sangka dalam hidupnya. Sebuah kenangan yang Fina harap tidak pernah akan kembali.
Disaat sedang termenung Fina tidak sengaja melihat Mira tengah berlari. Fina ingin sekali menyapa tapi entah kenapa hatinya ragu.
Tapi apapun yang terjadi bukankah dirinya sudah berjanji untuk selalu ada untuk Mira. Baik suka atau duka.
Fina berjalan mengejar Mira. Terlihat ruangan dari balik pintu. Fina merasa Mira pasti berada di sana. Mengingat Mira menyukai tempat gelap dan jauh dari jangkauan.
DEG...
Fina tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Mira tidak boleh melakukan hal itu. Tapi bagaimana caranya. Mira pasti tidak mau mendengarkan dirinya. Siapa yang mungkin akan didenger oleh Mira. Siapa yang selalu bertemu dengan Mira.
Fina mengingat satu nama.
Kembali pada tokoh utama...
Udara terasa sejuk menyapu wajah. Malam yang sunyi dan tenang begitu terasa nyaman. Terlihat dedaunan berjatuhan menyentuh tanah. Sungguh terasa begitu tentram.
Tik... Tik... Tik...
Mira berjalan menyusuri sebuah jembatan. Melihat keadaan dengan senyum terukir indah di wajahnya. Kini dia sudah merasa bahagia. Sebentar lagi dirinya akan terbebas dari semua ini. Mira mengukir senyuman.
Mira berdiri di atas jembatan terlihat menikmati pemandangan untuk terakhir kali dalam hidupnya.
"Air yang begitu tenang " Ucap Mira.
Mira sudah menyerah akan hidupnya. Dia berniat mengakhiri hidupnya bukankah itu jauh lebih baik. Dia sudah mengecewakan banyak orang. Tanpa dirinya sadari dia juga telah melukai orang lain.
"Selamat tinggal... "
Mira terjatuh tapi...
"Oh.. ****.. apa yang kamu lakukan ?"
Kevin dengan cepat menggenggam tangan Mira dan menarik nya dari jembatan.
"Apa kamu bercanda. Apa yang membuat kamu melakukan semua ini? Tanya Kevin.
Mira yang ditanya hanya melihat saja. Dia sangat terkejut kenapa Kevin bisa mengetahuinya.
"Bagaimana bisa... "
__ADS_1
Mira berkaca, air mata ini akan tumpah. Mira sudah tidak bisa menahan nya lagi air mata ini selalu lolos begitu saja. Mira menangis ya Mira menangis dengan apa yang telah terjadi.
"Bagaimana bisa kamu mengetahuinya ..." Tanya Mira.
Kevin terkejut lagi lagi dia terus melihat Mira menangis. Jujur di lubuk hatinya dia sangat peduli dengan Mira. Kevin membenci hal ini, hal dimana melihat Mira menangis.
Mira dengan perasaan bercampur aduk memukul dada Kevin. Hatinya terasa sangat sesak,pengap dan juga sakit. Kenapa, kenapa Kevin harus datang.
"Kenapa... "
Kevin terdiam Ia tidak bisa berkata kata. Tidak ada yang bisa dilakukan olehnya dia membiarkan Mira berbuat sesuka hatinya. Tidak peduli seberapa sakit yang dirasakan dia menerima nya.
"Pukulah aku sesuka hatimu. Pukulah aku hingga kamu puas. keluarkan semuanya jangan lagi dipendam. keluarkanlah... " (Kevin)
"Kenapa kamu harus datang. Kenapa..." (Mira)
"Maaf... " (Kevin)
"Berhenti mengatakan maaf..." (Mira)
"Maaf... " (Kevin)
"Sudah kukatakan berhenti meminta maaf " (Mira)
"Maaf... hanya ini yang bisa kulakukan... " (Kevin)
Mira memeluk dirinya dengan erat. Kenapa Kevin harus datang, kini dia tidak bisa melakukannya. Mira benar benar lelah dengan semua ini.
Dan mungkin walaupun Ia mati bayangan masa lalu itu akan ikut pergi dengannya.
Mira menatap mata Kevin. Entah kenapa kini Mira merasa nyaman. Apa ini... Mira merasa heran dengan dirinya.
"Kenapa kamu bisa mengetahui nya ?" (Mira)
"Fina yang memberi tahuku "(Kevin)
"Itu tidak mungkin. Dia tidak mengerti diriku " (Mira)
"Kamu salah dia sangat mengerti dirimu "(Fina)
"Apa yang membuatmu nyakin ?" (Mira)
"Karena hanya dia yang selalu ada disisi mu. Walaupun kamu telah menolak, mengabaikan, dan berbuat kasar dia tetap di sisimu " (Kevin)
"Apa itu bisa disebut sebagai memahami? " (Mira)
"Entahlah aku tidak mengetahui jawaban nya. Tapi aku nyakin akan hal itu " (Kevin)
"Bagaimana bisa... "(Mira)
Mira menatap Kevin entah kenapa hatinya merasa ketenangan. Tapi kemudian...
"Jika kamu penasaran silahkan tanyakan langsung " (Kevin)
__ADS_1
Fina berjalan mendekati mereka berdua. Sesampainya Fina melihat Mira Ia menangis dan langsung memeluk Mira.
Mira yang dipeluk merasa terkejut. Dia tidak tahu harus bersikap apa. Rasa ini begitu asing baginya, selama ini dia selalu menyembunyikan nya karena takut Fina justru akan meremehkan dirinya.
Tapi apa yang terjadi justru terbalik. Fina memahami dirinya.
"Dia tidak akan bisa memahamimu sebagai dirimu. Tapi dia akan memahami dirimu sebagai sahabatmu. Karena dia adalah sahabatmu... "
Seketika kata kata Kevin tergiang di kepalanya. Mira menyadari nya. Bahwa tidak akan pernah ada seseorang yang mengenal mu sebaik dirimu. Karena pada dasarnya dia bukan dirimu. Tapi....
Dia bisa memahami dirimu sebagai dirinya. Karena itu memahami sangatlah sulit. Kerena memahami bukan hanya sekadar ada tapi berusaha mengerti dengan apa yang terjadi.
Mira kini mulai menyadari nya. Alasannya selalu terpuruk adalah karena dirinya sendiri. Dia yang justru membiarkan masa lalu menguasai pikirannya.
Mira memeluk Fina dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya ia menganggap Fina ada. Dan akan selalu ada untuk dirinya.
Mira menangis meluapkan semua yang dipendam. Rasa sakit, ketakutan, marah, benci, kesedihan, dan penyesalan semuanya. Dan Mira menikmati momen ini.
Setelah beberapa saat kemudian Mira akhirnya bisa tenang. Semua yang dipendam sudah dirinya keluarkan.
"Maaf... " (Mira)
"Sama sama " (Fina)
"Kamu salah menjawabnya " (Mira)
"Tidak aku sudah benar " (Fina)
"Kamu nyakin ?" (Mira)
"Sangat nyakin " (Fina)
"Tapi kosakata dan dan artinya berbeda " (Mira)
"Tapi bukankah kamu mengerti " (Fina)
"Berhenti bermain kata. Disaat saat seperti ini kamu justru bermain kata. Aku tidak mengerti..." (Mira)
"Terkadang hal itu berguna " (Fina)
"Aku tidak mengerti " (Mira)
"Tidak perlu memahami untuk ada. Tidak perlu bukti setia untuk bersama. Terkadang pengkhianatan justru mempererat suatu hubungan. Terkadang kebohongan justru membuat saling mempercayai satu sama lain. Karena pada dasarnya manusia pasti akan selalu berbuat salah. Tapi justru dari kesalahan itu membuat kita semakin menjadi manusia yang lebih baik. Karena manusia akan sempurna ketika dia belajar. Ketakutan akan sesuatu membuat kita semakin kuat. Sesuatu hal yang dibenci justru malah memberikan dampak positif. Manusia yang sempurna adalah manusia yang selalu belajar dari kesalahan dan manusia yang kuat adalah manusia yang mampu mengatasi ketakutannya. Semua hanya tentang perjalanan " (Fina)
"Apa alasanmu bersahabat dengan ku ?" (Mira)
"Tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu " (Fina)
"Kenapa ?" ( Mira)
"Terkadang pertanyaan tidak memiliki jawaban " (Fina)
BERSAMBUNG...
__ADS_1
THANK YOU 💕💕💕