KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
EPISODE 15 PERSIAPAN ACARA


__ADS_3

Saat sesampainya di rumah. Kevin disambut hangat oleh kedua orang tuanya. Ayah Kevin kemudian bertanya kepada Kevin.


"Kevin kamu peringkat berapa nak " Tanya ayah Kevin dengan lembut.


Kevin berusaha menutupi ketakutannya. Tapi sial tangannya tidak bisa diajak kerja sama. Tangannya terus saja gemetaran.


"Ayah silahkan lihat di rapot " Jawab Kevin.


Ayah Kevin langsung membuka rapot milik putranya. Saat melihat isi rapot Kevin wajahnya berubah. Dari yang tadinya lembut menjadi sangat menakutkan.


PLAK....


Ayah Kevin menampar putranya. Melihat kejadian itu Ibu Kevin bangun.


"KENAPA KAMU BISA PERINGKAT KEDUA. APA KAMU TIDAK BELAJAR HAH!!!" (Ayah Kevin)


"Ayah Kevin sudah belajar " (Kevin)


PLAK...


"JIKA KAMU BELAJAR KENAPA KAMU MALAH PERINGKAT KEDUA " (Ayah Kevin)


"Ayah Kevin sudah berusaha. Tapi siswi tersebut sangat pintar " (Kevin)


"APA KAMU BILANG SISWI. JADI KAMU KALAH SAMA PEREMPUAN. DASAR GAK GUNA UNTUK APA KALO GITU AYAH BESARIN KAMU KALO PADA AKHIRNYA KAMU BISA KALAH. AYAH PALING TIDAK SUKA DENGAN KEKALAHAN. DENGAR!!!" (Ayah Kevin)


PLAK... PLAK.. PLAK...


Ayah Kevin terus menampar Kevin tanpa henti. Melihat nya Ibu Kevin berusaha menenangkan nya. Tapi sialnya ayah Kevin justru ikut memukul istrinya.


Bahkan memberikan bogem mentah yang membuat ibu Kevin tersungkur ke belakang.


Melihat ibunya Kevin segera menghampiri ibunya. Bukannya merasa kasihan ayah Kevin justru semakin kesal.


Ayah Kevin kemudian memukul Kevin dan istrinya membabi buta. Tidak peduli walaupun rintihan sakit terdengar.


Tidak sampai di situ melihat istri dan putranya sudah tidak berdaya. Ayah Kevin justru menarik paksa tangan dan menyeret Kevin ke lantai atas.


Melihat hal itu Ibu Kevin bangun dan menghentikan suaminya.


"AYAH NGAK BUTUH ANAK TIDAK BERGUNA SEPERTI KAMU. LEBIH BAIK KAMU MATI!!! "


Ayah Kevin mendorong putranya dari lantai atas. Tapi naas yang terdorong adalah ibu Kevin.


BRAK...


Tubuh Ibu Kevin terjatuh. Terlihat cucuran darah mengendangi tubuhnya.

__ADS_1


(DI RUMAH SAKIT)


Kevin menangis. Ibunya sudah tiada. Dia sudah tidak peduli dengan tubuhnya yang penuh luka. Tapi kemudian....


Sebuah tangan mengelus kepala Kevin dengan lembut. Dia adalah ayah Kevin.


"Kevin kamu lihat kan apa yang bisa ayah perbuat. Oleh karena itu kamu harus mendapatkan peringkat satu kembali jika tidak ayah akan membuatmu merasakan neraka dunia. Paham... "


Ucap ayah Kevin sambil tersenyum dan pergi meninggalkannya.


Kevin mengepalkan tangannya dengan kuat. Kata kata yang terdengar membuat Kevin geram. Bagaimana mungkin ayahnya bisa mengatakan hal itu padahal dia telah membunuh. Seolah tanpa merasa bersalah dia meminta dirinya untuk pokus mendapatkan peringkat satu kembali.


Kevin benar benar membenci ayahnya. Dia berjanji bahwa suatu hari nanti dia akan membunuh iblis tersebut. Kevin bersumpah.


Tapi bukan hanya itu. Kevin juga sangat membenci Mira. Karena Mira dia harus menderita.


(FLASBACK BERAKHIR)


Kevin benar benar mengingat semuanya. Bagaimana ayahnya dengan tega membunuh istrinya sendiri. Ibu dari Kevin.


Dan jangan lupakan Mira.


"Jika engkau tidak ada. Aku tidak akan pernah mengalami semua penderitaan ini. Lihat saja Amiradian aku akan membuat hidupmu sengsara "


Ke esokan harinya di sekolah....


Dalam hal ini Kevin memilih untuk berlomba dalam hal akademik.


"Kevin... nanti ikut basket ya.. "Ajak salah satu anggota osis bernama Ikbal.


"Sorry. Gue udah ikut lomba akademik " (Kevin)


Ikbal kemudian berjalan menghampiri Kevin. Dan menepuk pundaknya.


"Oh ayolah Kevin... lo kan udah pinter apa salahnya ikut lomba lain. Dari tahun lo masuk SMA itu itu aja yang lo ikut. Nilai bukan segalanya " (Ikbal)


Tapi Kevin langsung meninggalkan Ikbal begitu saja. Kevin menggenggam erat tangannya.


"Lo salah. Karena nilai adalah segalanya bagi gue"


Kevin merasa belum puas dengan apa yang telah dicapai. Ia ingin lebih tinggi lagi. Tidak peduli seberapa lelah dirinya. Dia ingin mencapai puncak. Dia hanya ingin menjadi yang terbaik. Hanya dirinya.


Tapi kemudian Kevin berpapasan dengan orang yang paling dibenci. Mira melewati dirinya begitu saja. Terlihat Mira mendatangi salah seorang panitia penyelenggara.


Entah kenapa timbul perasaan tidak suka dalam diri Kevin.


"Apa Mira akan mengikuti salah satu perlombaan. Apa yang dia ikuti " Tanya Kevin.

__ADS_1


Setelah Mira pergi Kevin menghampiri panitia penyelenggara. Dia menanyakan perlombaan apa yang diikuti oleh Mira.


"Permisi pak boleh saya tahu perlombaan apa yang diikuti siswi tadi ?" Tanya Kevin dengan ramah


"Oh..siswi tadi mengikuti perlombaan akademik " Jawab Panitia penyelenggara.


Kevin mengepalkan tangannya dengan kuat. Kenapa selalu saja Mira menghalangi keinginannya.


Sepulang sekolah Kevin pergi ke salah satu perpustakaan kota. Dia ingin mencari buku untuk dibacanya. Kevin selalu kesana setiap hari sabtu.


Setelah sampai di tujuan Kevin bergegas masuk. Terlihat interior ruangan bergaya minimalis. Disini kita dapat menemukan segala macam buku. Mulai dari pengetahuan dasar hingga buku yang berumur ratusan tahun.


Saat Kevin hendak mengambil buku tiba tiba saja dia berpapasan dengan Mira dari sebelah rak buku.


Mira yang melihat Kevin tetap bersikap biasa saja. Mira merasa acuh tak acuh. Lagipula walaupun dirinya menyapa belum tentu ditanggapi. Bukankah selama ini Kevin juga selalu menghindari berinteraksi dengan dirinya.


Berbeda dengan Kevin yang justru kembali merasa kesal. Kenapa setiap hari dirinya harus bertemu dengan Mira. Kevin merasa dunia begitu sempit.


"Ah sial, kenapa gue harus selalu berpapasan sama ni anak " Gerutu Kevin dalam hati.


Mira yang melihat ekspresi kesal Kevin hanya tersenyum. Dia tahu kalau Kevin membenci dirinya karena itu Kevin selalu menghindari berinteraksi dengan nya. Mira tidak mau ambil pusing. Lagi pula menurutnya terserah Kevin mau membenci atau tidak bukan masalah untuknya.


Mira kemudian meninggalkan Kevin.


Melihat Mira pergi Kevin bernapas lega. Dia kemudian mengambil buku yang akan dibacanya dan segera pulang


Sesampainya di rumah Kevin di kejutkan oleh ayahnya. Ternyata ayahnya sedang menunggu dirinya.


"Kevin kemarilah " Suruh ayah Kevin.


Kevin yang mendengar nya hanya bisa menuruti.


Ayah Kevin mengatakan sesuatu kepada Kevin.


"Lihat itu baik baik Kevin. Sederhana saja ayah ingin kamu mengikuti perlombaan itu dan menang" (Ayah Kevin)


Kevin yang melihatnya. Ternyata ayahnya memberikan sebuah brosur yang berasal dari sekolah nya.


"Ayah mau kamu memenangkan pertandingan akademik tersebut. Ayah tidak mau menerima kekalahan. Apapun caranya kamu harus menang mengerti ..." Ucap Ayah Kevin menjelaskan dan pergi begitu saja


Kevin menggenggam erat tangannya. Kini dia akan melakukan apapun untuk bisa meraih kemenangan. Tidak peduli dengan apapun.


"Lo lihat aja Mira gue pastiin gue bakal menang, Gue akan berusaha menang dengan segala cara"


BERSAMBUNG....


THANK YOU 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2