
"Ternyata kalian...!"
Terlihat Fina berhasil memergoki kami berdua dan dengan begini artinya kami telah ketahuan. Pada akhirnya kami berdua hanya terduduk lesu.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini...?!" tanya Fina dengan tegas.
"Hanya mengawasi seseorang..." jawabku.
Aku benar benar ingin lari dari sini, tidak ada yang lebih buruk selain diceramahi oleh Fina bagiku.
"Astaga, kalian ini benar benar...!" Keluh Fina kepada kami berdua.
"Tapi ini bukan sepenuhnya salah kami berdua, aku dan Mira hanya berusaha menggagalkan rencana kencan kalian saja, kalian berdua terlalu lama berkencan jadi kami berdua memutuskan untuk menggagalkan saja " jawab Kevin.
Aku melotot ke arah Kevin, bisa bisanya dengan mudah Kevin membeberkan rencana nya.
"Dia itu bodoh atau apa..."
Jika sudah begini, biar kutebak...
"Apa, kenapa kalian berdua ingin menggagalkan kencan kami berdua ?" tanya Devan.
"Habisnya kalian berdua pasti akan lama berkencan nya..." jawabku.
"Kami baru saja melakukan nya selama beberapa menit !" (Fina)
"Tapi kalian berdua pasti akan memakan waktu lama " (Kevin)
"Memangnya berapa lama menurut lo ?" (Fina)
"Beberapa tahun " jawabku.
Tapi kemudian mereka berdua terdiam, aku dan Kevin kemudian saling berpandangan, ada apa dengan mereka berdua.
Dan tiba tiba saja Fina tertawa dengan keras, sontak saja hal itu membuat kami berdua merasa bingung. Memangnya ada yang lucu dengan jawaban kami berdua.
"Tunggu dulu, apa kalian bilang, beberapa tahun, yang benar saja, mana mungkin kami berdua menghabiskan waktu selama itu hanya untuk berkencan "
"Oh ayolah...gue ngak segila itu kali " (Fina)
"Hah... seriusan ?" (Mira)
"Ya iyalah, emangnya kalian tau dari mana ?" (Fina)
"Google..." jawabku dan Kevin kompak.
Dan kini mereka berdua malah semakin tertawa dengan keras, hal ini tentu saja membuat aku merasa malu. Dan ternyata bukan diriku seorang saja.
"Emang bener sih kencan itu bisa terjadi selama beberapa tahun tapi tidak secara terus menerus atau nonstop, tapi berkelanjutan, misalnya kencannya di hari rabu dan nanti nya dilanjutkan dihari lain " jelas Devan.
Kami berdua terdiam mendengar penjelasan Devan. Aku benar benar malu, jika ada mesin waktu mungkin aku akan menggunakan nya untuk kabur ke abad pertengahan saja.
__ADS_1
"Benar benar memalukan..."
Hah...
Tiba tiba saja Kevin menyandarkan kepalanya di bahu ku. Terlihat wajahnya telah merona karena malu. Dan dia terlihat begitu imut.
"Oh ayolah, aku benar benar harus kabur sekarang..."
"Jangan bergerak, aku jadi merasa malu karena ulah mu dan kamu harus bertanggung jawab...!" (Kevin)
"Hah... ?" (Mira)
"Sebagai gantinya biarkan aku melakukan hal ini sebentar saja "(Kevin)
Dan pada akhirnya aku membiarkan Kevin melakukan hal ini kepada ku. Jujur saja aku merasa malu tapi apa boleh buat.
Fina yang melihat kami berdua tiba tiba saja membawa Devan pergi, walaupun dengan sedikit paksaan.
Cukup lama kami berdua melakukan hal ini hingga tanpa sadar aku ikut larut dalam suasana ini. Jika saja aku memiliki mesin waktu maka akan ku buat waktu ini berhenti, aku benar benar menikmati momen ini.
Tanpa sadar aku bertanya sesuatu yang seharusnya tidak pernah kutanyakan.
"Apa kamu masih mencintai ku...? " tanyaku.
Kevin mengangkat kepalanya dan memandang wajahku.
"Masih..." jawabnya dengan lirih.
"Mungkin saja selamanya..." (Kevin)
"Kenapa ?" (Mira)
"Karena aku benar benar mencintaimu tapi disisi lain aku juga membencimu kerena telah mencintai dirimu " (Kevin)
"Kenapa kamu membenciku ?" (Mira)
"Karena aku merasa iri denganmu, kamu selalu bisa melakukan apa yang tidak ku bisa, aku merasa iri setiap kali melihat mu, aku ingin selalu menjadi yang terbaik tapi kemudian aku sadari kamu jauh lebih baik dariku "
"Tapi kemudian tanpa kusadari rasa benci itu justru berubah menjadi perasaan, awalnya aku menganggapnya sebagai bentuk rasa kebencian tapi semakin lama aku merasakan nya semakin besar "
"Dadaku terus saja berdetak dengan kencang saat aku melihat mu, dadaku juga terasa sesak setiap kali melihat mu merasa sedih seolah aku juga merasakan apa yang kamu rasakan "
"Dan pada akhirnya aku membenci mu karena telah mencintai dirimu "
"Tapi tidak perlu repot-repot memikirkan ku, walaupun aku mencintaimu tapi tetap saja rasa benci ini masih ada, rasa benci dimana aku ingin membuat dirimu berada dibawah diriku "
"Rasa dimana aku ingin berhasil menguasai mu, aku ingin memegang kendali atas hidupmu, memperlihatkan bahwa aku lebih berkuasa darimu dan memperlihatkan bahwa aku jauh di atas mu "
"Cinta juga justru semakin membuat diriku serakah, serakah ingin memiliki dirimu seutuhnya dan menjadi kan kamu hanya ingin memiliki ku..." jelas Kevin.
"Hahaha..." tawaku.
__ADS_1
Aku tertawa senang mendengar penjelasan Kevin. Jujur saja aku bahagia karena Kevin ternyata masih mencintai ku. Tapi kenapa aku malah merasa tidak puas dengan jawaban nya.
Aku masih merasa jawaban nya masih kurang, tapi aku juga tidak mengetahui dimana kekurangannya.
"Kamu benar benar orang yang jujur " (Mira)
"Terimakasih atas hinaan nya " (Kevin)
"Aku berterima kasih karena kamu masih mencintai diriku, tapi bisakah diriku yang serakah ini meminta mu untuk menunggu lebih lama lagi ?" (Mira)
"Aku benci mengakuinya tapi kurasa justru aku tidak bisa melupakan perasaan ini, oleh karena itu dengan terpaksa aku tidak memiliki jawaban lain selain menunggu lebih lama lagi..." (Kevin)
"Senang mendengarnya " (Mira)
Pada akhirnya kami berdua larut dalam pikiran masing-masing.
Aku merasakan perasaan yang berkecamuk dalam diriku. Aku merasakan perasaan senang, benci, sedih, serakah, dan juga cinta dengan cara yang tidak bisa dijelaskan secara logika.
Tapi apa pun yang aku pikirkan pada akhirnya aku kembali pada rencana awal.
"Kamu hanyalah alat untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, Kevin..."
Beberapa jam kemudian...
Terlihat hari sudah mulai larut dan pada akhirnya aku dan Kevin memutuskan untuk mencari Devan dan Fina.
Setelah memakan waktu yang cukup lama kami berdua akhirnya menemukan mereka berdua. Terlihat sepertinya mereka juga akan pergi.
Kami pun memutuskan untuk pulang karena seperti hari sudah semakin larut. Tapi kemudian...
Secara tidak sengaja aku melihat Devan memegang tangan Kevin. Terlihat sepertinya Devan tidak menyukai Kevin. Aku sudah bisa menebak apa yang mereka bicarakan tapi aku tidak peduli.
Biarlah itu menjadi urusan mereka berdua, salah sendiri kenapa jatuh cinta padaku dan lagi pula aku tidak memaksa mereka untuk menaruh perasaan terhadap ku.
Tapi ternyata Fina juga melihat interaksi mereka berdua. Tapi sepertinya dia juga tidak peduli. Tapi entah kenapa aku malah kembali merasakan sesuatu yang aneh terhadap Fina.
Seperti ada yang Fina sembunyikan dariku, karena aku sudah mulai merasa tidak nyaman dengan perasaan ini aku memutuskan untuk bertanya. Tapi kemudian...
Deg...
Jantungku tiba tiba merasakan sakit yang luar biasa seperti ditusuk. Seolah ada pisau yang terus menerus menusuk jantung ku.
"Tidak boleh..."
Suara bisikan itu kembali menyerang diriku dan kemudian aku merasakan darah segar keluar dari mulut ku dan pada akhirnya aku tidak sadarkan diri.
Kini dia telah kembali...
"Semua terlihat sangat gelap..."
BERSAMBUNG...
__ADS_1
THANK YOU 🖤🖤🖤