KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Eps 45 : Kencan pertama ku


__ADS_3

Aku mundur beberapa langkah saat Devan muntah darah. Tidak ada sama sekali rasa peduli ku terhadapnya. Sekalipun dia sudah terlihat sekarat.


Entahlah kenapa aku merasa bisa sejahat ini, tapi aku justru menyukainya.


"Kamu benar benar kejam, disaat aku sekarat kamu malah tersenyum. Apa tidak ada rasa simpati sedikit pun untukku " ucap Devan kepadaku dengan lirih.


Aku mengangkat alisku sebelah, aku merasa kasihan padanya ?


Konyol sekali, memangnya siapa dia. Dia hanya lah musuh yang merepotkan, untuk apa dikasihani. Jika boleh jujur menurut ku dia lebih baik mati saja.


"Bukankah aku sudah mengatakannya, aku tidak akan segan segan untuk melukai siapapun yang berani melukai orang yang ku sayangi, bahkan sekalipun harus menggunakan cara kekerasan...! " jawabku.


"Kamu sungguh kejam, tapi kenapa...aku justru semakin menyukainya, kamu benar benar berbeda Amiradian, kamu harus tahu aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita saat masih kecil " (Devan)


"Apa maksudmu ?" tanyaku dengan heran.


Apa yang dimaksud olehnya, masa kecil yang benar saja. Aku sama sekali tidak mengingat bahwa kami berdua pernah bertemu saat masih kecil.


"Eh...aku belum menceritakan nya ?" (Devan)


"Entahlah aku tidak peduli lagipula kurasa ini cukup membuang waktuku, jika begitu selamat tinggal..." (Mira)


Aku berjalan pergi meninggalkan dirinya, dia benar benar merepotkan.


"Amiradian dengarlah baik baik jika kamu terus saja menolak perasaan ku, aku benar benar akan menghancurkan hidupnya! " ancam Devan kepadaku.


Aku menghentikan langkahku mendengar ancamannya. Dan....


"Hahhhh...?"


"Tapi sebelum itu terjadi, ku pastikan hidupmu sudah berakhir..." jawabku.


Aku tersenyum dengan sangat puas, entah kenapa aku merasa kan kesenangan. Ada sesuatu yang bergejolak dalam diriku.


Seolah aku justru menikmati penderitaan ini, memang ini sangatlah merepotkan tapi di sisi lain aku sangat menikmati momen ini.


"Apa menjadi seorang monster bisa membuat ku bahagia seperti ini "


"Ahh... aku tidak peduli, anggaplah aku memang monster, tapi bukankah ini salah tidak seharusnya aku menjadi seperti ini "


"Kenapa, kenapa aku merasakan kebahagian di atas penderitaan orang lain, ada apa dengan diriku, kenapa aku..."

__ADS_1


"Ah... sudahlah aku tidak peduli, jika hal ini dibutuhkan maka yang harus kulakukan hanya menerima nya..."


Disaat ini aku benar benar seperti bukan diriku. Ada yang berbeda tapi apa ?


Seolah aku dikendalikan oleh diriku, apa maksudnya aku tidak mengerti tapi kemudian dengan cepat aku melupakan hal ini.


"Siapapun tolong aku..."


🖤🖤🖤🖤


Malam harinya...


"Fina bisa ngak gue ngak usah pake gaun segala, ribet tau ngak...!" keluhku.


Bagaimana tidak, Fina memaksa aku untuk memakai sebuah gaun. Belum lagi ini sangat ketat dan panjang, sungguh merepotkan.


"Oh ayolah...ini sangat indah, lihat deh lo jadi anggun banget, beautiful..." puji Fina padaku.


"Iya sih emang bagus tapi gue ngak suka sama yang kaya ginian, lagi pula kita kan cuma ngedate doang, ngak perlu lah kaya gini..." (Mira)


"Terus mau lo apa, cuma mau pake baju lo kaya biasanya kan, hoodie sama celana panjang, iyakan..." (Fina)


Aku mengangguk kepalaku, mungkin saja jika aku bertindak imut Fina tidak akan memaksa ku memakai gaun itu.


"Ngak...!


mau lo bertindak imut sekalipun gue ngak akan terpengaruh, lo ngak boleh make baju kaya gitu, tapi sebagai gantinya lo pake dress ini aja, ini cukup simpel lah untuk gaya lo itu "


(Fina)


Aku tertunduk frustasi, Fina benar benar sangat merepotkan. Jika begini tidak ada pilihan lain selain...


"Hah...mau kemana lo ?! jangan harap bisa kabur dari gue...! " ucap Fina menghentikan pergerakan ku.


"Astaga aku benar benar sudah kalah bahkan sebelum dimulai, sungguh merepotkan..."


Dan pada akhirnya aku hanya bisa pasrah atas semuanya yang terjadi.


Beberapa jam kemudian...


Setelah pertempuran yang panjang dan sengit akhirnya berakhir. Dan kini aku adalah pihak yang dikalahkan oleh seorang gadis dimabuk cinta.

__ADS_1


"Benar benar merepotkan..."


Aku berdiri di depan cermin, terlihat dari bayangan ku aku memakai dress yang bernuansa merah gelap dengan sentuhan pita rambut yang sisipkan di samping rambutku yang berbentuk kelopak bunga "


"Terpasang kalung berwarna perak putih dengan hiasan inisial nama ku, dan rambut yang berwarna hitam pekat yang diuraikan akan membuat rambut ku terlihat bercahaya "


"Dan sebagai penutup selop yang berwarna hitam menambah kesan anggun tapi sederhana, sungguh selera yang sempurna "


"Ternyata tidak seburuk itu..."


Sementara itu terlihat Fina tersenyum sendiri sendiri seperti orang gila. Aku bercermin pada bayangan ku.


Apakah mungkin aku bisa melakukannya. Apakah aku benar benar harus menghancurkan hubungan nya dengan Devan. Aku tidak ingin Fina bersedih hati nantinya tapi aku juga tidak bisa hidup dalam kebohongan.


"Andai saja aku hanya sebuah bayangan mungkin saat ini aku tidak perlu memikirkan semua ini, andaikan aku hanya bayangan mungkin aku tidak pernah merasakan luka ini, andaikan saja..." keluhku dalam hatiku.


Tapi kemudian...


"Ayo... mereka pasti sudah menunggu lama..." ucapnya padaku sambil tersenyum.


Tapi saat aku melihat Fina tersenyum bahagia, menurutku tidak seburuk itu. Mungkin hidup ini tidak lah terlalu buruk.


Selama ada seseorang yang selalu ada untukku aku bisa melewati semua ini.


"Aku pasti bisa, jangan menyerah..."


Kami berdua menuruni tangga dan dapat terlihat dengan jelas Kevin dan Devan sudah menunggu.


Aku menghampiri Kevin, untuk pertama kalinya aku menunjukkan sisi ku yang lain.


Dapat kulihat seperti nya Kevin sangat terpesona karena penampilan ku. Jujur aku merasa malu tapi pada akhirnya aku berpura pura tidak peduli.


Saat itu untuk pertama kalinya dalam hidupku aku berkencan dengan seorang pria. Tidak pernah sekalipun terpikirkan di benak ku.


Untuk pertama kalinya aku merasakan sensasi yang berbeda. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh kata kata.


"Mari mulai permainan nya..."


BERSAMBUNG...


THANK YOU 🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2