KUTUKAN MIMPI

KUTUKAN MIMPI
Menjerit


__ADS_3

Tersambit kaki atau atau lebih


di sebut ekor ku .........


"TIDAk"!!!!" aku menjerit sejadi - jadi nya. pikiran ku diliputi oleh kengerian. Bagaimana tidak? bayangkan saja bila kakimu berubah menjadi ekor duyung


duyung.


Tidak lucu. Sudah berapa lama aku di


sini? Aku tidak ingat. Mudah - mudahan tidak lebih dari tiga jam . jika lebih, di dunia nyata kakiku benar - benar berubah menjadi duyung,Tidak lucu.


Sudah berapa lama aku lama aku di sini?


aku tidak ingat. Mudah - mudahan tidak lebih dari tiga jam. jika lebih, di dunia nyata kakiku


bener - benar berubah menjadi ekor duyung.


"apakah kau baik - baik saja? anak laki-laki itu mendekat lagi.ketulusan terpancar di wajahnya , mencoba menenangkan ku.


Hatiku sedikit tersentuh .mungkin bocah itu tidak sekejam penilaian tadi. Malah sekarang aku terheran heran.


Bagaimana mungkin anak polos dia bisa memimpikan hujan badai? yah, bukan berarti


ini mimpi terburuk yang pernah ada ku singgahi.


Banyak anak kecil lain yang bermimpi tentang dinosaurus. itu mengerikan . Aku pernah hampir menjadi penghuni perut seekor T-rex pada salah satu mimpi.


T-rex nya menggelikan, berwarna pink menyala dengan motif polkadot di bagian ekor dan lingkar garis dada, bahu, dan punggungku seperti jalur selempang tas tidaklah lucu, tapi bukan itu intinya.


Sekarang ,aku harus segera keluar dari sini


sebelum tubuhku berubah menjadi putri duyung dalam dunia nyata.

__ADS_1


"Siapa namamu?"


kepanikan menjalari seluruh tubuhku. Suaraku bergetar penuh emosi.


Anal laki - laki itu menyadarinya. ia terlihat


sedikit waspada karena takut aku akan melakukan sesuatu yang buruk.


"Apa itu penting ?" iya balik bertanya dengan rasa curiga.


Aku mendengus


"Tidak , jika kau mau ku panggil bocah".


"Dave," jawabnya cepat.siapa, sih, yang suka


di panggil "bocah",


Meskipun sebenarnya dia memang masih bocah?.


Dia tidak menyahut, mungkin sudah terbiasa mendengar komentar senada.


"Boleh ku panggil Dave?" Dia masih tidak menjawab. Ku anggap itu sebagai jawaban iya .


Kebisuan mulai membuatku jengkel.


"well, Dave , biar ku beritahu satu hal.Sekarang ini kau sedang bermimpi.Semua ini adalah mimpi."


Aku membuka lebar kedua tanganku. Berharap mendapat perhatiannya.


"Tato apa itu?" Dave memang memperhatikan, tapi aku mengharapkan dia bukan sedang memperhatikan tato.


"Dave, coba dengarkan perkataan ku.

__ADS_1


dengan seksama! Sekarang ini kau sedang bermimpi."


"Aku tahu,"tukasnya tenang, sama tenangnya dengan badai yang tiba - tiba berhenti.


Ia menatapku dengan Gurat penasaran di


antara dua dahinya.


Bentuknya seperti bekas gigitan. Apakah di laut juga ada yang bisa membuat tato?"


"Sial!". ...


Lagi - lagi aku mengumpat dalam hati. Tidak


baik bagi anak seumuran dave mendengar


kata - kata makian, meskipun hanya dalam mimpi.


" Tenanglah, Yobel," aku membisiki diriku sendiri. Mengumbar emosi di hadapan anak kecil.


hanya akan memancing reaksi negatif seperti tangisan atau yang lebih parah lagi adalah permusuhan,apalagi saat ini aku sangat membutuhkan kerja sama untuk mengeluarkan ku dari sini.


"Dave yang baik, Kumohon dengarkan kakak sekali saja,"


Dave mengatupkan kedua bibirnya. Warna jingga yang berkerut lucu mengingatkanku pada bibir matahari di film teletubis sesaat sebelum terbenam.


"Terima kasih, meskipun sebenarnya kau tidak perlu mengunci bibirmu seperti itu. Well, yang ingin kukatakan adalah saat ini


kau sedang bermimpi.


jika tidak percaya,maka kau bisa mencubit


pipimu sendiri. Aku jamin tidak akan terasa sakit sama sekali."

__ADS_1


"Aku tahu," Dave menjawab dengan penuh percaya diri, sama seperti pertama kali. matanya memancarkan ketegasan yang membuatku tidak bisa meragukan perkataannya.


__ADS_2